Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
118


__ADS_3

"Kita sudah sampai Pak..!!


Pak Polisi yang membawa mobil Maliq memanggil perawat yang ada di UGD.


para perawat dengan sigap mengangkat tubuh Syifa diletakan ke atas brangkar dan mendorongnya ke dalam ruang UGD.Salah satu perawat memapah Maliq juga untuk masuk.Pak polisi yang membawa Maliq bertanya pada Maliq.


"Maaf Pak,ada nomor keluarga yang bisa kami hubungi ??" Tanya Polisi pada Maliq sebelum Maliq masuk ke dalam ruang UGD.


Maliq tertegun sesaat.Dia ragu akan memberikan nomor Mamahnya.Dia takut Mamah akan shock mendengar berita ini.


"Ini nomor asisten saya Pak...!!Keluarga saya biar asisten saya yang menghubungi mereka besok.Ini sudah larut,takutnya Mamah saya akan shock. "Ujar Maliq sambil menyebutkan nomor ponsel Hendra.


"Oo..ok baik Pak "


"Besok saya balik lagi ke sini untuk coba mengusut kasus ini " Ujar Pak polisi sambil menyerahkan kunci mobil Maliq.


"Iya,terima kasih atas bantuannya Pak " ujar Maliq sambil menunduk hormat.


"Sama sama Pak..saya coba hubungi nomor asisten Bapak dulu ". Maliq mengangguk lalu melanjutkan langkahnya mengikuti perawat yang memapahnya.

__ADS_1


Suasana dalam ruang UGD sangat panik melihat Syifa banyak mengeluarkan darah.Dokter mengintruksikan untuk menyiapkan donor darah buat Syifa.


"Sus,ambil sampel darah pasien, periksa golongan darahnya.Pasien butuh donor darah ". Titah dokter pada perawat.


"Siap,dok !!".


" Sus,jaga suhu tubuh pasien tetap hangat agar tidak mengalami hipotermia.Pasien mengalami syok hipovolemik " Tutur dokter pada perawat lainnya sambil terus mengambil tindakan cepat pada Syifa.


"Baik dok.."


Tubuh Syifa menggigil dengan napas memburu.Wajahnya pucat pasi seperti mayat.Bibir dan kukunya membiru.Dokter segera memerintahkan pada perawat untuk memberikan alat bantu pernapasan pada Syifa.


" Dok,saya ingin menemani istri saya di sini,biarkan saya di rawat bersama istri saya " Ujar Maliq pada dokter ketika perawat akan membawa Maliq ke dalam ruang perawatan.Hendra yang mendengar ucapan Maliq,langsung mengernyitkan keningnya bingung.


"Istri ??" Desis Hendra masih sempat di dengar oleh Maliq.Maliq menoleh sekilas pada Hendra lalu tersenyum tipis.


"Tidak bisa Pak...istri Bapak perlu penanganan dan Bapak juga butuh istrahat,jadi bapak istrahat saja dulu di ruang perawatan " Ujar dokter dengan lugas.


Maliq hanya bisa menghela napasnya dengan berat.

__ADS_1


"Hendra,kamu tungguin Syifa di sini kalau ada apa apa segera kabari aku " Ujar Maliq khawatir."Dan jangan dulu kabari keluargaku mengenai peristiwa ini,biar tunggu besok saja aku akan telpon Mamahku".Lanjut Maliq.


Hendra hanya melongo." Syifa istri Pak Bos ??" Gumam Hendra.


"Iya, Syifa itu istriku " Ucap Maliq tegas.Ditatapnya Hendra dengan tajam.


Hendra masih dengan keterkejutannya." Ooh...iya,Pak ". Sahut Hendra gelagapan.


"Ayo Pak..kami pindahkan Bapak dulu ke ruang perawatan" Ujar perawat sambil mendorong brangkar Maliq.Hendra mengantarkan Maliq sampai di ruang perawatan dan kembali lagi ke UGD setelah memastikan Maliq sudah beristrahat di ruangannya.


"Syifa istri Pak Bos...tapi kenapa di kantor waktu mereka tabrakan seolah mereka seperti tidak saling mengenal???.Hmmm..pantas saja Pak Bos sangat panik wakti Syifa pulang sendiri tadi.


Rupanya Syifa itu istrinya toh..." Gumam Hendra sambil menyusuri koridor rumah sakit menuju UGD tempat Syifa sedang di tangani sekarang.Tiba di ruang UGD,Hendra terkejut mendengar keributan dari dalam ruangan..


"Pasien kritis dan membutuhkan donor darah.Stok darah AB+ kosong" Pekik suara yang di dengar oleh Hendra....


"Syifa..!!apa Syifa yang kritis ?? " Gumam Hendra cemas.Dia berusaha untuk mengintip ke dalam.


" Ya Allah..selamatkanlah Syifa " Gumam Hendra dalam doanya.

__ADS_1


__ADS_2