Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
192


__ADS_3

" Tap..tap..tap...tap..!! " langkah dua pasang kaki yang memakai pantovel dan sneakers berjalan teratur menuju lantai satu.


Nampak Syifa bergandengan mesra dengan Maliq menuruni undakan tangga.Tangan kanan Maliq menenteng tas kerjanya dan tangan kirinya menenteng paper bag yang berisi pakaian mereka.Malam ini mereka berencana akan menginap di hotel.


Maliq dengan stelan jasnya yang berwarna hitam menambah kharismanya.Syifa memakai gamis berbahan kain maxmara warna raven black dan khimarnya berwarna salmon menambah cahaya di kulit wajahnya yang putih bak pualam. sebuah tas berwarna senada dengan gamisnya disampirkan di bahunya.


Sepasang suami istri ini nampak serasi dengan balutan pakaian berwarna senada yang sesuai karakter mereka.


Maliq dengan aura maskulin,tatapan mata elangnya mampu meruntuhkan hati setiap kaum hawa yang memandangnya.Syifa dengan keanggunannya,tatapannya datar terkesan dingin tapi tidak dapat menyembunyikan kecantikan alami gadis berwajah oriental tersebut.


" Maliq !! kalian mau ke mana ??" seruan seseorang berhasil menghentikan langkah kaki mereka.Sandra setengah berlari menuruni tangga menuju ke arah Syifa dan Maliq.


Maliq dan Syifa membalikan badannya menghadap Sandra.


" Kalian mau ke mana ??" Tanya Sandra lagi dengan wajah cemberut.


" Kami mau ke mana bukan urusanmu !! " Ketus Maliq dengan tatapan tajamnya menghujam Sandra.


" Tapi aku juga istrimu.Dan aku berhak tau ke mana suamiku akan pergi " Ujar Sandra emosi mendapat jawaban Maliq.


" Heh..kau cuma istri yang terpaksa aku nikahi karena tekanan dari kakek.Jadi,kau jangan coba coba berlagak seperti istri yang sebenarnya.Jangan bikin aku tambah muak denganmu !! " Pekik Maliq kesal sambil membuang tatapan jengahnya.


" Kak...!! " Syifa mengelus lembut bahu Maliq lalu menggelengkan kepalanya saat tatapan lembut melirik ke arahnya.


" Kakak sudah terlambat " Ujar Syifa lirih seakan memberi isyarat pada Maliq agar segera beranjak dari situ.


Maliq mendengus melepaskan kekesalannya pada Sandra." Ayo...kita pergi !!" Ajak Maliq pada Syifa.


Sandra menggeram kesal." Syifa..!! kenapa kau mendominasi.Selalu berusaha menjauhkan Maliq dariku.Aku juga punya hak sebagai istrinya !! Pekik Sandra sambil mendelik ke arah Syifa.


Syifa kembali membalikan badannya lalu menghujamkan tatapan tajamnya ke arah Sandra." Belum saatnya kau berhak pada Kak Maliq " Ucap Syifa datar.

__ADS_1


" Sandra...!! berhenti menganggap dirimu adalah istriku.Istriku itu hanya satu,yaitu Syifa dan selamanya hanya Syifa.Jadi jangan mimpi kalau kau akan menjadi yang kedua !!! Tegas Maliq pada Sandra dengan rahang yang mengeras menahan emosi.


Sandra tersentak mendengar ucapan Maliq.Seketika bulir bening mengalir dari sudut mata bulatnya." Tega kau Maliq !!" Desisnya.


" Ayo,dek..!! tidak usah ditanggapi perempuan tidak tau malu ini !! " Ucap Maliq sambil menatap Sandra sinis.


Syifa mengikuti langkah Maliq yang menjauhi Sandra.


" Maafkan aku Sandra...aku tidak bermaksud menyakitimu " Batin Syifa.


" Aargghhh....!! awas kau Syifa !! kau akan membayar semua ini !!" Geram Sandra sambil menghentakan kakinya kesal.Dia hanya mampu menatap geram kepergian Maliq dan Syifa sambil terisak pilu.


Syifa termenung di samping Maliq yang sedang mengendarai mobilnya.


" Andai aku tidak mendengar pembicaraan Sandra waktu itu.Entah apa yang sudah terjadi pada Kak Maliq.Mungkin Kak Maliq terjebak di dalam dosa yang tidak disadarinya " Batin Syifa dengan mata menerawang ke luar jendela.


Flash back


Syifa melirik jam kecil yang terletak di atas nakas." Sudah jam 2 subuh.Aku harus mengambil air wudhu untuk sholat tahajud.Tapi aku haus..baiknya aku ambil minum dulu di bawah "Gumam Syifa lalu berjalan tertatih menuju pintu kamarnya.


