
Eeh..Sandra hamil ?? trus dia hamil sama siapa ?? berarti dia sedang berusaha menjebakku ?? " Tutur Maliq tanpa jeda.Dia menatap Syifa dengan tanda tanya.
" Iya..dia hamil dan dia ingin Kakak jadi ayah dari anak yang dikandungnya,sebab laki laki yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab " Jelas Syifa pada Maliq.
" Astagfirullah..benar benar perempuan tidak tau diri !! " Geram Maliq.Wajahnya memerah menahan emosi.
" Siapa yang bilang ke adek, bahwa Sandra hamil ?? " Tanya Maliq.
" Adek dengar sendiri dari mulut Sandra " Jawab Syifa.Lalu dia menceritakan secara detail percakapan Sandra dengan seseorang di telepon malam itu.
" Sial...!! dasar wanita murahan.Aku akan buat perhitungan dengannya !! " Maki Maliq dengan geram.
" Astagfirullah...!! tidak baik memaki dan mencela seseorang,Kak..!! ada baiknya kita mendoakan dia agar secepatnya dapat hidayah " Ujar Syifa lembut menanggapi kemarahan Maliq.
" Astagfirullah....!! maaf,dek !! Kakak terbawa emosi " Maliq beristigfar menyadari kesalahannya.Dia mengusap wajahnya dengan kasar.
" Iya..Kak !! sebisa mungkin Kakak harus hadapi persoalan ini dengan bijaksana.Makanya adek melarang Kakak untuk menyentuh Sandra.Karena dia adalah istri yang haram disentuh oleh suaminya.Dia hamil dari hasil zina.Adek tidak ingin Kakak melakukan perbuatan haram " Tutur Syifa tanpa maksud untuk menggurui Maliq.
Maliq terkejut dengan ungkapan Syifa.Dia sangat terharu,ternyata Syifa sangat menyayanginya.Dipeluknya tubuh Syifa lalu mencium pipi dan kening Syifa berulang ulang" Masyaa Allah..!! adek benar benar istri sholehanya Kakak.Terima kasih dek..sudah mau peduli dengan Kakak.Padahal Kakak sering membuat adek kecewa".
" Kakak harus mengatakan ini pada Kakek.Biar Kakek sadar bahwa perempuan yang dibanggakannya itu tidak lebih dari seorang penipu " Ujar Maliq.
Syifa menggeleng." Jangan Kak.Belum waktunya !! " Tukas Syifa.
" Kenapa,dek...kita harus segera mengungkap kebusukan Sandra" Maliq heran Syifa mencegahnya mengungkap kebenaran pada Kakeknya.
" Biarlah waktu yang akan mengungkapnya.Perut Sandra semakin hari akan semakin membesar.Tanpa kita ungkap,rahasianya pasti akan terungkap dengan sendirinya.Maka dari itu,jangan sekali kali Kakak menyentuhnya.Agar dia tidak punya alasan untuk menjebak Kakak "
" Dan lagipula..jika Kakak mengungkapnya sekarang.Kakek pasti akan semakin membenci adek.Beliau pasti akan menuduh adek mempengaruhi Kakak.Kakek sudah terlanjur membenci adek, dia tidak butuh alasan untuk membenci adek.Dan hal ini akan menjadi satu alasan Kakek untuk semakin membenci adek ".
" Hanya satu yang adek mohon..jangan berdekatan dengan Sandra tanpa ada orang lain di situ.Dia sedang mencari cara saat ini untuk menjebak Kakak "
Maliq termangu mendengar penjelasan Syifa.Dia sangat terharu dengan sikap bijaksananya." Masyaa Allah..!! Kakak sangat beruntung mempunyai istri seperti adek.Selain cerdas,ternyata adek sangat bijaksana "
Syifa hanya tersenyum tipis." Jangan terlalu memuji adek,Kak..adek hanyalah perempuan biasa yang tidak bisa apa apa tanpa Allah.Jika Allah tidak mengijinkan,adek tidak akan tau apa rahasia dan rencana Sandra sebenarnya"
" Pujilah dan cintailah adek karena Allah,agar rumah tangga kita selalu diberkahi oleh Allah "
__ADS_1
Maliq berdiri dan meraih tubuh Syifa,dibawanya ke atas pangkuannya.Dibenamkan wajahnya di punggung Syifa lalu berbisik pelan " Kakak mencintaimu karena Allah.Semoga Allah mengijinkan kita menjadi suami istri sampai ke akhirat kelak!!".
" Aamiin " Desah Syifa sambil tersenyum teduh.
" Drtt..drtt..drtt.." Suara ponsel Maliq yang terletak di atas nakas dalam kamar tiba tiba menginterupsi suasana haru Maliq dan Syifa.
" Kak..ponsel Kakak bunyi !! " Kata Syifa sambil mengelus pelan tangan Maliq yang melingkar di perutnya.
" Biar saja dulu..!! " Gumam Maliq enggan melepas pelukannya.
" Ck..Kakak ini..siapa tau itu penting " Gerutu Syifa lalu mengurai pelukan Maliq.Dia beranjak dari pangkuan Maliq karena Maliq bergeming.Gegas dia berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponsel Maliq.
" Kak...ini telpon dari Kakek !! Ujar Syifa sambil menyodorkan ponsel Maliq.
Maliq meraih ponselnya tapi enggan mengangkat panggilan kakek.
" Kakak ..ikkhh !! angkat !! siapa tau penting,kak !! " Kesal Syifa melihat Maliq mengabaikan panggilan kakek.
" Biar saja dulu,dek...!! kakak lagi malas berdebat dengan kakek.Pasti dia menelpon karena Sandra mengadu pada kakek lagi."
