
" Cinta itu perang,yakni perang yang hebat dalam rohani manusia.Jika ia menang,akan didapati orang yang tulus ikhlas,luas pikiran,sabar dan tenang hati.Jika ia kalah,akan didapati orang yang putus asa,sesat,lemah hati,kecil perasaan dan bahkan kadang kadang hilang kepercayaan diri sendiri".
( Buya Hamka )
🌹🌹🌹🌹🌹
Qenan mengayun kakinya menuju taman Rumah sakit.Langkah gontainya seolah melukiskan bahwa saat ini hatinya tidak sedang baik baik saja.
Dia mendudukan bokongnya di bangku taman dengan lunglai.
Setiap ucapan yang keluar dari bibir Maliq sesaat yang lalu seolah terus menggema di kepalanya.
" Iya...Syifa istriku.Bukan Adikku seperti apa yang ada di benakmu !! Jadi jangan pernah coba coba mendekati atau berani mencintai wanita yang telah bersuami !!! "
" Ternyata Syifa telah bersuami !!! "
" Aaargggh....!!! " Qenan menarik rambutnya frustasi.
" Syifa..!!!.hadirmu mengajarkanku untuk pertama kalinya dalam hidupku mengenal bagaimana itu namanya jatuh cinta.Dan saat itu pula aku terpaksa mengenal bagaimana itu namanya patah hati " Desah Qenan sambil mendongakan kepalanya menatap langit cerah tanpa terutup awan sedikitpun.
POV Qenan
Saat ini aku sangat bersemangat menjalani hari hariku.Bukan tanpa sebab aku seperti ini.Ada sosok mahluk Tuhan,telah mengubah duniaku.
" Syifa "
Nama gadis mungil berwajah oriental.Wajah oriental itu selalu menampakkan roman datar terkesan dingin itu berhasil mencuri hatiku.
Dia gadis yang kaku,tegas dan berprinsip, ditambah lagi kecerdasannya di atas rata rata. Dan yaa,aku suka karakter wanita seperti itu.
Sejak bertemu dengannya, sikapku yang selalu kaku dan arogan itu tidak tau menguap kemana.Setiap mengingat dan melihatnya,tak sadar aku selalu bertingkah absurd.
Aku laki laki sudah berumur matang,tak pernah sekalipun jatuh cinta.Masa remajaku kuhabiskan untuk belajar bisnis yang dijalankan oleh Daddy.Tak ada waktu untukku walau itu hanya sekedar jatuh cinta pada lawan jenis.
Sebagai anak laki laki itu sudah menjadi kewajibanku " itu kata Daddy ".
Dari kebiasaan itulah melahirkan karakterku yang gila kerja cenderung tidak peduli dengan lingkungan.Aku menjadi laki laki yang kaku dan tidak suka santai.Dibenakku adalah "waktu harus untuk belajar dan bekerja ".
Hingga umurku yang menginjak 27 tahun tak pernah sekalipun aku dekat dengan yang namanya mahluk bernama wanita.Bukan tak ada wanita yang mau dekat denganku,tapi aku yang tidak ingin mengenal mereka.
Banyak gadis gadis yang berusaha mencuri perhatianku.Mulai dari yang bertingkah biasa saja sampai ada yang bertingkah sangat ekstrim.
Aku muak melihat gadis gadis yang dengan mudahnya mempertontonkan lekuk tubuhnya atau terlalu agresif mendekati laki laki.Di mataku mereka itu tidak lebih baik dari seorang pel*c*r." Murahan ".
Sebagai warga yang tinggal di negara yang tidak melarang **** bebas pasti orang akan menyangkal bahwa dengan umur yang sudah matang seperti ini aku masih " perjaka ".
Jujur,aku tidak suka alkohol hingga sampai detik sekarang ini aku belum pernah menyentuh cairan memabukan itu dan aku sangat jijik dengan yang namanya **** bebas.
