Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
167


__ADS_3

Sore hari.Syifa selesai mengikuti mata kuliah terakhir hari ini.Gegas Syifa mengayun langkahnya menuju apartemen tempat tinggalnya.


" Bee...kali ini aku antarin ya...??!! " Pinta Evren menawarkan pada Syifa.Entah mengapa Evren merasa harus mengantarkan Syifa


" Makasih Kak...aku jalan kaki saja.Dekat kok " Ujar Syifa menolak tawaran Evren.


Setiap pulang dari kampus,Evren ingin mengantarkan Syifa tapi Syifa selalu menolak dengan alasan apartemennya dekat.Tidak sampai lima menit sudah sampai.


Syifa tidak ingin merepotkan orang lain.Rasa sungkannya pada orang lain sangat besar.


Begitupun dengan Qenan,dia hanya bisa menatap Syifa dari jauh.Setiap Qenan menawarkan tumpangan,pasti Syifa akan menolak dengan tegas.


" Ok Bee...aku duluan yaa !! " Pamit Evren pada Syifa lalu memacu kendaraannya meninggalkan Syifa.


Syifa mengangguk dan melambaikan tangannya pada Evren sambil tersenyum.


Hari ini Syifa merasa was was.Hatinya terasa gelisah. " Astagfirullah....firasat apa ini ??? Ya Allah berikanlah ketenangan pada ku ...Aamiin !! " Syifa berdoa di dalam hati sebelum melanjutkan langkahnya untuk pulang.


" Cckìiiit "


Sekitar seratus meter dari halaman kampus,tiba tiba mobil SUV berwarna hitam berhenti tepat di samping Syifa yang sedang berjalan di trotoar.


Seketika Syifa menengok ke arah mobil tersebut.Tiga orang laki laki berbadan kekar memakai topeng hitam dan berbaju hitam keluar dari mobil.


Salah satu dari laki laki itu menodongkan senjata api ke arah Syifa." Masuk ...!!! atau aku tembak " ancam laki laki yang membawa senjata api.Dua orang temannya bersiap untuk membekap Syifa.


Syifa mundur ke belakang memasang kuda kuda." Ya Allah..lindungilah aku !! mereka membawa senjata api.Kalau dengan tangan kosong mungkin aku bisa membela diri" Gumam Syifa sambil menatap tajam ke arah tiga orang bertopeng itu.


" Masuk kataku.Atau peluru ini akan menembus tengkorakmu " Bentak laki laki yang memegang pistol.


" Tangkap dia !! " titah laki laki itu pada temannya.


Kedua laki laki itu maju mendekati Syifa dan ingin meraih tubuh Syifa.Syifa berkelit ke samping dan melayangkan tendangannya ke arah rahang laki laki bertopeng.


" Bughh.." laki laki itu terhuyung ke samping.


" Bangsaat...!!! " Temannya merasa geram melihat perlawanan Syifa. Seketika dilayangkannya tinjunya ke arah Syifa.


Dengan sigap Syifa menangkap tinju itu dan memelintir ke belakang punggung laki laki itu.


Syifa mengarahkan dengkulnya menghantam pinggang lawannya.


" Kraaak "


" Aarghhh...!!" Laki laki bertopeng itu menjerit kesakitan.Pinggangnya patah dihantam oleh dengkul Syifa.


" Heii...hentikan !! Teriak Qenan.


Laki laki bertopeng yang memegang senjata panik dengan kehadiran Qenan dan melepaskan tembakannya ke arah Syifa.


" Dooor !! "


" Aaah...Allahu Akbar !! " jerit Syifa sambil mendekap pinggangnya yang tertembak.Penjahat itu menembak dari arah samping Syifa.


Ketiga laki laki itu segera masuk ke dalam mobil dan kabur melihat Syifa sudah tertembak.

__ADS_1


" Syifaaaa !! " pekik Qenan melihat Syifa amruk di atas trotoar.


" Tolong...!!! "


" Tolong ..!!! "


Qenan berteriak panik.Dia ragu untuk mengangkat tubuh Syifa.Dia tau Syifa tidak ingin disentuh oleh laki laki yang bukan mahramnya.


Evren yang melintas di tempat itu mengernyitkan keningnya.Entah mengapa Evren seperti enggan meninggalkan Syifa tadi,alhasil dia memutar balik mobilnya untuk menjemput Syifa.


" Qenan...!! ngapain dia di situ.Kenapa dia kelihatan panik ???? " Gumam Evren sambil menepikan mobilnya di depan mobil Qenan.


" Oh my god....itu kan Syifa ???!!! " pekik Evren melihat tubuh Syifa tergelak tidak berdaya di atas trotoar.


" Heiii...Qenan !! Syifa kenapa ??" Bentak Evren pada Qenan.


" Evren...tolong Syifa !! dia di tembak orang bertopeng !! " Pekik Qenan panik.