" Aku tidak berhasil menggodanya untuk meniduriku.Dia mengabaikanku.Dia menyuruhku untuk tidur di sofa,dia sangat marah padaku saat aku menyentuhnya !! " Langkah Syifa tertahan saat mendengar suara orang sepertinya sedang menelpon di depan kamar Syifa.


••••


" Tapi kalau aku tidak bisa mengajaknya untuk bisa meniduriku,aku tidak bisa mengatakan pada keluarganya bahwa aku hamil anaknya.Lambat sedikit,kehamilanku akan segera ketauan.Sebentar lagi perutku akan buncit.Dan rahasia kita akan terbongkar " Imbuh suara di balik pintu lagi dengan nada khawatir.


••••


" Heh...enak di kau.Kau menghamiliku,tapi tidak mau tanggung jawab.Sampai rahasia ini terbongkar..aku akan mengatakan kebenarannya." Geram suara itu dengan nada mengancam lawan bicaranya.


Syifa menjatuhkan rahangnya dan membekap mulutnya menutupi keterkejutannya mendengar pembicaraan orang di depan kamarnya." Astaghfirullah...!!.Kak Maliq di jebak.Dia harus menikahi perempuan yang telah hamil dari hasil zina.Ini tidak boleh dibiarkan.Kak Maliq haram bercampur dengan perempuan yang telah hamil dari hasil zina walaupun dia adalah istri sah Kak Maliq.Aku harus mencegah Kak Maliq untuk berdekatan dengannya " Gumam Syifa.

__ADS_1


" Ya Allah...apa aku harus tetap bersama Kak Maliq ?? Aku harus membuang egoku agar Kak Maliq terhindar dari dosa " Syifa mendesah sambil mendudukan bokongnya di tepi ranjang.


" Syukurlah..Kak Maliq belum menyentuh Sandra.Tapi kalau aku tidak segera mencegahnya,lambat laun Kak Maliq akan tergoda.Aku harus bicara dengan Kak Maliq besok " Syifa mengelus perutnya. " Bantu Umi yaa Nak..mencegah Abi berbuat dosa "


Flash back off


" Dek..!! lagi mikirin apa..hmm ??" Ujar Maliq membuyarkan lamunan Syifa.


Maliq meraih tangan Syifa yang ada dipangkuannya lalu mengecupnya dengan mesra.


Syifa hanya tersenyum tipis ke arah Maliq dengan tatapan yang tidak bisa Maliq artikan.


" Maafkan Kakak,dek..!!!.kakak tau adek sangat tertekan dengan situasi kita sekarang ini.Sungguh kakak juga tidak menginginkan ini terjadi.Tapi,Kakak tidak bisa melawan Kakek " Ucap Maliq penuh penyesalan.Dia dapat melihat setitik kekecewaan di balik tatapan Syifa.


Syifa mendesah pelan." Sebentar lagi situasi penuh dilema ini akan segera berakhir " Gumam Syifa lirih sambil melempar senyum kecut.


" Insyaa Allah !!" Maliq menanggapi gumaman Syifa tanpa mengerti apa artinya sambil menepikan mobil di tepi jalan untuk dapat berbicara serius dengan Syifa.


" Kak..!! apa Kakak tidak sadar bahwa Kakak telah menjatuhkan talaq pada Sandra tadi ?? " Tanya Syifa sambil menatap Maliq dengan intens.


" Oh..ya...Kakak tidak tau itu.Tapi,baguslah biar dia segera sadar bahwa dia itu bukan siapa siapa buat Kakak " seru Maliq dengan nada tanpa beban.


" Hff...Kak...berhati hatilah bila berucap.Penikahan bukanlah permaianan.Andai Kakak menginginkannya kembali,Kakak harus mengucapkan ijab qabul kembali !!" Ujar Syifa datar.


" Heh...ucapan seperti apa itu dek...?? Kakak benar benar tidak menginginkannya !! " Ucap Maliq dengan nada gusar.


" Kakak hanya ingin menghabiskan sisa hidup kakak denganmu dan anak anak kita nanti " Imbuh Maliq sambil menatap Syifa dengan lembut dan menangkup wajah Syifa.


" Masalah Kakek ..nanti Kakak akan menjelasakannya dengan perlahan " Imbuhnya lagi sambil mendesah frustasi.


Syifa terkekeh kecil " Rumah tangga butuh pemimpin yang tegas " Sindir Syifa berhasil membuat Maliq tersindir.

__ADS_1


Maliq melepaskan tangannya dari wajah Syifa lalu tertunduk." Maafkan sikap Kakak,yang belum bisa tegas.Dan sikap ini berhasil menyakitimu " Lirih Maliq merasa bersalah.


__ADS_2