Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
228


__ADS_3

" Assalamualaikum Syifa !! apa kabar ?? " Suara bariton yang tadinya ketus,tiba tiba melunak menyapa Syifa.


" Waalaikum salam warrahmatullah...Alhamdulillah baik !! " sahut Syifa datar tanpa menatap ke arah lawan bicaranya.


" Maaf yang tadi...temanku tidak sengaja menabrakmu "


" Aah..ya tidak apa apa.Aku tadi cuma terkejut saja tiba tiba ditabrak dari belakang " Ujar pria tampan itu sambil tersenyum canggung.Tatapannya tidak lepas dari makhluk mungil di depannya.Mata itu menyiratkan berjuta kerinduan yang tidak mungkin dia ungkapkan.


" Ternyata masih seperti Syifa yang dulu.Tidak mau menatapku,bahkan sekarang sikapnya tambah dingin.Semakin kokoh saja tembok yang dibangunnya " Hatinya membatin perih.


" Ekhhem....bagaimana kalau ngobrolnya kita lanjutkan di kedai es krim " Dehaman Sandra tiba tiba memecah suasana kaku.


Pria itu monoleh sekilas ke arah Sandra. " Mm..sepertinya ide yang bagus "


" Tidak,Sandra..!!!.itu bukan ide yang baik.Kita lanjut saja jalan jalan, dia mungkin punya kesibukan sendiri " Tolak Syifa to the poin.Dia tidak ingin bicara dengan laki laki tanpa ada suaminya dengannya, walau ada Sandra bersamanya dia merasa itu tidak baik.Dia ingin menjaga marwahnya sebagai perempuan yang telah bersuami.


Sandra melongo." Haa...what ?? dia menolak bicara dengan pria tampan ini ?? siapa sebenarnya pria ini ?? sepertinya orang dari masa lalu Syifa " Monolog Sandra dalam hati.Dia gemas Syifa menolak ajakan pria itu, padahal dia ingin kenalan dengannya.


" Mm...sepertinya Syifa benar, aku memang masih punya kesibukan " Ujar pria itu lemah.Tersirat sebuah kekecewaan di matanya karena ditolak oleh Syifa.Jujur dia sangat rindu pada Syifa.Dari dulu hingga sekarang,hatinya masih terpaut pada Syifa.Rasa itu masih sama,tak sedikitpun berkurang.


Syifa mengangguk pelan tanpa menatap wajah pria itu.


" Kalau begitu aku duluan. Semoga bisa ketemu lagi !! Assalamualaikum !!" Pamit pria itu dengan nada lembut menekan rasa kecewa seraya membalikan badannya lalu melangkah pergi.


" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh !! " Ucap Syifa pelan.


" Eeh...kita belum kenalan !! " pekik Sandra mencoba mencegah langkah pria itu.


Pria tampan tersebut membalikan badannya lalu tersenyum. " Tanya ke Syifa saja yaa..!! " Ujarnya lalu melanjutkan langkahnya.


Syifa menggelengkan kepalanya lalu menatap tajam ke arah Sandra. " Jagalah marwahmu sebagai perempuan !! Ucap Syifa datar lalu berjalan meninggalkan Sandra yang tercenung mendengar ucapan Syifa.


" Eeh..Syifa !! tunggu !! " Sandra tersentak kala melihat Syifa sudah menjauh dari jadapannya.


" Syifa..!! siapa pria tadi ?? " Tanya Sandra ketika mereka sudah duduk di kedai es krim.


Syifa yang sedang menikmati es krimnya dengan hikmad,sontak menatap Sandra dengan kening saling bertautan.


" Mm maksudku..siapa namanya ?? " Sandra grogi dengan tatapan Syifa.


" Setelah ini kita kemana ?? " Ujar Syifa tanpa menanggapi pertanyaan Sandra.


" Haa..?? aku bertanya malah balik nanya !! ada apa dengan Syifa, kenapa seolah dia tidak ingin menyebut nama pria itu.Dan sikapnya terhadap pria itu sangat kaku seolah dia tidak ingin bertemu dengannya.Apa pria itu pernah menyakiti Syifa ?? " Monolog Sandra lagi sambil termenung.


" Sandra..!! setelah ini kita ke mana ?? " Tanya Syifa kembali melihat Sandra termenung.


" Aah...iya,bagaiman kalau kita belanja baju.Baju baju yang kupunya kayanya sudah pada kecil semua.Soalnya perutku sudah semakin besar " Ujar Sandra sambil terkekeh kecil.Dia memilih tidak melanjutkan pertanyaannya pada Syifa.Dia takut Syifa akan menjauhinya.

__ADS_1


" Ok...baiklah kalau begitu kita belanja baju " Ujar Syifa datar seraya bangkit dari tempat duduknya.Dia dan Sandra telah selesai makan es krim.


~~


"Kita makan dulu deh,Syifa..!! perutku kayanya sudah minta diisi " Ujar Sandra sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.Saat ini mereka sudah selesai belanja pakaian.


" Boleh,tapi sebelumnya kita belanja kebutuhan rumah dulu." Sahut Syifa.