__ADS_1
Aku tau Daddy dan Mommyku berfikir aku ini mempunyai kelain ****,sehingga mereka sangat gencar mengenalkanku dengan anak anak gadis kolega bisnis mereka.Tapi tak ada satupun yang membuat dadaku bergetar.
Sejak bertemu dengan Syifa,dunia memperlihatkan hal yang berbeda pada hatiku.Untuk pertama kalinya "aku jatuh cinta".
Aku selalu terkesan dengan apa yanga ada padanya.Keangkuhannya,kemandiriannya,kecerdasannya dan yang satu hal yang membuatku semakin dalam jatuh dalam pesonanya adalah ternyata dia adalah wanita yang sangat tangguh.Aku sangat terkesan ketika dia melawan tiga laki laki kekar yang memiliki postur dua kali lipat dari tubuhnya.Tanpa gentar dia menghadapi lawannya.Walau akhirnya dia harus tertembak.
"Benar benar gadis langka ".
POV Qenan end.
" Syifa...!!! sepertinya aku harus mengubur dalam dalam rasa cintaku ini.Aku ditakdirkan mencintaimu,tapi bukan untuk memilikimu.Tapi dengan mengenalmu setidaknya aku tau ternyata aku bisa jatuh cinta pada lawan jenisku.Aku pria normal !!! " Gumam Qenan sambil tersenyum getir.Tanpa sadar bulir bening jatuh di sudut bibirnya.
" Drrrtt "...
" Drrrtt "...
Ponsel Qenan bergetar.Seketika Qenan merogoh saku celananya lalu mengusap bulir bening itu dengan kasar.
" Hallo.. !!!"
••••
" Baiklah...aku ke sana.Hati hati jangan sampai terendus oleh polisi.Aku sendiri yang akan menghukum mereka !!! "
••••
tuuut..
Qenan menutup panggilannya lalu berdiri dari tempat duduknya.
" Hmm...kalian harus merasakan kesakitan seperti apa yang dirasakan oleh Syifa !!! " Desis Qenan dengan smirk devilnya.Matanya nyalang melukiskan kemurkaannya.
"Permisi Tuan...!!! kami ingin memeriksa pasien " sapa dokter pada Maliq.
" Ooh..iya,silahkan dok !! " ujar Maliq sambil memundurkan tubuhnya dari tempat tidur Syifa.Dia memberikan ruang pada dokter untuk memeriksa Syifa.
Sesaat kemudian.
__ADS_1
" Kenapa dilepas alat alat medisnya,dok ??? tanya Maliq ketika melihat perawat melepas alat alat media yang melekat di tubuh Syifa.
Dokter membalikan badannya menghadap Maliq." Pasien sudah melewati masa kritisnya.Kami akan memindahkannya ke ruang perawatan.Mungkin sebentar lagi pasien akan sadar " Tutur dokter cantik berambut coklat tersebut.
" Ahh...jadi Syifa sudah tidak kritis lagi ???!!" Tanya Maliq antusias.
Dokter mengagguk pelan lalu tersenyum lebar memperlihatkan gigi ginsulnya.Tatapan penuh damba menghujam pada Maliq.
" Perkenalkan, saya dokter Sharon.Panggil saja Sharon " Ujar Sharon sambil mengulurkan tangannya pada Maliq.
Maliq menyambut tangan Sharon " Maliq !!" Ucap Maliq singkat.
" Adik anda akan segera sembuh.Mungkin dua hari kedepan dia sudah bisa pulang " Tutur Sharon ramah.
" Haaa...adik ??? maaf,dok.Dia bukan adik saya "
Sharon mengernyitkan keningnya. "Oh..terus dia itu siapa ?? "
" Dia istri saya !! " Tegas Maliq sambil tersenyum tipis.
" Oh.." Sharon hanya bisa membulatkan bibirnya dengan mimik yang penuh kekecewaan.
" Ok,baiklah tuan Maliq.Perawat akan memindahkan pasien di ruang rawat " Ujar Sharon sambil membalikan badannya dan melangkah pergi.
__ADS_1
" Iya..terima kasih dok !! " Ucap Maliq.