Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
143


__ADS_3

πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯ Sungguh kematian itu mutlak rahasia Illahi.Dia yang kemarin melangitkan doa doanya,memohon kesembuhanku.Dia yang kemarin selalu meneteskan air matanya,menangisi kesakitanku.Tapi,siapa yang tau, ternyata hari ini...Dialah yang kuhantarkan ke peristrahatan terakhirnya.Sekarang air matakulah yang berderai menangisi kepergiannya.


Bukan tidak ikhlas....


Bukan tidak rela....


Tapi,aku sadar..aku masih manusia biasa yang selalu menangis ketika harus kehilangan seseorang yang kusayangi.


Alfatiha buat Kakakku sayang.Semoga Husnul Khotimah.Semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.Ditempatkan di tempat terindah di sisiNya..Aamiin..Aamin...Aamiin....Ya Allah 🀲🀲🀲


Maaf readerku sayang...baru bisa up hari ini.Soalnya author lagi berduka.Author baru saja kehilangan kakak tercintaπŸ™πŸ™πŸ™


🌷🌷🌷


Maliq menggeliatkan badannya.


"Hoam...aku ketiduran ya.."


" Astagfirullah...ini jam berapa??" Pekik Maliq terduduk sambil melirik jam di atas nakas.


" Haaa..sudah jam 4 sore,ahhh...aku ketiduran.Lebih baik aku liat Syifa dulu " Maliq bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Setelah selesai membersihkan wajahnya,Maliq tampak lebih segar.


Maliq melangkah keluar dari kamarnya untuk mencari Syifa.


" Tok.."


" Tok "


" Syifa...!!!kamu di dalam ??".Maliq mengetuk pintu kamar Syifa.


" Ceklek ....Syifa !!aku masuk yaa !!"Seru Maliq sambil masuk ke dalam kamar Syifa.


" Kemana Syifa??? atau dia belum pulang yaa??" Gumam Maliq sambil memeriksa setiap sudut kamar,termasuk kamar mandi Syifa.


Maliq bergegas turun ke bawah." Mungkin Syifa lagi di dapur atau di taman belakang"


" Bu Aty,Syifa sudah pulang ??" Tanya Maliq pada Bu Aty yang sedang mengangkat jemuran.


" Saya belum liat Nak Syifa dari pagi,Pak " Jawab Bu Aty sambil mengangguk hormat pada Maliq.


" Ooo...Iya,mungkin Syifa belum balik dari rumah Mamah" Ujar Maliq sambil berbalik menuju ruang depan.Maliq mencari kunci motornya untuk menyusul Syifa di rumah Mamah.


" Maliq..!!!" Seru suara merdu dari ruang keluarga memanggil nama Maliq saat Maliq melintas di ruang keluarga rumah Mamah.

__ADS_1


" Sandra...!!" Desis Maliq sambil mengernyitkan dahinya.


Sandra berlari ke arah Maliq lalu memeluk Maliq dengan posesif.


Maliq mengurai pelukan Sandra merasa risih.


" Sandra,kapan kamu datang ???" Tanya Maliq pada Sandra saat tubuhnya sudah berjarak dengan tubuh Sandra.


" Kemarin,...aku rindu,Maliq..!!kamu tidak rindu denganku ???" Ujar Sandra manja.


Maliq melongo.


" Sebenarnya aku ingin berkunjung ke rumahmu,tapi kata Ayin,istrimu sangat posesif dan galak " Imbuh Sandra lagi sambil memanyunkan bibirnya.


" Eeh...kata siapa istriku galak?? malah dia itu wanita yang lemah lembut " Pungkas Maliq tidak senang mendengar Sandra menjelek jelekan Syifa.


" Itu cuman di depanmu Maliq,aslinya dia itu sangat kasar.Tadi pagi saja aku ketemu dia,dia itu tidak ada ramah ramahnya sama sekali " Ujar Sandra lagi memprovokasi Maliq.


" Cukup Sandra!!!kamu tidak kenal dengan istriku.Dan kamu tidak punya hak menilainya.Sekali lagi kamu menjelekan istriku,aku akan melupakan bahwa kamu itu anak dari om aku " Bentak Maliq pada Sandra.Dia sangat kesal pada Sandra.


Sandra terjengkit kaget mendengar Maliq membentaknya.


" Sial...!!gara gara bicara sama kamu,aku lupa tujuanku ke sini " Maki Maliq sambil berlalu dari hadapan Sandra yang masih mematung karena dibentak oleh Maliq.


" Maliq..ternyata kamu tidak berubah dari dulu,masih saja tempramen,dan tak sedikitpun kamu melirikku sebagai orang yang sangat mengharapkan cintamu " Gumam Sandra sambil menitikkan air matanya.


Maliq mengetuk pintu kamar Mamah.


"Assalamualaikum Mah...aku boleh masuk Mah ??" Seru Maliq sambil membuka pintu kamar Mamah.


Kamar Mamah gelap.Mamah berdiri di depan jendela kamar sambil memandang keluar dengan tatapan kosong.


" Mah...Syifa kemana,Mah ??" Tanya Maliq saat berada di belakang Mamah.


