
"Rupanya aku terlalu cepat datang" Gumam Syifa sambil melirik jam tangan di pergelangannya.
"Baru jam delapan.Lebih baik aku ke perpustakaan dulu.Lumayan punya waktu satu jam untuk membaca" Syifa mengayunkan langkahnya menuju perpustakaan.
"Syifa..!!"Pekik seseorang memanggil nama Syifa.
Syifa menengok dan melihat Evren teman barunya sedang berlari kecil mengejar Syifa.
Esana Evren adalah teman yang baru dikenal Syifa dua minggu terakhir ini.Gadis berumur 25 tahun berkebangsaan Turky,memiliki tinggi badan 1,70 cm.Berkulit putih bersih dan berambut agak pirang serta memiliki mata bulat dihiasi bulu mata lentik dengan manik berwarna kehijauan.
Evren gadis yang ceria dan sedikit centil.Dia menjadi orang yang pertama mau berteman dengan Syifa.Syifa dipandang berpenampilan aneh karena pakaian syar'inya sehingga orang sedikit risih untuk sekedar berkenalan dengannya.
"Hallo bee..mau kemana??" Seru Evren dengan nafas sedikit tersengal.
Evren senang memanggil Syifa dengan panggilan "Bee".Menurutnya Syifa seperti lebah lucu.Terlalu imut katanya untuk jadi mahasiswa.
"Kamu itu pantasnya jadi anak SMA .Tidak cocok jadi mahasiswa,apalagi mahasiswa pasca sarjana" Kata Evren awal kenalan dengan Syifa.
"Perpustakaan..."jawab Syifa sambil tersenyum pada Evren.
"Oo..ok aku ikut" Ujar Evren sambil merangkul bahu Syifa.
__ADS_1
"Ayo..!!"
Sejam kemudian Syifa dan Evren keluar dari ruang perpustakaan dan menuju kelas.
"Moga saja dosennya blm datang.Kita terlalu asik membaca sampai lupa waktu "Ujar Evren.
Syifa mengangguk."Ayo buruan !!".
Syifa dan Evren masuk ke dalam kelas dengan langkah ragu ragu..
"Astaga...dosennya sudah datang " Desis Evren sambil menepuk jidatnya.
Dosen melirik sekilas ke arah Syifa dan Evren dan kembali menunduk cuek membaca buku di depannya.Dia tidak memperdulikan kehadiran mahasiswanya.
"Psst...psstt... sini !!" Pria bule melambai ke arah Syifa sambil menunjuk bangku kosong di depannya.
Syifa bergegas menuju bangku dan duduk di bangku yang di tunjuk oleh pria bule tersebut.
"Haii...kita ketemu lagi !!!"Bisik pria bule di belakang Syifa.
Sekilas Syifa menengok ke belakang."Astagfirullah...dia kan pria bule tetanggaku "Batin Syifa terkejut.Tapi sebisa mungkin dia menunjukan wajah datarnya lalu menatap ke arah depan tanpa memperdulikan bisikan pria tersebut.
__ADS_1
"Hei..heii..kau belum membalas sapaanku.Ternyata kita sekelas,nanti kita pulang sama sama yaa..!! " Bisik Qenan lagi sambil menendang nendang pelan bangku Syifa.
Syifa menarik nafasnya lalu memutar bola matanya jengah.
"Astagfirullah..reseh banget nih anak.." Gumam Syifa kesal.
Sampai mata kuliah berakhir,Syifa tidak dapat menyimak penjelasan dosen dengan benar,sebab Qenan terlalu berisik di belakangnya.
Syifa beranjak menuju pintu kelas setelah dosen keluar.
"Bee..tunggu !!" Pekik Evren melihat Syifa keluar tanpa menunggunya".
Seketika Syifa berhenti dan membalikan badannya ke arah Evren.
"Kenapa sih kamu,keluar tidak ajak ajak " Rajuk Evren pada Syifa.
"Maaf,lupa..!!" ucap Syifa pelan.Dia terlanjur kesal pada Qenan hingga lupa mengajak Evren keluar.
"Astagaa..bee.Kamu itu belum tua tapi sudah pikun...ha..haa.." pekik Evren sambil terbahak.
Syifa hanya tersenyum tipis tanpa menanggapi kelakar Evren.
__ADS_1
Dari bangku dibarisan belakang,Qenan terus menatap Syifa dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.Sepertinya dia tidak berniat untuk segera beranjak dari bangkunya." Gadis menggemaskan " Desis Qenan sambil menatap punggung Syifa yang semakin menjauh.