
Syifa tertunduk melihat tatapan mata elang Maliq.
"Bagus..pergi tanpa ijin,janjian dengan laki laki lain di belakang suami,pulang seenaknya kapan mau balik...istri macam apa kamu haa..!!Tiba tiba suara bariton Maliq membentak Syifa.
Syifa tersentak lalu mengangkat wajahnya menatap ke arah Maliq.
"Apaaa...!!!mau ngeles..!!!.mau mendebatku lagi,iya ??"Ujar Maliq sambil melotot ke arah Syifa.
"Kaak...Ak..aku sudah pamit pada Kakak..dan Kata Kakak terserah aku,malah Kakak tidak menginginkan aku balik lagi ke rumah ini ".Ujar Syifa lirih sambil tertunduk.
"Ohh...jadi kamu mau menyalahkan aku !!!cih..dasar perempuan sombong,munafik...sok alim.Mau berlagak sok nasihatin orang,tapi di belakang suami senang senang dengan kekasih gelapnya.."
"Jedarr.."
Untuk kesekian kalinya Syifa tersentak dengan ucapan pedas Maliq.Dia bingung dengan maksud ucapan Maliq.
"Kak...aku pergi dengan Gladis sahabatku,aku menginap di rumahnya di Jakarta.Dan sumpah demi Allah aku tidak janjian dengan laki laki ke sana.aku murni mengikuti kegiatan kampus..aku tau diri Kak..hiks...hiks.."Ujar Syifa terisak.Hatinya sakit mendengar hinaan dan cacian Maliq.Jika dulu dia pantang menitikan air mata di hadapan orang lain,tapi sekarang dia merasa tidak mampu.Dia merasa sangat terhina,harga dirinya selalu di injak injak oleh Maliq.
"Ooh..masih bisa membela diri kamu yaa...trus apa yang aku lihat di TV,kau ada di acara yang sama dengan laki laki yang ingin melamarmu tempo hari...!!apa itu namanya kalau bukan janjian,cih...pantas semangat sekali mau pergi..ternyata ada kekasih gelap lagi menunggu."
__ADS_1
Syifa tersentak kembali lalu menatap wajah Maliq dengan sendu..."Kalau maksud Kak Maliq itu,Fandi...itu bukan seperti apa yang Kak Maliq fikirkan.Fandi utusan dari Universitasnya juga,dan aku tidak tau bahwa dia ada di sana juga .Tutur Syifa mencoba menjelaskan pada Maliq.
"Eellehh..!!!alasan...!!!karena kamu sudah berani selingkuh di belakangku,jadi mulai saat ini jangan pernah kamu menegurku berhubungan dengan Linda.Camkan itu..!!." Ucap Maliq tegas penuh penekanan.
Syifa terpaku.Percuma dia menjelaskan pada Maliq,kalau Maliq jelas jelas hanya ingin memcari cari kesalahannya untuk menghalalkan kemauannya.
"Ooh...jadi ini maksudmu Kak, menuduhku tanpa bukti "Batin Syifa perih.
Maliq beranjak dari tempatnya lalu masuk ke dalam kamarnya.
Tubuh Syifa menjadi lesu mengingat tuduhan tuduhan Maliq tadi,di usapnya perlahan cairan bening yang membasahi pipinya.
Setelah selesai memasak..Syifa menyiapkan masakannya di meja makan.Lalu beranjak ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap siap ke kampus.
Satu jam kemudian,Syifa sudah rapi dan sudah bersiap ke kampus.Syifa menuju meja makan berniat untuk sarapan,dia pikir Maliq sudah ke kantor.Dia sengaja berlama lama di dalam kamar agar tidak bertemu dengan Maliq.Hatinya masih sakit mengingat setiap ucapan Maliq tadi.
"Hehh...Kak Maliq ngapain di meja makan "Gumam Syifa terkejut melihat Maliq sedang duduk manis di kursi makan.Syifa hendak berbalik menuju kamarnya kembali.
"Mau kemana kamu,dasar istri durhaka..suami dari tadi nungguin sarapan tapi nggak keluar keluar dari dalam kamar.Ngapain aja kamu di kamar.Mau bikin saya kelaparan haa...??"Tiba tiba suara Maliq menginterupsi Syifa.
__ADS_1
Syifa gelagapan lalu berjalan menuju meja makan.
"Aku pikir Kak Maliq tidak mau sarapan di rumah.."Ujar Syifa lirih.
Maliq melotot ke arah Syifa..."Jadi kamu tidak ikhlas melayani suamimu ??"
"Haa...tidak Kak...karena biasanya Kakak tidak pernah sarapan di rumah "
"Tidak usah mendebatku...ambilkan aku makanan !!!titah Maliq tanpa melepaskan tatapannya dari Syifa.Syifa mengangguk lalu mengambilkan makanan untuk Maliq.
Suasana kembali Sunyi....
"Kamu mau ke kampus ??"Tanya Maliq tiba tiba masih dengan nada ketus.
Syifa menatap Maliq sekilas "Iya Ka..."Jawab Syifa singkat dan datar.
"Mulai sekarang tidak boleh..."
"Haaah...??"
__ADS_1