Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
209


__ADS_3

Hari minggu pagi...


" Maliq..!! selama kita menikah,kamu belum pernah memberikan aku nafkah.Aku butuh juga untuk memenuhi kebutuhanku " Tiba tiba Sandra menagih pada Maliq.


Saat ini mereka sedang sarapan bertiga di meja makan.


Maliq menautkan alisnya sambil menatap Sandra dengan intens.


" Memangnya kau butuh beli apa ?? di rumah ini kan semua sudah tersedia " Ujar Maliq dingin.


" Memangnya kebutuhanku cuma makan saja..banyak,Maliq !! .Aku butuh ke salon untuk perawatan,beli skincare dan butuh shooping juga " Jelas Sandra tanpa ragu.


Maliq memutar matanya jengah." Dek..!! nanti transfer ke rekening Sandra lima juta " Ucap Maliq pada Syifa.


" lho..kok kenapa mintanya ke Syifa..?? aku kan minta ke kamu Maliq.Aku minta uang suamiku " Delik Sandra tidak terima harus minta persetujuan rivalnya.


" Iya..uangku semua ada di Syifa, ' Istriku '. Yang pegang semua uangku itu Syifa.Jadi mintanya ke Syifa kalau aku punya kebutuhan " Jelas Maliq tanpa beban.

__ADS_1


" Haa... !! " Sandra melongo mendengar ucapan Maliq." Astagaa...sebucin itu dirinya pada perempuan kampung ini.Sampai sampai uangnya semua dipegang oleh Syifa " Batin Sandra kesal.


" Aku juga istrimu Maliq..!! tidak adil, kenapa hanya Syifa yang pegang keuanganmu " Pekik Sandra geram lalu meletakan sendok dengan kasar di atas piring.


Seketika Syifa menatap Sandra dengan tajam. " Saya rasa tidak perlu berdebat di depan makanan.Selesaikan dulu sarapannya baru bicarakan hal ini dengan baik baik " Ujar Syifa datar,yang dibalas dengusan oleh Sandra.


Sandra bangkit dari tempat duduknya dengan kasar lalu berjalan sambil menghentakan kakinya ke lantai.


" Sandra !! " Bentak Maliq geram.


" Kak..!! " Syifa mengelus lengan Maliq dengan lembut. " Selesaikan dulu makanannya,kasian rejeki yang diberikan oleh Allah harus diabaikan cuma gara gara persoalan sepele " Ujar Syifa lembut menenangkan suaminya.


Selesai sarapan ,Maliq menemui Sandra yang sedang duduk di ruang keluarga.Sandra duduk dengan wajah ditekuk merajuk.


Syifa memilih membersihkan meja makan.Dia ingin memberikan ruang bagi Maliq dan Sandra untuk berbicara.


" Sebenarnya apa maumu,Sandra ?? aku sudah menuruti keinginananmu dengan kakek untuk menikahimu dengan terpaksa.Jadi aku harap kau tidak usah terlalu merasa lebih di dalam rumah ini.Dan aku harap jaga sikapmu.Kau dalam rumah ini tidak lebih hanya seorang tamu yang terpkasa aku terima.Bukannya bersikap seolah olah kau nyonya di sini " Ucapan frontal Maliq berhasil membuat Sandra tersentak.Seketika ditatapnya wajah dingin suaminya itu dengan nanar.

__ADS_1


" Tega kau,Maliq..!! terlepas dari bagaimana kita menikah,aku tetaplah istrimu.Tidak sepantasnya kau melontarkan kata kata menyakitkan seperti itu " Desis Sandra pilu.Seketika air matanya menyeruak dari sudut matanya itu.


Syifa yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Maliq dan Sandra tersentak kaget. " Astahhfirullah..kenapa Kak Maliq harus mengucapkan kata kata sesadis itu " Gumam Syifa.


" Cih...tau juga kau menilai sebuah perasaan.Kukira kau hanya tau bagaimana kau bisa meraih obsesimu " Sarkas Maliq.


" Cukup Maliq..!! sudah cukup kau terus menghinaku..!! aku juga punya perasaan.Kalau memang kau tidak ingin menafkahiku,terserah.Tapi jangan lagi menghinaku !! " Pekik Sandra meluapkan emosinya.Dia malu sedari tadi terus menerus dihina oleh laki laki yang berstatus sebagai suaminya itu.Air matanya seketika tumpah tanpa bisa dibendung lagi.


" Haa.ha..ha... !! yakin tidak membutuhkan nafkah materi dariku ?? Bukankah itu tujuanmu memaksa menikah denganku ?? Tidak usah pura pura,Sandra !! aku sudah tau akal bulusmu " Maliq terbahak menertawakan pernyataan Sandra yang menurutnya sebuah kebohongan.


Sandra bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan hendak meninggalkan Maliq.


" Mau kemana kau ?? selesaikan dulu pembicaraan kita.Sebentar lagi Mamah akan datang,aku sudah menelponnya tadi.Kita harus selesaikan persoalan kita hari ini " Tegas Maliq mencegah Sandra untuk meninggalkan tempatnya.


" Mau bicara apa ?? " Perasaan Sandra seketika resah.Dia takut kemungkinan apa yang akan Maliq bicarakan.Kenapa harus mengundang mertuanya segala.


" Nanti juga kau tau..sekarang duduk kembali di tempatmu !! Titah Maliq tegas.

__ADS_1


Dengan berat hati,Sandra kembali menghempaskan tubuhnya di sofa tempat duduknya tadi.


__ADS_2