Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
55


__ADS_3

Syifa membalikan badannya ke arah sumber suara.


"Hhffftt...dia lagi,Si tukang cari masalah"Keluh Syifa di dalam hati.


Syifa melangkah ke dalam rumah,tak dihiraukannya sindiran Ayin.Buang buang energi saja kalau ditanggapi,begitu menurut Syifa.


"Dasar kampungan tidak tau diri"pekik Ayin memprovokasi Syifa lagi.Dia geram Syifa tidak menanggapi seruannya.


Syifa melengos lalu melangkah dengan anggun dari hadapan Ayin.


"Sial...makin berani saja itu anak kampung"geram Ayin sambil menatap punggung Syifa yang menjauh.


***


Sesuai janji Mamah kemarin pada Syifa,sebelum jam 4 Mamah sudah pulang dari kantor.


"Assalamualaikum"Salam Mamah terdengar saat masuk ke dalam rumah.Siti yang sedang membersihkan meja tamu langsung menoleh dan menjawab salam Mamah.


"Waalaikum Salam Warrahmatullahi Wabarakatuh,eh..sudah pulang bu?!!"


"Syifa mana Siti??"Tanya Mamah pada Siti.

__ADS_1


"Nak Syifa lagi di taman belakang,Bu..lagi nyiram tanaman".Jawab Siti membungkuk hormat.


Mamah langsung berjalan ke arah taman belakang rumah dan memanggil Syifa.


"Syifa...ngapain,Sayang??"


"Eeh..Mah,sudah pulang Mah??Syifa lagi nyiram tanaman,Mah..."


"Iya,nih baru sampai.Kamu siap siap ya Sayang,kita kan mau ke mall hari ini".


"Iya,Mah..Syifa siap siap dulu Mah.."


"Ok..Mamah mau mandi juga dulu,rasanya badan Mamah sudah lengket"Ujar Mamah sambil melangkah ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamarnya.


"Astagfirullah...Laras,bikin kaget saja.Iya,Sayang kita jadi pergi.sana siap siap".


"Ok Nenek cantik"ujar Laras sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Ckk...kalau ada maunya pasti begitu."gerutu Mamah gemas pada tingkah cucunya.


Satu jam kemudian..mereka telah bersiap siap ke mall.

__ADS_1


"Mamah sama Laras mau kemana?Tanya Ayin yang tiba tiba keluar dari dalam kamarnya.


"Mau jalan jalan ke mall,mah.."Seru Laras antusias."Mamah nggak ikut??


"Malas,Mamah lagi nunggu teman Mamah datang".


"Ya udah...ayo Nek,Tante Syifa kita lets go..."Pekik Laras penuh semangat.


"Ayin memutar bola matanya malas,dan menatap sinis ke arah Syifa.


Kini mereka bertiga sudah berada di mall.


Mamah menyuruh Syifa memilih pakaian yang disukainya,tapi Syifa tidak ingin membeli pakaian.Yang sebenarnya dia ingin hijrah,dia ingin membeli pakaian muslim.Dia berniat untuk memakai hijab.Tapi dia merasa sungkan untuk mengatakan pada mertuanya.


"Syifa...kamu tidak ingin membeli pakaian sayang??liat tuh si Laras sudah mau tenggelam dalam belanjaannya"Seru Mamah sambil menunjuk ke arah Laras yang lagi kalap belanja,katanya mumpung belanjanya sama Nenek.kalau belanja sama Mamahnya pasti diomelin kalau belanja sudah lebih dari dua macam.


Syifa menggeleng pelan "Kan baru seminggu yang lalu Mamah ajakin Syifa belanja Mah...yang kemarin saja belum kepake semua.Nanti mubazir Mah.."Ujar Syifa lirih.


"Yang kemarin kan cuman beberapa lembar saja,sayang...!!sekarang kamu pilih pakaian yang bakal kamu pakai ke kampus nanti.."Ujar Mamah lembut pada Syifa,matanya sendu menatap Syifa.


"Mmm...Mah,Syifa boleh bilang sesuatu nggak Mah"Ragu Syifa mengajukan pertanyaannya.

__ADS_1


"kenapa Nak?bilang saja,memangnya apa yang Syifa mau bilang ke Mamah hmm??kok kaya ragu ragu gitu??.tanya Mamah ke Syifa sambil menatap wajah Syifa yang tertunduk dengan intens.


__ADS_2