
Syifa menatap lurus ke depan melihat kedua pemenang yang sedang berjalan ke arah panggung.
"kenapa cuman dua orang yang maju,mana peringkat satunya??"monolog Syifa.
"Nursyifa...mana yang namanya Nursyifa...asal dari kota T,Silahkan naik ke atas panggung"Pekik MC sambil menatap heran ke arah Syifa.
Syifa tersentak mendengar panggilan MC.Tanpa sadar dia menunjuk ke arah hidungnya,seolah mengisyaratkan dia bertanya pada MC untuk memastikan bahwa namanya yang dipanggil.
"Iya...kamu yang namanya Nursyifa kan??"Tanya MC sambil terkekeh lucu kepada Syifa.
Syifa hanya mengangguk pelan masih belum sadar.
"Syifa kamu peringkat satu,jadi silahkan naik ke atas panggung"pekik MC kepada Syifa.
__ADS_1
Syifa terpekik kecil lalu menutup mulutnya.Dia masih belum percaya bahwa dialah pemenangnya.Semua orang menatap ke arah Syifa lalu kembali bertepuk tangan riuh.
Syifa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke atas panggung.Ditatapnya sekilas seisi ruangan lalu berdiri mengambil posisi yang telah disediakan di atas panggung.
"Selamat yaa Syifa kamu berhasil meraih peringkat satu.Kamu luar biasa!!!"Ujar Fandi tulus setengah berbisik setelah Syifa berdiri di sampingnya.Syifa hanya tersenyum sekilas dan mengangguk pelan.
Kilatan kamera mengarah ke arah mereka bertiga.MC mengundang Menko Perekonomian untuk memberikan piala dan hadiah kepada pemenang lomba.
***
Maliq pulang ke rumah saat jarum jam sudah menunjukan pukul 7 malam.Sesaat Maliq mengedarkan pandangan di setiap sudut ruangan.
"Seperti ada yang kurang dari rumah ini.Kemana sih gadis itu??sudah beberapa hari ini Aku tidak melihatnya ".Gumam Maliq sambil menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Maliq mendorong pelan pintu kamarnya berharap menemukan sosok Syifa di situ.
"Astaga...benar benar gadis itu,kamarku masih gelap...awas saja kalau balik ke rumah akan habis Aku marahi dia.Jadi istri tidak pernah becus ".Gerutu Maliq sambil membuka jas dan kemejanya,lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.Maliq lupa bahwa Syifa pamit ke Jakarta beberapa hari lalu.
"Hfff...ternyata sepi juga tanpa kehadiran gadis kecil itu "Keluh Maliq bermonolog.Dihempaskannya tubuhnya di atas sofa kamar lalu meraih remot TV yang terletak di atas sofa.
Maliq tidak fokus menonton,dia hanya mengganti ganti channel TV yang menurutnya tidak ada yang menarik.
"Mending aku cari berita tentang perkembangan ekonomi "Gumam Maliq sambil mengarahkan remot ke TV.
Maliq tersentak dan membulatkan matanya ke arah layar TV. "Itu Syifa bukan sih,kenapa dia ada di dalam TV ??Iya itu Syifa.."Maliq mendekatkan wajahnya ke layar TV untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya benaran Syifa.Dia melihat Syifa berdiri diatas panggung sedang menerima hadiah dari Menko Perekonomian.
"Astagaa aku lupa,dia kan pamit mau ke Jakarta.Rupanya dia mau ikut lomba karya ilmiah.Gadis yang luar biasa,dia memenangkan lombanya..."Monolog Maliq sambil sesekali menepuk jidatnya karena terkejut.Maliq menyandarkan punggungnya di sofa.Saat ini Maliq melihat siaran ulang lomba karya ilmiah yang diikuti Syifa,yang disiarkan lewat channel TV berita perkembangan ekonomi.Dia serius menyaksikan rangkaian acara di TV.
__ADS_1
Sesaat Maliq termenung."Ternyata aku telah menikahi gadis yang istimewah.Dia gadis yang sabar dan sederhana.Tidak pernah mengeluh apapun perlakuanku padanya.Dan kenapa aku tidak pernah menerima notif pemakaian tabunganku yang ATMnya dipakai Syifa.Darimana dia memenuhi kebutuhannya??.Suami macam apa aku ini,tidak pernah tau tentang istrinya".Gumam Maliq tanpa sadar.Diusapnya wajahnya dengan kasar .
"Eeh..itu laki laki yang di samping Syifa kaya tidak asing.Ooh..iya,itukan Laki laki yang waktu itu ke rumah Syifa.Tapi kenapa mereka bisa sama sama ada di situ ya.??..hmm..ada yang nggak beres ini!!" Maliq melototkan matanya ke arah TV sambil bergumam kesal setelah melihat kehadiran Fandi di samping Syifa.