Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
178


__ADS_3

Maliq menghembuskan nafasnya berat menatap kepergian Syifa.


" Ternyata sangat sulit untuk mendapatkan maaf darimu " Gumam Maliq lalu mengayun langkahnya hendak keluar dari kamar Syifa.Diliriknya sekilas Syifa yang sedang tercenung di tepi tempat tidur.


" Kak...mau kemana ?? " Ucap Syifa mirip dengan gumaman berhasil menghentikan langkah Maliq.


" Tidur !! " Kata Maliq singkat.


" Kakak tidur di sini saja !!! .Di luar udaranya sangat dingin " Ujar Syifa sambil menundukkan kepalanya menutupi wajahnya yang merona menahan malu.Dia malu harus meminta Maliq tidur sekamar dengannya.


Sontak Maliq menatap Syifa.Dia terpaku mendengar ucapan yang disampaikannya.


" Haa...dia memintaku tidur di kamarnya ?? apa aku sedang bermimpi ?? " Batin Maliq menjerit gembira.


" Mm maaf...kalau Kakak tidak ingin sekamar denganku bawa saja bedcover ini biar Kakak tidak kedinginan " Ujar Syifa sambil menyodorkan bedcover pada Maliq setelah sesaat menunggu tanggapan dari Maliq.


" Bodoh..bodoh...kenapa menawarkannya,Syifa...!!! " jerit batin Syifa merasa malu melihat Maliq tidak menganggapi tawarannya.


" Haa...Iya...iya aku ** tidur di sini !!! di luar sangat dingin" Ucap Maliq gagap sambil cengengesan salah tingkah.


" Hmm...baiklah, bawa koper Kakak ke sini !!! " Titah Syifa dengan nada datar.Dia sedang menutupi kegugupannya dengan berucap datar.


" Iya..makasih,dek...!! "


Syifa beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Maliq tersenyum lebar menatap punggung Syifa yang menghilang di balik pintu kamar mandi.


" Ya Allah...semoga ini awal yang baik..." doa Maliq dalam hati.


" Yess...!! " Maliq mengepalkan tangannya di udara lalu bergegas mengambil koper pakainnya yang dia letakan di ruang tengah.




Hari terus berganti seiring dengan hubungan Syifa dan Maliq yang sudah menunjukan kemajuan.Walaupun sikap Syifa masih saja dingin terhadap Maliq tapi setidaknya dia sudah mau berkomunikasi banyak dan mau berbagi kamar dengan Maliq.



" Dek...!! hari ini sudah mau masuk kampus ?? apa lukamu sudah sembuh benar ??" Tanya Maliq saat melihat Syifa sudah memakai pakaian rapi dengan tas ransel di punggungnya.

__ADS_1



" Iya Kak. Kata dokter Sharoon kemarin,lukanya sudah kering.Maaf aku tinggal dulu " Jawab Syifa sambil meraih tangan Maliq hendak menciumnya untuk berpamitan.



Maliq beranjak dari tempat duduknya,berdiri berhadapan dengan Syifa dan memangkas jarak mereka.



" Kakak antar,yaa !!?? "



Syifa menatap Maliq sekilas lalu menundukan kembali kepalanya." Kalau tidak merepotkan " Ujar Syifa lirih.



Maliq membuang nafasnya dengan kasar.



" Dek !! kamu itu istriku,tanggung jawabku.Aku tidak ingin kejadian yang lalu akan terulang lagi " Tegas Maliq sambil merengkuh kedua bahu Syifa.Tatapan lembutnya menghujam ke arah istri kecilnya itu.




" Mm maaf..!! " lirih suara Syifa.



" Kenapa minta maaf,dek ?? " tanya Maliq lembut.



" Gara gara aku,Kakak harus meninggalkan pekerjaan Kakak " Ucap Syifa sambil menundukan kembali kepalanya.



Maliq meraih dagu Syifa hingga wajah Syifa mendongak ke arahnya.

__ADS_1



" Dek... !! hartaku tidak mampu membayar semua kesalahanku padamu.Saat ini yang kumau hanyalah maaf darimu " Desah Maliq sambil menatap lembut manik mata Syifa.



" Dan aku tak pernah bosan mengucapkan kata maaf padamu sampai kamu memafkan semua kesalahanku " Imbuhnya lagi tanpa mengalihkan tatapannya dari manik mata bening di depannya itu.



Syifa memaksa membuang pandangannya menutupi kegugupannya,lalu memundurkan tubuhnya memberi jarak dengan Maliq.



" Eemm..maaf,Kak !!sepertinya aku sudah terlambat " Ujar Syifa tiba tiba menghindari ucapan Maliq yang menuntut kata maaf darinya.Syifa gamang dalam menetukan sikap.



Maliq mendesah pelan." Baiklah..Kakak antar !! " Ucap Maliq sambil beranjak mengambil kunci mobil Willy yang dipinjamkan pada Maliq.



Syifa beranjak mengekor di belakang Maliq keluar dari dalam apartemen.~



~~



" *Dia sudah keluar dari apartemennya,bos !! dan sepertinya dia menuju kampusnya* "



" *Ok..awasi terus.Jangan sampe kalian lengah.Kalian akan mengganti dengan nyawa kalian kalau sampai terjadi apa apa dengannya* !! "



" *Baik.Siap Bos* !! "


__ADS_1


" Hff...biarlah aku mencintaimu dengan caraku !! " Desah pemuda berwajah tampan sambil menutup panggilan telponnya.


__ADS_2