Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
44


__ADS_3

"Hhfft...Aku harus semangat mengejar cita citaku,urusan rumah tangga,Aku ikut air mengalir saja".gumam Syifa sambil berjalan ke dalam kampus,setelah dia melihat mobil Maliq telah menghilang dari pandangannya.Dia bertanya pada Satpam di mana ruang BAAK.Satpam memberi petunjuk pada Syifa dengan ramah.


"Ruang BAAKnya ada di lantai 2 non,ruangan pojok sebelah kanan,pintu kaca".Satpam menjelaskan panjang lebar pada Syifa.Satpam terpana melihat Syifa,tanpa sadar bibirnya bergumam..."Masyaa Allah,ada bidadari".


"Haah...bidadari??"tanya Syifa dengan polosnya.


"Iya...nih bidadarinya..heh..he..he."Tunjuk Satpam pada Syifa sambil terkekeh.


Syifa yang mendengar gurauan Satpam,tiba tiba memasang wajah dingin.


"Terima kasih infonya pak"Ketus Syifa sambil membalikan badannya,dia merasa tidak nyaman pada Satpam.


"Haaiist...ternyata bidadarinya habis mandi es batu"..gumam Satpam setelah melihat tatapan dingin Syifa.


***


Pukul 2 siang Syifa baru menyelesaikan urusan pendaftarannya.Dia mencoba bermohon pada pihak kampus agar bisa mengikuti tes jalur beasiswa.Dan pihak kampus yang melihat nilai nilai Syifa sangat tinggi,mengijinkan Syifa untuk mengikuti tesny dua hari lagi.Syifa sangat senang,setidaknya jika dia bisa mendapatkan beasiswa dia tidak akan membebani Maliq lagi dengan biaya kuliahnya.


Syifa melangkah dengan riang keluar dari ruang BAAK.

__ADS_1


"Bruuk"


"Aaaw...sory sory...Aku nggak liat"Pekik gadis berwajah bule pada Syifa.Dia menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf,karena sudah menabrak Syifa dengan tidak sengaja.


"Iya..nggak apa apa".Ujar Syifa sambil tersenyum ramah pada gadis bule itu.


"Hai...Aku Gladis".Gadis bule itu menyodorkan tangannya pada Syifa untuk berkenalan.


"Aku Syifa.."balas Syifa sambil menyambut tangan Gladis dan menggenggamnya denga lembut.


"Kamu mahasiswa baru juga yaa??"tanya Gladis pada Syifa.


Syifa mengangguk.."Iya,baru hari mendaftar.


"Aku juga,baru hari ini mendaftar.Aku lulusan SMA Jakarta.Tapi karena Ayahku dipindah tugaskan di sini terpaksa Aku ikut.Curhan Gladis panjang lebar.


"Ooh"Syifa hanya ber oh ria.


"Oh ya...mending kita cari tempat duduk sambil ngobrol,pegal juga kali berdiri terus he...he..he..Kekeh Galdis,ternyata dia gadis periang dan ramah.

__ADS_1


"Ayo..."sahut Syifa.


"Bagaimana kalau kita ke kantin saja,sebagai permintaan maafku Aku traktir kamu,ok?"Ucap Gladis sambil mengedipkan sebelah matanya pada Syifa.


Syifa tersenyum melihat tingkah Gladis.Dia merasa nyaman dengan Gladis,walaupun mereka baru berkenalan beberapa menit yang lalu.


Gladis menarik tangan Syifa tanpa menunggu persetujuan dari Syifa.Dia mencari kantin kampus.


"Kamu ambil fakultas apa Syifa?"Tanya Gladis pada Syifa,setelah mereka duduk di bangku kantin sambil menunggu pesanan datang.


"Ekonomi"Syifa menjawab singkat


"Waaw..sama dong,Semoga kita bisa lulus tes nantinya dan bisa satu kelas.Antusias Gladis mendengar keterangan Syifa.


"Aamiin..."


Syifa merasa sangat senang di hari pertamanya datang ke kampus,bisa bertemu dengan orang seperti Gladis."Mulai saat ini aku lebih bisa membuka diri dengan orang orang baru".Monolog Syifa di dalam hati.


"Kamu di mana rumahmu Syifa,datang kamu tadi naik apa??"Tanya Gladis sangat antusias.

__ADS_1


"he..he..he..nanya satu satu,nanti sesak"Ujar Syifa sambil terkekeh melihat tingkah Gladis yang sedikit bar bar.


"Uupps..sory soryπŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2