" Tapi,itu hp Kakak bunyi terus "
" Ya...hallo ..Assalamualaikum !! " Ucap Maliq datar yang akhirnya mengangkat panggilan kakek.
" Hallo..Maliq !! kamu di mana ?? kenapa kamu meninggalkan Sandra sendiri di rumah.Kamu memang benar benar suami dzolim,kamu hanya membawa istri pertamamu tanpa membawa Sandra.Kamu terlantarkan Sandra hanya karena perempuan itu !! " Bentak Kakek dari sebrang dengan nada penuh kemarahan.
" Astahfirullah...!! aku lagi perjalanan keluar kota,kakek !! urusan kantor" geram Maliq berbohong dengan suara bergetar menahan emosinya.Dia tidak ingin membentak kakek yang sangat dihormatinya itu.
" Hah...perjalanan urusan kantor apa pake bawa bawa istri segala?? alasan !! ini pasti akal bulus istrimu itu untuk menjauhkanmu dari Sandra !! " Pekik Kakek.
Maliq semakin geram mendengar kata kata Kakek yang menyudutkan Syifa.Diliriknya Syifa yang masih setia duduk di depan kursinya.
Syifa hanya mengangguk pelan dan tersenyum manis.Seolah mengatakan ' tidak apa.Aku tidak kenapa napa '
Maliq menghela nafasnya dengan kasar " Aku mohon Kek,jangan pernah lagi menyudutkan Syifa dengan tuduhan yang tidak beralasan.Aku membawanya karena aku minta bantuannya untuk memeriksa laporan keuangan di beberapa sentral di Kota C.Dia sering membantuku dalam hal ini.Dan saat ini aku sangat membutuhkan bantuannya " Tutur Maliq dengan suara pelan.Dia sangat frustasi menghadapi keangkuhan kakeknya.Kali ini dia tidak berbohong.Di kantor tadi,Syifa memang membantunya memeriksa laporan keuangan dari beberapa sentral.
" Heh...alasan..!! sehebat apa memang dia ?? Sandra juga bisa membantumu.Dia juga seorang sarjana" Geram Kakek mencibir Syifa.
__ADS_1
" Astaga Kakek...Saat ini aku hanya butuh bantuan orang yang berkompeten.Syifa Master Ekonomi keuangan.Sedangkan Sandra hanya sarjana strata satu jurusan sastra Indonesia.Jelas ini bukan bidang Sandra,Kakek !! " ujar Maliq semakin kesal.
Seketika kakek terdiam mendengar penjelasan Maliq.
" Hmm ..ok.Kali ini kakek terima alasanmu.Tapi lain kali kamu harus mengajak serta Sandra.Kapan kamu balik?? kakek mau sebelum kakek pulang,kakek ingin bicara denganmu.Kakek dan nenek sekarang ada di rumahmu,menemani Sandra ".
" Belum bisa di pastikan Kek..soalnya dari kota C kami harus ke Kota B meninjau Sentral di sana.Bisa jadi perjalanan ini sampai sebulan " Dusta Maliq jengah.
" Astaga...!! itu lama sekali kamu meninggalkan Sandra sendiri.Dan Kakek akan pulang ke kota kakek dua hari lagi.Kebun kopi akan panen minggu ini !! pekik Kakek terkejut mendengar penuturan Maliq.
" Mau bagaimana lagi,Kek...aku terlalu lama mengabaikan pekerjaanku waktu Kakek dirawat di rumah sakit !!" Desah Maliq.
" Heh..jadi kamu menyalahkan Kakek ???"
" Tidak,kek...aku cuma menyatakan yang sebenarnya bahwa pekerjaanku saat ini menumpuk.Maka dari itu aku butuh bantuan Syifa 'Istriku' " Jelas Maliq sambil menekan kata istri dalam ucapannya.
" Hhff...ya sudah..!! kakek harap kamu tidak mengecewakan kakek " Kakek memutuskan panggilan sepihak tanpa mengucapkan salam dan menunggu tanggapan dari Maliq.
" Hhff..itu kan,dek...!! akhirnya cuma berdebat dengan kakek.Makanya Kakak tidak ingin mengangkat panggilan kakek " Keluh Maliq pada Syifa.
Syifa tersenyum tipis." Kenapa kakak berbohong bahwa kita akan lama perjalanannya.Bagaimana kalau kakek menunggu kita sampai beberapa hari ke depan? " Gusar Syifa.
" Hmm setelah Kakak pikir pikir.Kita akan menginap di hotel ini sampai memar di pipi adek hilang.Lalu kita akan ke kampung halamanmu tanpa balik ke rumah.Biar kita beli pakaian saja,atau kakak akan telpon Bu Ati untuk mengantarkan pakaian kita ke hotel.Kakak percaya pada Bu Ati " Jelas Maliq pada Syifa.
Syifa menjatuhkan rahangnya terkejut dengan rencana Maliq." Tapi,itu akan lama nantinya kita menginap di hotel,kak.Pasti biayanya mahal.Pemborosan itu namanya " Kesal Syifa.
" Tidak,dek.Kakak belum bangkrut kalau cuma menginap di hotel satu dua minggu.Uang Kakak masih banyak " Ucap Maliq pongah.
" Cih...mubadzir "
" Tidak apa,dek...hitung hitung untuk menebus waktu kita yang hilang beberapa tahun ..hmm !! " ujar Maliq sambil mengelus kepala Syifa dengan penuh kasih.
" Hmmm...terserah Kakak deh... !! " gerutu Syifa sambil beranjak dari tempatnya lalu berjalan ke dalam kamar.
" Eeh..mau kemana ?? "
" Tidurr !! " Ketus Syifa tanpa menoleh ke arah Maliq.
__ADS_1
" Ikuut..!! " pekik Maliq sambil berlari menyusul Syifa.