" Plaakkk"


Mamah membalikkan badannya lalu menampar Maliq dengan keras.


Maliq terkejut " Kenapa Mamah menamparku ??? " Keluh Maliq tidak mengerti sambil meraba pipinya yang terasa perih.


Mamah menatap Maliq dengan tatapan menghujam sampai ke jantung Maliq.


" Kamu tanya lagi kenapa Mamah menampar pipimu ???tanya pada dirimu !!!" Pekik Mamah geram.Hilang sudah keanggunan ciri khas dari Mamah Maliq.


" Aku tidak mengerti apa yang Mamah bicarakan.Tolong jelasin ke aku Mah...dan mana Syifa,dia belum pulang Mah...!!!" Cecar Maliq pada Mamah.

__ADS_1


" Syifa tidak akan pernah kembali lagi padamu.Dia sudah pergi jauh setelah kamu terus terusan menoreh luka di hatinya.Dia pergi dengan kekecewaan yang sudah tidak bisa ditawar lagi " Jawab Mamah datar penuh dengan nada kekecewaan.


" Mamah sangat menyesal harus memohonkan maaf untukmu dari Syifa.Mamah memohon padanya agar dia memaafkanmu manusia yang tidak bisa dipegang kata katanya" Imbuh Mamah lagi sambil menatap Maliq dengan kekecewaan.


Maliq tambah tidak mengerti arah pembicaraan Mamah.


" Maksud Mamah apa??Jadi Syifa tidak memaafkan aku Mah ??" Ujar Maliq lemah.


" Awalnya dia memafkanmu.Di...a selalu mendengarkan apa yang Mamah jelaskan padanya.Dia sudah bertekad akan memulainya denganmu dari awal.Dia memberimu kesempatan untuk memperbaiki semuanya " Ucap Mamah terbata bata.


" Tapi akhirnya Mamah hanya ikut serta memberi luka di hatinya.Dia yang mempercayaimu karena mendengarkan nasehat Mamah,ternyata dia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri kamu memeluk perempuanmu itu di dalam rumah kalian"


" Dimana hatimu,Maliq...!!Mamah malu pada Syifa.Ternyata anak Mamah yang Mamah bela di hadapan Syifa tidak lebih dari seorang pembohong !!!!Pekik Mamah histeris sambil menangis tergugu.


" Apaaa???Syifa melihatku bersama Linda ??" Pekik Maliq frustasi.


" Iya...dan dia sangat kecewa,dia tidak ingin memberikanmu kesempatan lagi.Dia sudah pergi jauh ke tempat yang tidak bisa kamu jangkau " Ujar Mamah sinis.


" Sekarang nikmatilah kehidupanmu dengan kekasih pujaan hatimu.Dan jangan pernah berharap restu dari Mamah " Tandas Mamah pada Maliq.


" Tidak..Mah...ini salah, in..ini bukan seperti apa yang Syifa lihat.Aku bersumpah demi Allah Mah..." Pekik Maliq semakin panik.


" Mah...tolong dengar penjelasanku,Syifa cuman salah paham " Ucap Maliq menghiba.Dia menceritakan kejadian sebenarnya pada Mamah.


Mamah menarik napasnya berat.


" Apapun penjelasanmu Maliq,kamu sudah terlambat.Dia sudah pergi " Ujar Mamah lemah lalu menangis sesunggukan.


" Dia sudah berangkat ke Jerman,tadi dia menelpon Mamah untuk pamitan.Dan Mamah tidak berhak mencegahnya " Desis Mamah lemah.


Tubuh Maliq luruh ke lantai " Mah...aku mohon Mah,hubungi Syifa lagi,jelaskan padanya kejadian yang sebenarnya.Aku tidak ingin berpisah dengannya Mah!!" rengek Maliq seperti anak kecil.


Maliq menangkup wajahnya sambil menagis.Hilang sudah wibawah seorang Maliq.


Mamah hanya menatap iba pada anak lelakinya yang sudah dewasa itu.


" Lihatlah dirimu itu Nak...kamu adalah laki laki egois yang tidak peka,akhirnya penyesalanmu itu datang terlambat.Berulangkali Mamah mengingatkanmu,tapi hatimu telah dibutakan oleh cintamu itu " Ujar Mamah sambil meraih tubuh Maliq yang terduduk di lantai.


Mamah memeluk Maliq." Sayang...kalau Syifa jodohmu,dia akan kembali padamu.Tapi jika dia bukan jodohmu,jadikanlah hal ini satu pelajaran berharga untukmu" Ujar Mamah sambil mengusap punggung Maliq.


Tubuh Maliq terguncang dalam pelukan Mamah menahan tangisan.


" Aku akan mencari Syifa Mah..aku tidak ingin berpisah dengannya.Aku menyesal telah menyakitinya " Gumam Maliq sambil terisak.


" Mamah selalu berdoa yang terbaik untukmu dan Syifa.Kalau memang kamu mencintai Syifa,perjuangkanlah dirinya " Ucap Mamah memberi semangat pada Maliq.

__ADS_1


" Tapi bagaimana caranya Mah..dia sudah pergi " Ujar Maliq sambil mendongakan kepalanya menatap Mamah.


__ADS_2