
POV Maliq.
Setelah melihat gadis kecil yang bernama Syifa,Aku merasa harus memiliki gadis kecil itu.Aku merasa sangat tertarik pada gadis kecil itu pada pandangan pertama.Sikapnya yang acuh kepadaku membuatku bertekad harus memilikinya.Aku yang selama ini tidak pernah serius menjalin suatu hubungan,tiba-tiba sangat ingin menikahi gadis kecil itu.Padahal selama ini Mamah dan keluarga besarku selalu mendesakku untuk segera menikah,mengingat umurku yang sudah matang.
Tapi Aku tidak pernah menanggapi,sampai Omku,adik dari Papahku menjodohkanku dengan anak dari Sepupu Papahku.Aku mengiyakannya dengan tanpa serius,Aku hanya ingin menyenangkan hati mereka saja.Aku pikir nanti selanjutnya itu urusan belakangan.seperti yang sebelum-sebelumnya kan seperti itu.Nanti akan ada beribu alasan untuk menghindari pernikahan.Tapi,nyatanya keluarga besarku sangat serius dengan perjodohan itu.Tanpa sepengetahuanku mereka telah bermusyawarah untuk menentukan tanggal penikahanku.
Om Ahmad sangat marah setelah mengetahui bahwa Aku telah melamar Syifa tanpa sepengetahuan mereka.Aku memang telah menyatakan keseriusanku pada Papah dan Mamah Syifa untuk menikahi putri mereka.
Aku berjanji pada Papah dan Mamah Syifa akan membawa keluarga besarku untuk melamar Syifa secara resmi.
"Maliq,Kau itu tidak boleh seenaknya seperti ini.Kau sudah kami jodohkan dengan anak dari Om Ino di Jakarta,dan Kau telah menyetujuinya!!".Ucap Om Ahmad dengan penuh emosi padaku.
__ADS_1
sepulang dari Kota X,Aku mendatangi Om Ahmad untuk meminta Om Ahmad dan keluarga besarku untuk melamar Syifa secara resmi.Sebelumnya di rumah juga Aku sempat bersitegang dengan Mamahku yang sangat terkejut mendengar Aku ingin menikah dengan gadis yang mereka tidak kenal.Mamah menangis karena merasa sudah terlanjur membicarakan perjodohanku dengan Sandra anak dari Om Ino.Aku membujuk Mamah yang memang pada dasarnya selalu menuruti semua keinginanku.Dengan berat hati Mamah merestuiku,tapi beliau menyuruhku mendatangi Om Ahmad untuk membicarakan hal ini.Karena memang sepeninggal Papahku,Om Ahmadlah yang selalu berperan mengurus Aku dan saudaraku.Kami menganggap Om Ahmad sudah seperti Papahku.
*****
"Aku memang menyetujui perjodohan itu kemarin,tapi Aku kan bilang biar saling kenal dulu bukan langsung menikah.Tapi kenapa Om memutuskan langsung membicarakan pernikahan.Aku memang kenal Sandra tapi itu waktu kami masih kecil.Aku tidak tahu dia sudah seperti apa setelah dewasa sekarang".Ujarku kekeh menanggapi kemarahan dari Om Ahmad.
"Ooo...jadi kau sudah tidak menghormati Aku sebagai Ommu dan mau seenaknya sendiri haa??Kau mau melemparkan kesalahmu padaku??Bentak Om Ahmad penuh emosi.
"Dan saya jamin pernikahanmu ini tidak akan mendapat restu dari keluarga besar Kita.Kau menikahi perempuan yang kami tidak kenal Siapa keluarganya,dan hanya gadis desa lagi.."
Ck..ckk..Kau memang benar-benar bikin malu keluarga saja.Sekarang Kau tidak perlu datang lagi padaku,anggap saja Aku bukan Ommu lagi,Aku sudah tidak perduli lagi denganmu.Dari dulu selalunya hanya seenaknya sendiri"Pekik Om Ahmad sambil berkacak pinggang di depanku.
__ADS_1
Aku berdiri dari tempat dudukku...
"Baiklah,kalau memang Om Ahmad sudah tidak menganggapku lagi..tidak apa-apa.Yang pasti Gadis yang akan kunikahi nanti adalah gadis yang jelas asal-usulnya,walaupun Dia hanya gadis miskin berasal dari desa seperti apa yang Om katakan tadi ,tapi Keluarganya adalah keluarga baik-baik.Dan saya jamin juga tanpa restu keluargapun saya akan tetap menikahinya.Ujarku sambil berlalu dari hadapan Om Ahmad.
Aku berjalan keluar dari rumah Om Ahmad menuju mobilku yang terparkir di halaman tanpa pamit.
"Hff..."
kuhembuskan dengan kasar udara yang memenuhi rongga dadaku.Dadaku terasa sesak menghadapi kemarahan dari Om Ahmad,Aku menahan emosiku mendengar Om Ahmad menghina Syifa dan keluarganya.
POV Maliq end.
__ADS_1