Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
162


__ADS_3

Saat kamu pergi.Aku mencarimu sampai ke kampung halamanmu.Aku mencari ke rumahmu di kampung,dan ternyata kamu tidak ada di sana.Akhirnya aku berterus terang pada Mamah dan Papah dan menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apapun".


"Mereka menasehatiku dan memberiku pemahaman bahwa aku sudah menjatuhkan talak padamu".


Maliq menjeda ucapannya memperhatikan rekasi Syifa menanggapi penjelasannya.


" Akhirnya aku memintamu kembali pada Papah...dan aku melakukan ijab kabul kembali " Imbuh Maliq.


Seketika Syifa menatap tajam ke arah Maliq,lalu tersenyum sinis" Sayangnya aku tidak percaya !!! " Ucap Syifa sambil melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Maliq hanya bisa tertegunmenatap kepergian Syifa.


" Ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk mendapatkan maaf darimu "


"Ting...tong...!!" Bel apartemen berbunyi.


Seketika Maliq menghentikan langkahnya yang hendak mengejar Syifa.


" Ck..siapa sih.Ganggu aja "


" Ceklek.." Maliq segera membuka pintu,nampak oleh Maliq seorang pria bule berumur sekitar 40 tahun sedang berdiri di depan pintu.


" Maaf...saya Zack,sopir Tuan Daniel.Saya diperintahkan oleh Tuan muda Willy untuk mengantarkan mobil pada Tuan Maliq " Tutur pria bule tersebut sambil membungkuk hormat.


" Ahh..iya,saya Maliq "


" Oo..ok baiklah Tuan,ini kunci mobilnya " Ucap Zack sambil menyerahkan kunci mobil di tangannya pada Maliq.


" Ok terima kasi Zack.Mau saya antar kembali ???"

__ADS_1


"Oo..tidak Tuan,terima kasih.Saya sudah pesan taksi "


" Ok.skali lagi terima kasih,Zack "


" Mari Tuan.Saya permisi pulang " Pamit Zack pada Maliq.


" Ahh..Iya silahkan ".


Maliq berbalik kembali menuju sofa,setelah kepergian Zack.


" Hhhfft...apa aku mampu tidur di ruang tamu??!!.Cuaca kan lagi dingin,bisa mati beku aku " Gumam Maliq sambil mendekap dadanya untuk mengurangi rasa dingin yang mulai menyerang.


Di dalam kamarnya,Syifa baru selesai melaksanakan sholat isya.


" Apa benar yang Kak Maliq katakan tadi yaa.Bahwa dia datang ke kampung mencariku.Tapi mau benar atau tidak,hatiku terlanjur sakit dengan perlakuannya padaku " Monolog Syifa sambil melipat mukena dan sejadahnya.


" Ya Allah...langkah apa yang harus aku ambil.Aku tidak ingin menjadi pembenci dan pendendam,tapi hatiku masih sakit setiap mengingat perlakuannya padaku " Syifa termenung di tepi ranjangnya.


" Astagfirullah...kenapa bayangan Kak Maliq terus berputar putar di kepalaku !!" Desah Syifa kesal.


Semakin dia berusaha untuk segera tertidur,semakin tidak bisa matanya diajak berkompromi.


Syifa bangkit dari tempat tidur dan meraih Quran di atas nakas.


" Lebih baik aku mengaji untuk mengusir gelisahku " Gumam Syifa.


Di ruang tamu.Tepatnya di atas sofa.Maliq menggigil kedinginan.Dia tidur cuma mengenakan celana panjang dan jaket tebal tanpa selimut.Entah Syifa lupa memberikan selimut pada Maliq atau dia memang tidak peduli pada Maliq.


" Bbbrr...bisa bisa mati beku aku di sini.Syifa ...apa kamu tidak kasihan padaku ??" Monolog Maliq dengan badan bergetar melawan rasa dingin.

__ADS_1


" Hatchiim "


" Hatchiim "


" Ya Allah..jangan sampai aku sakit.Aku baru mau mulai perjuanganku " Batin Maliq.


Entah karena capek dari perjalanan jauh atau memang sudah mengantuk,perlahan Maliq tertidur dengan tubuh yang masih menggigil kedinginan.


Di dalam kamar.Setelah mengaji Syifa sudah bisa merasakan ketenangan dan perlahan merasa mengantuk.


Pukul 02 dini hari.Syifa yang terbiasa sholat tahajud,terbangun dari tidurnya.


" Aku haus..tapi kayanya aku lupa menyediakan air tadi " Gumam Syifa lalu bangkit menuju keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur.


Saat turun dari tangga,Syifa melihat Maliq tidur meringkuk di Sofa.Syifa memicingkan matanya memperhatikan tubuh Maliq seperti bergetar.


Syifa mengendap endap mendekati Maliq.Dia mendengar suara gemeletuk gigi Maliq.


" Apa dia kedinginan yaa??" Gumam Syifa mendengar gemeletuk gigi Maliq serta melihat tubuhnya bergetar.


" Astagfirullah...aku lupa memberinya selimut tadi " Ucap Syifa sambil menepuk dahinya.


Gegas Syifa kembali ke kamar dan mengambil selimut tebal dari dalam lemari.


" Maaf Kak,aku lupa memberimu selimut tadi " Gumam Syifa sambil membentangkan selimut di tubuh Maliq dengan hati hati.Dia tidak ingin memperlihatkan perhatiannya pada Maliq.


Setelah memastikan tubuh Maliq tidak bergetar lagi,Syifa kembali menuju dapur untuk mengambil air minum.


" Ternyata dia masih perhatian padaku " Batin Maliq lalu tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Dia sebenarnya sudah bangun tadi saat Syifa mendekat tadi.Tapi dia ingin memastikan apa yang akan Syifa lakukan.


" Apa aku berpura pura sakit saja yaa..!! tiba tiba ide konyol tercetus di benak Maliq.


__ADS_2