Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
15


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamar Syifa sudah siuman dari pingsannya.


"Euhmm"...Syifa menggeliat,matanya mengerjap berusaha menyesuaikan dengan cahaya di dalam kamr.


Dia coba-coba mengingat apa yang terjadi....


"Astagfirullah...Aku pasti pingsan tadi"seru Syifa terkejut setelah kesadarannya sepenuhnya kembali.


"Tapi kemana Laki-laki itu??kenapa juga Aku pake acara pingsan segala,padahal Aku sudah bertekad untuk melawan semua rasa tidak nyamanku.Aku harus bisa,,Aku sudah menikah.Aku bukan Syifa yang dulu lagi,Aku Syifa yang baru,Syifa yang kuat yang tidak takut lagi dengan orang baru.Gumam Syifa memberi motivasi pada dirinya sendiri.


Tanpa Syifa sadari Maliq berdiri di balik pintu yang setengah terbuka.Maliq baru saja menyelesaikan ritual mandinya.Maliq mendengar semua gumaman Syifa.


"Gadis aneh..tapi menarik...batin Maliq sambil tersenyum.


Maliq mendorong pintu dengan pelan sambil masuk ke dalam kamar.Dia melirik sekilas ke arah Syifa.


Syifa terkejut dengan kehadiran Maliq yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya.


Syifa berusaha menangkan dirinya,Dia tidak mau kejadian yang tadi terulang lagi.Dia mencoba tersenyum ke arah Maliq.

__ADS_1


"Ma..maaf tadi..ehmm Ak..aku..ucap Syifa terbata-bata.Dia tidak bisa melnjutkan kata-katanya.


".Nggak apa-apa.Memangnya kenapa kamu bisa pingsan hmm??..tanya Maliq sambil menatap tajam ke arah Syifa.


Syifa bingung untuk menjawab pertanyaan Maliq.Dia mengernyitkan keningnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Yaa..sudah nggak usah dijawab,lebih baik kamu ganti bajumu itu,pasti kamu sudah gerah".Seru Maliq sambil menunjuk ke arah baju Syifa.


"Iyaa..."Syifa baru sadar ternyata Dia masih pakai baju pengantin.


perlahan Syifa beranjak dari ranjangnya,dan mengambil handuk dan pakaian dalam lemari,lalu berjalan keluar menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Pernikahannya menurutnya sangat sederhana karena itu permintaan dari Syifa yang tidak ingin pernikahan yang mewah.Maliq sudah mengerti alasan mengapa Syifa tidak menginginkan pernikahan yang mewah,ternyata dia phobia keramaian.


Saat Maliq mulai akan terbuai kealam tidurnya ...


"Ceklek..."


Tiba-tiba Syifa membuka pintu dan masuk dengan sudah memakai pakain tidur.Rambutnya masih basah dibiarkannya tergerai.Wangi sabun dan shampo menguar ke dalam penciuman Maliq.

__ADS_1


Maliq membuka matanya dan melirik ke arah Syifa..


"Glek.."Maliq menelan Salivanya kasar.


"Ya Allah...Dia kelihatan sangat seksi dengan penampilan seperti itu.Tanpa make up sangat natural tapi bikin Aku jadi panas dingin".Batin Maliq.


Maliq berusaha menguasai perasaannya.Maliq belum mau menuntut haknya.Dia akan memberikan kenyamanan terlebih dahulu kepada Syifa.


Syifa menutup kembali pintu kamar dan berjalan kearah meja rias.Dia duduk di depan meja rias dan menyisir rambutnya yang masih basah dengan perlahan.Setelah itu Dia hanya termenung.


"Nanti Aku tidur di mana ,ranjangnya kan cuman satu mana sempit lagi!!"monolog Syifa dalam hati.


Maliq memicingkan matanya memperhatikan tingkah Syifa.Dia membalikkan badannya memunggungi Syifa lalu tersenyum sinis.


"Rasain kamu cewek sombong.pasti Dia bingung mau tidur dimana".Kekeh Maliq dalam hati sambil menyeringai.Maliq memilih tidak memperdulikan Syifa.


Perlahan Maliq sudah terbuai ke alam mimpi.Mungkin Dia terlalu penat sehingga Dia langsung tertidur.


Sementara Syifa masih termenung di tempatnya.Matanya sudah sangat mengantuk,tapi Dia bingung mau tidur di mana.Hingga benar-benar tubuh dan matanya sudah tidak bisa diajak kompromi.Dengan sangat terpaksa Syifa membaringkan tubuhnya di samping Maliq,karena memang tidak ada pilihan lain.

__ADS_1


__ADS_2