Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
54


__ADS_3

Syifa masuk ke dalam kamar.Diliriknya tempat tidur Maliq tadi malam sudah kosong,berarti Maliq sudah bangun.Dia mendengar suara air dari kamar mandi,tandanya Maliq sedang mandi.Syifa bergegas menyiapkan pakaian kantor untuk Maliq lalu meletakkannya di atas kasur.


Maliq keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit pinggangnya.Syifa memalingkan wajahnya yang merona karena malu.Maliq masuk ke dalam ruang ganti,sebelum masuk dalam ruang ganti Maliq mengambil pakaian yang sudah disiapkan Syifa tadi.


Selesai memakai bajunya,Maliq keluar dari ruang ganti.Syifa menyerahkan dasi pada Maliq.Seketika Maliq menatap Syifa sambil tersenyum.


"Terima kasih Syifa"


"Sama sama Kak..ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang istri"Ujar Syifa sambil menundukan kepalanya.


"Degg..."Maliq tersentak dengan ucapan Syifa "Sebagai seorang istri".Maliq teringat janjinya pada Linda.Bahwa dia akan menceraikan Syifa lalu akan menikahi Linda.


"Hhffft..".Maliq menghembuskan napasnya lalu memakai dasinya di depan cermin.


"Kak...Mamah sudah menunggu di bawah untuk sarapan"


"Hmm."ujar Maliq."Ayo turun"Ajak Maliq pada Syifa sambil berjalan keluar kamar.Syifa mengekori Maliq.


Setelah mereka sampai di meja makan,mereka tidak mendapati sosok Mama di situ.


"Mamah mana,Ayin??"Tanya Maliq pada Ayin yang sudah lebih dulu ada di ruang makan bersama suami dan anak anaknya.

__ADS_1


"Mamah sudah ke kantor,katanya buru buru".Jawab Ayin sambil melirik sinis pada Syifa.


"Loh...Mamah nggak sarapan dulu??"Lanjut Maliq lagi.


"Nggak,nanti sarapan di kantor katanya"Jawab Ayin.


Maliq terduduk lesu.Maliq tau Mamah pasti sedang menghindarinya.Karena dia tau Mamah tidak pernah melewati moment sarapannya bersama keluarga,apapun kesibukannya.


"Apa Mamah semarah itu padaku,sampai harus menghindariku.Seumur hidupku,semarah apapun Mamah padaku tidak pernah menghindariku,yang ada dia akan menemuiku dan menasihatiku."Monolog Maliq di dalam hati.


"Kak Maliq mau lauk apa??Tanya Syifa pada Maliq sambil menuangkan nasi putih di piring Maliq.Syifa tau,Maliq kalau sarapan harus sarapan nasi putih.


"Pakai ikan goreng saja sama sayur asam"Ujar Maliq pada Syifa.Syifa segera mengambilkan makanan yang ditunjuk Maliq tadi.


Selesai sarapan,Maliq berdiri untuk bersiap ke kantor."Juan,sebentar serahkan laporan keuangan yang di sentral 3!!!"Titah Maliq pada iparnya sebelum melangkah keluar.


"Ii..iya Kak". Jawab Juan gelagapan.Dia gugup mendapatkan perintah yang tak terduga.


Syifa mengekor di belakang Maliq sambil menenteng tas kerja Maliq.Syifa mengantarkan Maliq sampai di depan mobil Maliq.


"Kak,Insyaa Allah sore Aku ijin mau jalan sama Mama ke mall."Ucap Syifa meminta ijin pada Maliq,sambil menyodorkan tas kerja pada Maliq.

__ADS_1


"Sebenarnya Aku mau minta ijin dari semalam tapi Aku ketiduran waktu menunggu Kak Maliq pulang"Ujarnya lagi sambil menunduk.


"Hmmm...pergilah,memangnya kamu nggak ada kegiatan di kampus??"Ujar Maliq pada Syifa tanpa memandang wajah Syifa.


"Insyaa Allah besok baru tesnya Kak..."Jawab Syifa.


"Oh..ya udah,Aku kantor dulu."Ujar Maliq sambil masuk ke dalam mobil.Gegas Syifa meraih tangan Maliq.


"Eeh..mau ngapain,??"pekik Maliq terkejut.


"Mau salim,Kak!"gumam Syifa sambil mencium takzim punggung tangan Maliq.


Maliq terkesiap saat bibir dan hidung Syifa menyentuh punggung tangannya.Ada gelanyar aneh menyusup lembut ke dalam hatinya.Tangannya menggantung di udara ingin membelai kepala Syifa,tapi tiba tiba kesadarannya kembali,sehingga dia mengurungkannya.


"Sudah Aku berangkat dulu,nanti Aku terlambat"Maliq gelagapan.


"Hati hati di jalan ,Kak.."Ucap Syifa lembut sambil tersenyum manis.


Maliq terpana melihat senyum manis penuh ketulusan itu.


"Hmmm...Assalamualaikum".Ujar Malik sambil mengucapkan salam.

__ADS_1


"Waalaikum Salam Warrahmatullahi Wabarakatu"...Ujar Syifa sambil melambaikan tangannya saat Maliq melajukan kendaraannya.


"Ekhhemm..ada yang cari perhatian"Syifa terkejut tiba tiba ada suara sinis di belakangnya.


__ADS_2