
" Gladis..!! kita singgah di taman kota saja dulu.Aku ingin makan siomai ikan yang ada di taman kota !! Ucap Syifa meminta pada Gladis,kala mereka melintasi taman kota.
Gladis ingin mengantar Syifa ke kantor Maliq setelah kejadian tadi.Tapi Syifa memintanya mengantarkan ke hotel saja.
Terpaksa Syifa berterus terang pada Gladis bahwa mereka saat ini sedang menginap di hotel.Tentunya tanpa menceritakan penyebabnya.
Dan Gladis pun tak ingin menanyakannya.Dia tau Syifa butuh privasi.Apalagi dengan kejadian tadi,saat ini mungkin Syifa masih sangat tertekan.Dia memilih belum ingin menanyakan macam macam,dia memilih diam.Dia percaya bila Syifa sudah merasa nyaman,Syifa pasti akan bercerita.
" Hmm...ceritanya bumil lagi ngidam siomay,nih ?? " Ujar Gladis mencoba bercanda.Dia berusaha mencairkan suasana yang sedikit tegang dari tadi.
" Iya...sepertinya kejadian tadi lumayan menguras energiku tadi.Jadinya aku jadi lapar..he..he.. !! " Timpal Syifa sambil terkekeh.Moodnya sudah kembali membaik sehingga dia sudah bisa tersenyum kembali.
" Syukurlah kamu sudah bisa kembali rileks.Aku takut tadi kandunganmu kenapa napa " Ucap Gladis dengan wajah cerah.
" Hhf... Itu cuma Intermezzo " Tukas Syifa santai.
" Eeh...rupanya kehamilannya sudah sedikit merubah sifat Syifa.Dulu begitu dingin,sekarang sudah bisa bercanda " Batin Gladis.
" Itu penjual Siaomay !! " Pekik Syifa girang ketika mereka turun dari mobil Gladis.
Gladis melongo.Syifa yang dulu begitu dingin dan datar,sekarang bisa bertingkah seperti anak anak ketika melihat jajanan favoritnya.
Gegas Syifa mendekati penjual siomay.
" Mas...siaomay nya dua porsi yang pedas...!! " Ucap Syifa pada penjual siomay.
" Ok..siap mba...!! " ujar penjual siomay.
" Saya tunggu di kursi taman yaa, mas !! " Kata Syifa sambil menunjuk ke arah kursi taman dekat gerobak siomay tempat duduk Gladis.
__ADS_1
" Ok,mba !! " seru penjual ramah.
" Kak...bagaimana ini ?? Maliq tidak mau bersamaku.Dia terus menghindariku.Perutku sebentar lagi membesar dan rahasiaku akan terbongkar " Syifa terkejut tiba tiba mendengar suara tidak asing ditelinganya dan menyebut nama suaminya.Tubuhnya menegang.
Seketika Syifa memutar lehernya mencari sumber suara tadi.
" Kalau begitu..gugurkan kandunganmu !! aku tidak mau rahasia kita terbongkar.Aku tidak mau menerima kemarahan istriku!! "
" Deg...!! "suara laki laki itu,Syifa juga mengenalnya.Dan yaa..suara suara itu berasal dari belakang kursi taman tempat duduk Syifa dan Gladis.Pemilik suara itu duduk membelakangi Syifa.
" Astagfirullah...!! Syifa membulatkan matanya.Dia mengenali punggung kedua orang itu.Walaupun pandangan Syifa sedikit tertutup oleh daun kembang sepatu,tapi dia sangat mengenali kedua orang itu.
" Kenapa sih,plend ??" Tanya Gladis pada Syifa ketika dia melihat Syifa tiba tiba tegang.
" Ssttt...!! Syifa menempelkan telunjuknya di bibir.
" Diam...!! please !! " Mohon Syifa berbisik pada Gladis lalu menegakkan tubuhnya membelakangi suara tadi.
" Kenapa sih...?? Kembali Gladis bertanya tapi dengan berbisik.
" Aku sudah coba menggugurkannya dengan obat dari temanku.Tapi tidak berhasil.Aku sudah ke dokter kandungan,tapi dokter tidak mau mengaborsi kalau tidak ada petimbangan medis "Suara itu kembali terdengar tapi kali ini diiringi oleh isakan.
" Salahmu sendiri..!! kenapa kamu tidak minum pil KB waktu itu,padahal aku sudah membelikannya !! "
" Sialan memang kau,Kak...!! kau menikmatnya tapi aku yang menanggung akibatnya !!"Suara itu semakin terisak mendengar tanggapan lawan bicaranya.
" Terus ..aku harus bagaimana,haah ?? aku tidak bisa meninggalkan anak anakku.Aku yakin kalau mereka tau aku selingkuh,mereka akan ikut dengan Ibunya "
" Kau hanya memikirkan anak anakmu !! aku juga sedang mengandung anakmu !! " pekik suara perempuan itu dengan geram.
__ADS_1
" Sialan...jangan berteriak !! nanti orang dengar.Ayo kita lanjutkan pembicaraan kita di tempat lain.Mulutmu semakin lama semakin tidak bisa di kontrol "Sentak suara laki laki dan sekilas Syifa melihat laki laki itu menyeret perempuannya menjauh dari tempat Syifa.
" Astaghfirullah...!! ternyata mereka berdua adalah pasangan selingkuh dan berusaha menipu suamiku.Tidak akan kubiarkan !!" Geram Syifa dalam hati.
" Kenapa sih,plend..dari tadi kamu tegang dan menyuruhku diam ?? apa kamu mengenali orang yang berbicara di belakang kita tadi ??" Tanya Gladis swmakin penasaran.
Syifa hanya mengangguk dengan wajah yang masih terlihat shock.
" Astaghfirullah...kenapa hari ini aku terus tegang.Ya Allah...lindungilah janinku !! " Gumam Syifa sambil mengelus pelan perutnya.
" Plend...!! jangan bikin aku takut dongg !! " rengek Gladis khawatir melihat tingkah aneh Syifa.
" Mereka..!! " ucapan Syifa terhenti ketika penjual Siomay menyodorkan dua mangkok pesana mereka.
" Siomaynya mba..!! " Ujar penjual siomay.
" Iya terima kasih, mas !! " Ucap Gladis dan Syifa serentak sambil menyambut mangkok siomay tersebut.
" Mereka siapa sih ??" Tanya Gladis kembali setelah penjualnya pergi.
" Itu suami Kak Dewi yang di mall tadi !! " Ujar Syifa pelan.
" Haa...!? berarti itu selingkuhannya ?? " cecar Gladis lalu dengan wajah keponya.
" Iya.." Jawab Syifa." Dan selingkuhannya adalah istri suamiku " Lanjutnya dalam hati.Dia tidak ingin menceritakan aib rumah tangganya pada Gladis.
" Astagaa...dia tadi menghinamu sebagai pelakor,tapi dia tidak tau suaminya ada di tangan pelakor...ha...ha...!! " Gladis tanpa sadar terbahak.
" Sst...Astaghfirullah...tidak boleh menertawakan orang sedang ditimpa musibah " Ujar Syifa lembut.
__ADS_1
" Eeh...Astaga...!! Sorry !! habisnya aku gemas melihat tingkah iparmu tadi " Gladis merasa salah tingkah denga sikapnya sendiri.
Syifa tersenyum. " Yaa sudah...aku sudah sangat lapar...kita makan saja " Ucap Syifa lalu mulai menyantap makanannya.