
Diperjalanan Syifa dan Maliq sama sama terdiam.Hanya kesunyian yang menemani perjalanan mereka.Maliq fokus melihat kearah depan,Syifa melihat ke arah jendela.
"Ekheem..."Tiba tiba Maliq berdeham memecah kesunyian.
Syifa tetap fokus keluar jendela,tak seditikitpun Dia melirik ke arah Maliq.Rupanya Syifa sedang merenungkan nasihat nasihat dari Mamahnya.
"Heh...kenapa nih cewek??".gumam Maliq pelan.
"Gimana Aku mau berlemah lembut padanya sementara Dia juga sangat ketus padaku,belum lagi sikapnya yang angkuh nggak boleh di bantah,pastinya sangat menyebalkan...Cckk".Batin Syifa,dan tanpa sadar Dia berdecak kesal.
"Kamu kenapa??"Tanya Maliq mendengar Syifa berdecak.
"Haa...nggak apa apa".Sahut Syifa datar.
"Kamu lagi melamun yaa??".Tanya Maliq sambil melirik sekilas ke arah Syifa.
Tiba tiba Maliq menepikan mobilnya dan berhenti di tepi jalan.
"Kamu tidak ikhlas,Aku bawa pergi hmm??.Tanya Maliq setelah mobilnya berhenti.Ditatapnya Syifa yang tertunduk.
__ADS_1
"Syifa,angkat wajahmu dan tatap Aku.Mari kita bicara dari hati ke hati.Kita ini sudah menikah,cobalah saling terbuka agar kita bisa menjalani rumah tangga kita ini dengan baik.Aku tahu kamu belum bisa menerimaku sepenuhnya sebagai suami kamu,Makanya mari kita saling terbuka...ok?".Tegas Maliq sambil meraih dagu Syifa dengan lembut.
Syifa tetap diam, ditatapnya netra Maliq,ada perasaan takut menghinggapi dirinya.Dia belum sepenuhnya membangkitkan kepercayaan dirinya berhadapan dengan orang lain.
"Ak..aku...aku"Ujar Syifa tiba tiba dengan gagap.
"Yah sudah nanti saja bicaranya,kita cari tempat istrahat dulu".Ujar Maliq sambil menjalankan kembali mobilnya.Di acaknya rambut panjang Syifa sambil terkekeh.Maliq gemas melihat Syifa yang gugup.
"Iih..".gerutu Syifa sambil merapikan kembali anak rambutnya yang berantakan.Dikerucutkannya bibir mungilnya membuat Maliq makin gemas melihatnya.
"Ha...ha...ha...kenapa tu bibir??.Tanya Maliq terbahak sambil menunjuk ke arah bibir Syifa.
"Iih...Kak Maliiiiq !!!.Pekik Syifa mulai hilang rasa canggungnya terhadap Maliq.
"Deggg...Jantung Syifa berdebar dua kali lebih kencang mendengar Maliq memanggilnya sayang.Pipinya merah merona menahan malu.Syifa tersipu sambil tertunduk.
"Kenapa tuh pipih jadi merah???.cie...cieee,ada yang yersipu malu..ha..ha..ha...ledek Maliq semakin menggoda Syifa.
Syifa membuang pandangannya ke arah luar jendela.Dia tidak berniat menanggapi godaan Maliq.
__ADS_1
"Kok Aku jadi aneh yaa,,jadi usil kalau ada didekat gadis kecil ini".Batin Maliq sambil tersenyum.Di kembali fokus mengendarai kendaraannya,dan suasana kembali sunyi.
***
Setelah 3 jam perjalanan,Maliq menepikan mobilnya di sebuah resort.Dia melirik ke aŕah Syifa,yang rupanya sudah tertidur.Maliq memencet hidung Syifa hingga Syifa kesulitan bernafas.Syifa gelagapan.Merasa Dia kesulitan bernafas,Syifa membelalakan matanya dan tersentak bangun.
"Ayo bangun,sudah sampai...tidur mulu dari tadi,berharap Aku gendong yaa..!!"Cibir Maliq pada Syifa yang belum tersadar sepenuhnya.
"Astagfirullah...ini manusia apa monster yaa,kerjanya cuma bikin kesal aja.Gerutu Syifa.
"Apa??kamu bilang Aku monster??Makhluk tampan begini kamu bilang monster??Ckk...kalau begitu kamu neneknya monster.Balas Maliq mendengar gerutuan Syifa.
"Serrrrah...!!!pekik Syifa sambil beranjak keluar dari mobil.
"Buugh"Syifa membanting pintu mobil dengan kesal.
Maliq kaget mendengar pintu mobil dibanting dengan keras.
"Eeh....kenapa tuh cewek?"
__ADS_1
Syifa berjalan lurus tanpa Dia tahu kemana tujuannya,sampai Dia tersadar.
"Loh...Aku mau kemana??"