" Mm..iya deh...Ucap Sandra sambil mengikuti langkah Syifa.


" Susu hamil kamu kayanya sudah habis,Sandra..jangan lupa beli itu !! "


Sandra menoleh sekilas pada Syifa yang sedang mendorong troli belanjaan.


" Dia sangat perhatian dengan kebutuhanku.Aku saja sampai lupa bahwa susu hamilku sudah habis " Batin Sandra terharu dengan perhatian Syifa.


" Sandra !! " Syifa memanggil nama Sandra sambil melambaikan tร ngannya di depan wajah Sandra yang termenung.


" Eeh...ii iya..aku ambil susunya dulu " Sandra gelagapan lalu melangkah menuju rak susu.


" Kita makan dulu !! " Ajak Syifa pada Sandra, setelah mereka selesai belanja kebutuhan rumah.


" Ayo !! " Sahut Sandra.


Mereka segera mengambil tempat di dalam food court lalu memesan makanan yang ada di daftar menu.


Saat sedang menikmati makan siang,tiba tiba Syifa seperti mendengar suara yang familiar di telinganya.


" Kak Maliq ?! " Gumam Syifa sambil menautkan keningnya menatap intens ke arah Maliq yang duduk tidak jauh darinya dengan posisi memunggunginya.


Sandra yang mendengar gumaman Syifa sontak mengangkat wajahnya ikut menatap ke arah tatapan Syifa.Dia melihat punggung seorang pria yang diyakini itu adalah Maliq.


Maliq sedang duduk dengan dua orang wanita.Yang satu seorang wanita cantik berumur sekitar awal tiga puluhan.Dan yang satunya lagi berumur sekitar empat puluhan.Kedua wanita itu berpenampilan modis dan dua duanya sangat cantik.


" Itu Maliq ?! " Monolog Sandra.


Syifa kembali ke posisi semula dan melanjutkan makannya.


" Syifa..!! itu kan Maliq ?? " Tanya Sandra meyakinkan.


" Iya..!! " Jawabnya singkat.


Sandra menautkan keningnya sambil memindai Syifa.


" Kau tidak ingin nyamperin dia gitu ?? " Tanya Sandra.


Syifa mendongak." Dia lagi kerja !! " Sahutnya santai seraya menegakkan tubuhnya karena telah selesai makan.

__ADS_1


Sandra gemas melihat Syifa yang santai saja melihat Maliq sedang makan siang dengan perempuan perempuan cantik." Hmm..sedikit nyebelin sih.Ntar suaminya diambil pelakor baru tau rasa.Tapi,bukan aku yaa..aku sudah insaf " Ungkap Sandra tapi hanya dalam hati.Mana berani dia bicara seperti itu pada Syifa.


" Samperin !! " Titah Sandra gemas.


Syifa menggeleng." Kita pulang !! " Ujar Syifa datar nyaris tanpa emosi.


" Hiss...!! " Sandra berdiri.Jiwa bar barnya segera bangkit.Dengan langkah lebar dia mendekati meja tempat Maliq sedang makan tanpa sempat dicegah oleh Syifa.


" Astaghfirullah !! Sandra !! " Desis Syifa tidak dapat mencegah Sandra.Dia menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan menggeleng frustrasi.


" Maliq...!! " Seru Sandra ketika tiba di meja Maliq.


Sontak Maliq membalikan badannya mendengar namanya dipanggil.


" Sandra !! " Seru Maliq sedikit terkejut dengan kehadiran Sandra.


Sandra menatap tajam ke arah Maliq dan memindai kedua wanita bersama Maliq.


" Kamu ngapain di sini ?? " Cecar Maliq pada Sandra.


Sandra menautkan keningnya. " Kalau ke mall kira kira ngapain ?? " Sarkas Sandra dan menatap maliq dengan tatapan tajam.


Maliq menggaruk tengkuknya tidak gatal lalu tersenyum kecut.


" Siapa pak Maliq ?? istrinya ?? " Tanya wanita empat puluh tahun sambil memindai Sandra.


" Haa ?? " Maliq terperangah.


" Bukan.. !! saya bukan istrinya..!! saya sepupunya.Istrinya yang duduk di sana itu !!" Sahut Sandra santai seraya menunjuk ke arah Syifa yang terlihat hanya punggungnya.


" Syifa ada di sini ?? " Seketika Maliq panik seraya menatap ke arah wanita berumur awal tiga puluhan.Wajahnya memucat.


Sandra tersenyum sinis.Dia membungkuk ke arah Maliq." Habislah kau !! Bisik Sandra di telinga Maliq lalu melangkah meninggalkan meja Maliq kembali pada Syifa.




Hai...author menyapa reader setia author...maaf baru sempat up lagi.



Author kembali mengucapkan terima kasih pada reader setia author yang sudah berbagi sedekah like dan votenya ๐Ÿ™๐Ÿ™



![](contribute/fiction/2763591/markdown/14760408/1650804710189.jpg)

__ADS_1



Nih yang dapat ranking mingguan memberikan dukungan..Big thanks ya ...๐Ÿ™๐Ÿ™ lope yu pull


__ADS_2