
POV Syifa
Hari ini badanku terasa sangat lelah.Setelah kepergian Gladis dengan Mamihnya pulang ke Indonesia,aku membersihkan seluruh ruangan apartemen Willy yang kutempati.Kebetulan hari ini aku tidak punya jadwal mata kuliah,jadi kugunakan waktuku untuk membersihkan tempat tinggalku.
Gladis serta Mamihnya mengantarkan ke Jerman.Mereka menemaniku di sini selama satu bulan.Mamih dan Gladis menujukan tempat di mana aku bisa belanja kebutuhan makanan halal dan sedikit banyak aku sudah tau seluk beluk jalan menuju kampus dan kompleks sekitar apartemen tempat tinggalku.
Gladis sahabatku,dia dan keluarganya adalah orang orang yang baik.Kami memang berbeda keyakinan,tapi hal itu tidak menghalangi kami untuk saling peduli.
Kadang aku dihinggapi rasa sungkan.Terlalu banyak kebaikan yang aku terima dari mereka.Mereka orang orang yang tulus.Aku hanya bisa membalas kebaikan mereka dengan doa doaku,semoga Allah senantiasa membalas kebaikan mereka dengan rahmatNya
Dan hari ini,perdana aku sendiri tanpa siapa siapa di negeri orang.Ada rasa ngeri dan sedih menghinggapi diriku,tapi aku berusaha menepis semua rasa itu.
Kuhembuskan nafasku dengan berat.Serasa ada beban di dalam rongga dadaku yang terus menghimpit.Aku teringat suamiku yang kutinggalkan tanpa restu darinya.
__ADS_1
"Kak Maliq,maafkan aku.Sungguh aku telah berdosa pergi tanpa pamit denganmu.Tapi,aku sudah berada di titik jenuh.Aku hanya manusia biasa yang pasti akan merasa lelah.Aku terlalu lelah menunggumu untuk menerimaku dengan tulus".
Satu harapanku,setelah aku meraih cita citaku semuanya akan menjadi lebih baik untuk semuanya.
POV Syifa end.
Pagi hari waktu Jerman.
Syifa bersiap siap menuju kampus.Hari ini dia ada jadwal mata kuliah jam 09.00.
Apartemen yang ditempati Syifa adalah apartemen type duplex.Apartemen ini berbeda dari apartemen pada umumnya yang bertingkat tingkat.Apartemen ini hanya memiliki dua unit rumah yang saling menempel dalam satu bangunan.Artinya Syifa hanya memiliki satu tetangga apartemen.
Saat Syifa berada di luar. "Ekheem...permisi,kamu penghuni baru di sini yaa..??" Tiba tiba suara bariton mengejutkan Syifa yang hendak mengunci pintu apartemen.Suara itu bertanya dalam bahasa inggris.
__ADS_1
Seketika Syifa menengok ke asal suara.Syifa melihat seorang pria bule dewasa berumur sekitar 26 tahun sedang berdiri di depan pintu apartemen sebelah.
Perlahan pria bule tersebut berjalan mendekati Syifa."Hai...Aku Qenan" Ujar pria bule itu ramah sambil menyodorkan tangannya mengajak Syifa berkenalan.
Syifa menangkup kedua tangannya di depan dadanya." Aku Syifa " Ucap Syifa singkat sambil tersenyum tipis,setelahnya membuang pandangannya ke arah lain.Dia tidak ingin menatap lama lama lawan jenisnya.
"He..he..maaf.Aku tidak sadar kamu muslim,pasti tidak ingin bersentuhan dengan lawan jenis yaa...bukan begitu??" Ujar Qenan sambil menarik tangannya kembali lalu terkekeh.
Syifa mengangguk." Maaf,aku buru buru ke kampus" Ujar Syifa kemudian berjalan tanpa menunggu komentar dari Qenan.
"Hei...kamu kuliah di mana ??aku bisa mengantarmu !!Pekik Qenan sambil mencoba mensejajarkan langkahnya dengan langkah Syifa.
Seketika Syifa berhenti "Tidak,terima kasih" Ucap Syifa tanpa menoleh ke arah Qenan lalu memburu langkahnya menuju kampusnya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
__ADS_1
Qenan terpaku di tempatnya." Hmm...sungguh gadis yang angkuh.Tapi aku suka"Gumam Qenan sambil tersenyum.