Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
40


__ADS_3

Syifa termenung di balkon kamar.Tatapannya nanar menebus langit malam.Hatinya diliputi berjuta dilema dan gundah.


"Hfff...takdir apa yang sedang kujalani sekarang Ya Allah..??Aku ingin melepas status yang sekarang tersemat pada diriku sebagai Nyonya Maliq,tapi Aku takut mengecewakan kedua orang tuaku.Aku memilih bertahan,tapi nyatanya Kak Màliq ingin melepasku.Aku harus bagaimana..??hikss...hikss..."Isak Syifa di dalam hati.Ia teringat ucapan Maliq waktu di resort,bahwa Maliq akan menceraikannya setelah Maliq mendapat restu untuk menikahi Linda.


"Sebenarnya apa tujuan Kak Maliq menikahiku.Dia memaksa melamarku,berusaha meyakinkan kedua orang tuaku sampai orang tuaku menerimanya.Tapi mengapa dia malah mencampakanku,seolah olah Aku memang layak dicampakan."


Syifa merasa lelah.Lelah jiwa dan raganya.


Ditambah lagi sikap Ayin adik Maliq yang tidak bersahabat,bikin hatinya tambah sedih.


"Mah...Kak Maliq kemana sih??dari sore nggak keliatan??tanya Ayin pada Mamahnya ketika makan malam.


"Nggak tau kemana"jawab Mamah Maliq sambil mengunyah makanannya dengan anggun.

__ADS_1


"Syifa,emang Maliq pamit kemana tadi sayang??"Tanya Mamah dengan lembut kepada Syifa.


"Ehhmm..itu..tadi Kak Maliq pamit katanya ada urusan,masalah kantornya"Gagap Syifa menjawab pertanyaan Mamah yang tiba tiba.sejujurnya Syifa tidak tau Maliq kemana.Maliq pergi tanpa pamit pada Syifa.


"Kok kamu nggak diajak??secara kan kamu pengantin baru,harusnya kamu tu..kemana mana berdua.bukannya ditinggal kaya gini,kasian yaa..pengantin baru tapi di tinggal tinggal...he..he..he".Sindir Ayin sambil terkekeh menertawakan Syifa.


"Ayiiin..tidak boleh ngomong kaya begitu.Memang Kakakmu itu lagi ada urusan kantor yang harus di selesaikan.Kata katamu itu memprovokasi Syifa,nanti akan terjadi kesalah pahaman mereka lagi"Tegur Mamah pada Ayin dengan lembut.


"Ayiiin...stop,kita lagi makan.Dan kata katamu itu tidak pantas didengar sama anak anakmu!!"Bentak Mamah pada Ayin sambil melirik pada dua cucunya yang terpaku melihat perdebatan Ibu dan neneknya.Sementara suami Ayin cuek,menikmati makan malamnya.


Syifa cuma bisa mematung melihat perdebatan Ayin dan Mamahnya,dia jadi salah tingkah.Tidak tau mau berbuat apa.Benar benar situasi yang memojokkannya.


"Hhfff...belum sehari di sini sudah bikin suasana dalam rumah kacau".Geram Ayin sambil membanting sendoknya kepiring sambil berdiri kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


"Astagfirullah....Ayiin..kenapa kamu nggak ada sopan sopannya Nak...??"pekik Mamah sambil mengelus dadanya karena terkejut Ayin membanting sendoknya.


"Syifa,maafkan Ayin Nak,mungkin dia lagi ada masalah hingga sikapnya seperti itu".Jelas Mamah lirih,dia merasa bersalah terhadap Syifa.


"Nggak papa Mah...Aku nggak apa apa kok Mah"..Ujar Syifa mengelus punggung mertuanya sambil tersenyum tulus.


"Yah..sudah,ayo lanjutkan lagi makannya sayang.Laras,Rizal lanjutkankan lagi makannya sayang..!seru Mamah pada kedua cucunya yang terpaku melihat sikap Ibunya.


"Iya Nek...!"


Laras dan Rizal adalah anak Ayin.Laras berumur 7 tahun,sedangkan Rizal berumur 10 tahun.Ayin memang lebih dulu menikah dari Maliq,sebelum menyelesaikan kuliahnya dia memilih untuk menikah dengan Juan suaminya.


Juan bekerja di kantor Maliq sebagai kepala bagian keuangan.Juan orangnya sangat pendiam,dan selalu menurut pada Ayin istrinya.Saat istrinya bersikap seperti sekarang ini dia memilih untuk diam,karena sampai dia salah mengambil tindakan yang ada dia akan menerima kemarahan Ayin.(Suami Takut Istri🤭🤭).

__ADS_1


__ADS_2