Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
249


__ADS_3

" Mana Mamah, Bu Siti ?? Tanya Maliq pada asisten rumah tangga Mamahnya.


" Ibu baru saja istrahat di kamarnya Nak Maliq..!! dia baru saja habis munim obat. " Jawab wanita sebaya dengan Mamahnya itu dengan lembut.


Maliq mendorong pelan pintu kamar Mamahnya.Ada perasaan ragu hinggap di hatinya.Dia takut, Mamah kembali akan memarahinya.


Sudah sebulan sejak kepergian Syifa, Mamah marah pada Maliq.Dia murka dan sangat kecewa atas tindakan Maliq.


Sejak kepergian Syifa, kesehatan Mamah menurun.Asam lambung dan gula darahnya naik.Dia stres memikirkan menantu dan cucunya yang baru lahir itu.


Mamah terus mencari keberadaan Syifa dengan bantuan orang orang suruhannya, tapi hasilnya nihil hingga menambah beban pikiran Mamah.


Maliq menatap wajah tenang Mamah yang sedikit pucat.Dengkuran halus terdengar teratur, menandakan Mamah sedang tertidur pulas.


" Sebaiknya aku tunggu Mamah bangun dulu " Gumam Maliq seraya membalikan badannya keluar dari dalam kamar Mamah.


Maliq mengayun langkahnya menuju teras belakang rumah.Saat mendekat, sayup terdengar suara Kak Dewi dan Ayin sedang bercakap dari teras belakang.


" Kau tahu Ayin..!! aku sangat puas ketika mendengar bahwa Syifa dan anaknya itu telah pergi " Suara Kak Dewi terdengar di telinga Maliq.


" Deg..!! " Jantung Maliq terasa berdetak lebih cepat ketika dia mendengar ucapan Kakaknya itu.


Seketika dia merapatkan tubuhnya di balik dinding.Dia ingin menguping pembicaraan kedua saudara perempuannya itu.


" Kemarin aku sengaja menyembunyikan ponsel Maliq, ketika aku lihat ada panggilan dan chat dari Syifa.Dia ingin mengabarkan pada Maliq bahwa dia sudah mengalami kontraksi "


" Saat aku ingin keluar beli air minum di swalayan depan rumah sakit.Aku melihat Syifa baru turun dari taksi.Dan tak lama kemudian, sangat kebetulan sekali tiba tiba temannya yang lalu mengantarnya ke rumah datang mendekati Syifa "


" Aku mendekat ke arah mereka.Tapi aku bersembunyi di balik mobil yang terparkir.Aku foto semua kegiatan mereka.Aku sengaja mengambil foto mereka saat ada kesan intim "


" Tak hanya sampai di situ.Aku terus membuntuti mereka sampai masuk ke dalam ruang rawat.Aku terus mengambil gambar mereka berdua "


" Dari percakapan mereka yang kudengar, sepertinya laki laki itu sedang mengunjungi calon mertuanya di ruang ICU dan tidak sengaja melihat Syifa yang sedang kesakitan di samping taksi "


" Dua hari aku menyembunyikan ponsel Maliq dan mengembalikannya di jok mobilnya agar terkesan memang dia melupakan ponselnya di mobil.Tapi sebelum mengembalikan ponsel itu, terlebih dahulu aku menghapus riwayat chat dan panggilan dari Syifa, agar Maliq tetap prangsangka pada Syifa " Tutur Kak Dewy panjang lebar.Tak ada nada penyesalan dalam setiap kata katanya.


Maliq mengepalkan tangannya menahan emosi.Badannya bergetar karena geram.Dadanya turun naik menahan gemuruh yang semakin sesak menekan dadanya.


" Sadis kamu, kak !! Sebegitu niatnya Kak Dewi menyingkirkan Syifa, sampai harus membuntuti mereka seperti seorang detektif...Haa.haa.. !! Cetus Ayin sambil terbahak.


" Iya dong..!! sedikit usaha, membuahkan hasil yang memuaskan..ha..ha.. !! " Pungkas Kak Dewi bangga ikut terbahak.


" Setelah aku mengembalikan ponsel Maliq, aku mengirimkan foto foto Syifa pada Maliq pakai nomor baru, agar terkesan natural. Dan akhirnya, kita lihat..Syifa pergi dari hidup Maliq.Kita bebas mendekatkan dirinya dengan Sandra.Tidak sudi aku punya ipar kampungan seperti Syifa, tidak level.Niatnya menikahi Maliq pasti hanya ingin hartanya ." Ujar Kak Dewi lagi sambil mencibir menghina Syifa.


Mereka berdua kemudian kembali terbahak, tertawa dengan puas tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

__ADS_1


" Braak...!! "


Tawa mereka seketika berhenti dan menengok ke arah suara tadi.Mereka terjengkit kaget.


Maliq menendang guci yang terletak di belakang bangku teras yang sedang di duduki oleh Kak Dewi hingga hancur berantakan.


" Deg..!! "


" Mmm Maliq !! "


" Kak..Mm Maliq !! "


Kak Dewi dan Ayin terpekik serentak melihat kehadiran Maliq.


" Kenapa ?? kalian terkejut melihatku ??. Kalian berdua memang manusia manusia iblis ?? Kalian telah memfitnah istriku tanpa ampun !! sebenarnya mau kalian itu apa, haa..?! " Teriak Maliq sambil menatap nyalang pada kedua saudarinya itu.