" Angkaat...b*d**!!!. Kenapa kau membiarkannya.Bawa ke rumah sakit.Masukan ke dalam mobilku !!!" teriak Evren memaki Qenan yang tidak melakukan apa apa untuk menolong Syifa.


" Tapi,Evren..Syifa akan marah " Gusar Qenan serba salah dengan keadaan.


" Astagaaa...Qenan !!! ini darurat !!! " Evren berteriak di depan wajah bingung Qenan.


Qenan tersentak dari kebingungannya.


" Astaga " Segera Qenan mengangkat tubuh Syifa dan meletakannya di kursi penumpang bagian belakang mobilnya.


" Evren kamu ikut.Kamu pangku kepala Syifa !! " Titah Qenan pada Evren.


Qenan menginjak pedal gas dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Bee..aku mohon buka matamu !! " Evren terisak mentap wajah Syifa yang pucat pasi.


" Qenan...cepaaat !!! Syifa tidak bergerak.Denyut nadinya sangat lemah hiks..hiks...!!" Pekik Evren terisak pada Qenan sambil memeriksa nadi Syifa.


Qenan melirik kaca spion ingin melihat keadaan Syifa.


" Tuhan...aku tau aku adalah pendosa.Kumohon untuk kali ini saja kabulkanlah doaku...selamatkanlah Syifa.Aku sangat mencintainya !!! " Tanpa sadar Qenan bergumam lirih memanjatkan doanya.


Tanpa sadar tetes air mata merembes dari sudut mata elang Qenan.


Dari jauh sepasang mata menatap geram ke arah Qenan dan Evren.


" Sial..ternyata dia gadis tangguh.Aku fikir dia lemah.Dan kenapa harus ada Qenan di situ !!! " Maki orang itu sambil memukul stir mobilnya.


" Aku yakin dia tidak akan selamat. haaa..haa.." Orang itu tertawa dengan seringai jahatnya.



Di apartemen.Maliq mondar mandir gelisah menunggu Syifa pulang.



" Kemana sih,dek !! Ini kan sudah mau magrib.Apa kau sedang menghindariku ?? " Gumam Maliq.

__ADS_1



" Kenapa perasaanku sangat tidak tenang ?? semoga tidak terjadi apa apa dengan Syifa ".



" Mana aku tidak punya nomor ponselnya lagi.Gimana caranya aku mau menghubunginya !!! "



" Aaarghhh..." Maliq frustasi.



15 menit kemudian.Mobil Qenan masuk halaman rumah sakit.


Qenan mengangkat tubuh Syifa berlari sambil berteriak.


" Tolong....tolong ,temanku tertembak !!!"


Para perawat yang berdiri di depan UGD berlari menyambut Qenan dengan brankar." Letakan di sini pak !! "


Dengan sigap para perawat itu mendorong brankar masuk ke dalam UGD.


" Maaf Pak..sebaiknya anda tunggu di luar !! " perawat melarang Qenan masuk ke dalam ruangan.


" Tapi...teman saya bagaimana haa ??" bentak Qenan pada perawat itu.


" Biar kami tangani Pak...!! "


Evren menepuk bahu Qenan dengan lembut.


" Qenan .!!.biar tim medis menangani Syifa.Agar mereka segera bisa mengambil tindakan untuk menolong Syifa.


Qenan mengangguk lemah." Dokter tolong teman saya...lakukan yang terbaik untuknya .Berapapun biayanya akan aku bayar !! " Ujar Qenan bermohon pada dokter yang melintas menuju UGD.


Dokter tersebut tersenyum ke arah Qenan." Kami akan melakukan yang terbaik..."


Qenan dan Evren mengangguk lesu lalu menatap ke arah pintu UGD yang sudah tertutup.


Selang beberapa menit kemudian.Pintu UGD terbuka seiring dokter yang menangani Syifa keluar.


Qenan dan Evren segera berdiri menemui dokter." Bagaimana dengan temanku,dok ???" Tanya Qenan pada dokter.


" Pelurunya harus dikeluarkan.Kami membutuhkan persetujuan keluarga untuk melakukan tindakan oprasi " Tutur dokter sambil menatap ke arah Qenan dan Evren.


Seketika Evren menatap Qenan. " Syifa tidak punya keluarga di sini.Bagaimana ini??"


" Haa...?? keluarga ?? astagaa...!!!kakak Syifa !!! cicit Qenan sambil menepuk keningnya.


" Tunggu aku segera kembali...!! " ujar Qenan lalu membalikan badannya hendak pergi.


" Eeh...Qenan mau kemana ?? pekik Evren.


" Aku mau jemput kakak Syifa di apartemennya.Kamu tungguin Syifa !! "

__ADS_1


Qenan berlari kencang menuju parkiran rumah sakit.Lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2