" Kalian tega padaku..!! kalian mempermainkan hidupku..!! kurang baik apa aku pada kalian.Sehingga kalian sengaja ingin memisahkan aku dari istri dan anakku yang baru lahir !! "


" Kak Dewi.. !! apa kau tahu...di luar sana istri dan anakku pergi tanpa uang ataupun bekal. Syifa tidak mempunyai sanak saudara di sini.Dan perlu kalian ketahui, dia tidak mengambil se senpun uang yang aku berikan padanya, dia mengembalikan kartu tabungan yang dipegangnya selama ini "


" Heleeh...paling dia pergi dengan selingkuhannya..!! Seru Kak Dewi pongah tanpa merasa bersalah, setelah dia bisa menguasai kegugupannya.


" Plaaak..!! "


" Kak Maliq !! " pekik Ayin terkejut.


" Maliq..kau menamparku ?? kau menampar kakakmu ini ?? " Pekik Kak Dewi seraya meraba pipinya yang ditampar oleh Maliq.Matanya melotot ke arah Maliq.


" Iya..!! aku menamparmu.Bahkan aku akan melakukan lebih dari itu.Hilang sudah rasa hormatku padamu !! kau bukan kakakku !!Bagiku kau tidak lebih dari makhluk hina pembawa fitnah.Jika mati kelak, kau akan berkumpul dengan istri dari Abu lahab di dalam neraka jahanam .!! " Maki Maliq pada Kakaknya seraya menudingkan telunjuknya di wajah Dewi.


Ayin semakin ketakutan.Tubuhnya bergetar melihat Maliq menampar kakak perempuannya.


" Selama ini, walau aku sudah menikah.Aku masih tetap memperhatikan anak anak kalian. Karena aku menyayangi anak kalian berdua. Tapi apa.. ?? kalian tidak sedikitpun merasa kasihan dengan anakku.Kalian sengaja memfitnah ibu dari anakku sehingga mereka berdua harus pergi tanpa membawa apa apa " Ucap Maliq lemah.Hatinya sakit ketika mengingat anak dan istrinya pergi tanpa membawa apa apa.


" Ada apa ini ?? kenapa ribut ribut ?? Astaghfirullah...kenapa berantakan sekali ?? " Pekik Mamah dengan suara lemah.


Pekikan Mamah berhasil mengalihkan atensi Maliq dan kedua saudaranya.


" Mamah..!! " Gumam Ayin dan Kak Dewi serentak.Seketika mereka gelisah dengan wajah yang memucat.Mereka takut, Mamah akan mengetahui hal yang sebenarnya.


" Kenapa kalian diam, haa..!! " Sentak Mamah seraya menatap tajam ke arah tiga anaknya.


" Mamah tahu..siapa dalang dari kepergian Syifa ?? " Tiba tiba Maliq buka suara seraya menatap nyalang ke arah Kakaknya.


" Haa..!! siapa ?? " Beo Mamah bingung.

__ADS_1


" Dia..!! wanita keji ini !! " Tuding Maliq pada Kak Dewi.


" Maliq ..apa maksudmu ?? kenapa bahasamu seperti itu.Tidak sopan !! " Sentak Mamah geram melihat Maliq melewati batasannya.


" Hehh..aku harus sopan pada manusia keji seperti ini ?? cih..tidak sudi aku !! " Maliq berdecih lalu segera menceritakan masalah yang sesungguhnya.


" Astaghfirullah...!! " Mamah beristigfar lirih.Dia sangat shock mendengar cerita Maliq.Tubuhnya melemah seketika dan hampir ambruk ke lantai jika tidak segera ditahan oleh Maliq.


Maliq mendudukan tubuh Mamah di kursi teras.


" Benar itu Dewi ?? jawab Mamah !! " Seru Mamah lemah.


Kak Dewi tertunduk tajam.


" Jawab Dewi..!! jangan pura pura takut di hadapanku !! " Pekik Mamah emosi.


" Sayang..!! " Tiba tiba suara bariton milik suami Kak Dewi menginterupsi Mamah.


Maliq menatap sinis ke arah Tofan, suami Kak Dewi.Seketika dia geram melihat wajah pria dewasa itu.


" Ada apa ini ribut ribut ?? " Kakek tiba tiba muncul juga keluar dari pintu teras.


Seketika wajah Maliq semakin menggelap menahan emosi ketika melihat kehadiran kakek.


" Ada apa ini.Kenapa semua di sini dengan wajah tegang..?? dan kenapa berantakan sekali ?? "


" Kalian berdua, para perempuan iblis !! mulai saat ini aku menghentikan bantuanku untuk anak anak kalian.Silahkan kalian biayai sendiri kebutuhan anak anak kalian yang berselera tinggi itu !! "


Maliq tidak peduli dengan kehadiran kakek.


" Dua anakmu yang sedang kuliah di kedokteran dan satu lagi sedang mengambil spesialis.Silahkan pikirkan sendiri biayanya "


" Dan kau Ayin..!! silahkan pikirkan bagaimana caranya membiayai kedua anakmu itu.Mulai detik ini aku menghenghentikan semuanya !! " Ucap Maliq datar tapi dengan tatapan penuh kemarahan.


" Apa apaan ini Maliq ?? kenapa kau bicara seperti itu ?? " Ujar Kakek geram pada Maliq.


Mamah diam tanpa suara.Tatapannya kosong.Dia semakin tertekan dengan keadaan.


" Ada baiknya kakek diam.Tidak usah terlalu banyak ikut campur dengan urusanku !! " Sarkas Maliq geram.Tidak ada lagi rasa sungkan dan hormatnya pada kakeknya.Dia muak dengan kakeknya yang otoriter.


Semua orang di situ langsung terperangah mendengar ucapan Maliq.


" Maliq...!! kenapa kau kurang ajar sekali ?? dimana sopan santunmu ?? " Pekik kakek geram.


Maliq hanya tersenyum sinis. Ditatapnya wajah kakek dengan tatapan dingin.

__ADS_1


__ADS_2