Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
100


__ADS_3

"Ayo dinikmati dulu cemilannya Nak Nurul,Nak Irman.mungkin sebentar lagi Syifa sudah dari kampus" Ujar Mamah Maliq pada Nurul dan Irman yang baru saja datang.


Hari ini Nurul dan Irman sengaja datang mengunjungi Nurul.Dari bandara mereka langsung menuju rumah Mamah Maliq.Mereka tidak tau bahwa Syifa sudah pindah ke rumahnya sendiri.Mereka baru datang dari kota kelahiran Irman.Dan rencananya selesai mengunjungi Syifa,mereka akan melanjutkan perjalanan mereka ke Kota kelahiran Syifa.Setibanya mereka di rumah Mamah Maliq,Mamah Maliq mengantarkan mereka kerumah Syifa.Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu di rumah Syifa.


"Ati...tolong siapkan kamar tamu untuk menginap Kakaknya Syifa,dan ini koper mereka tolong di bawa ke dalam kamar. "Titah Mamah Maliq pada Ati yang sedang menyajikan cemilan di atas meja.


"Iya..siap,Bu !!" Ujar Ati sambil membungkuk hormat.


"Eeh..nggak usah repot repot tante..kita nginap di hotel saja,nanti kalau sudah ketemu Syifa..kami langsung ke Hotel "Ujar Nurul sungkan.


"Nggak apa apa Nak...Saya yakin Syifa nggak akan ngijinin kalian nginap di hotel.Secara kan kalian sudah lama tidak ketemu,gimana mau melepas rindu kalau kalian nginap di hotel.Syifa sama Maliq cuman berdua aja kok di sini,nggak ada orang lain.Nggak usah sungkan.Nanti tiap ke sini langsung mampir aja di sini,nggak usah menginap di hotel"Tutur Mamah Maliq ramah.


Nurul melirik suaminya meminta persetujuan.Irman hanya mengangguk pelan tanda setuju.

__ADS_1


"Baiklah Tante...terima kasih sebelumnya..." Ujar Nurul.


"Nah..gitu dong..!!eeh itu anak kamu,kayanya ngantuk,Nak.." Ujar Mama Maliq sambil melihat ke arah Zahrah yang matanya sudah mulai sayup."Bawa aja ke kamar tamu,ajak istrahat di sana ".Imbuh Mamah Maliq.


"Ooh..iya tante "sahut Nurul sambil menengok ke arah anaknya dan meraihnya dari pangkuan Irman.


"Ayo sayang...Kita bobo di kamar ante..."


"Nda mau ummi,Ala mau ante,mana ante,ala tunggu ante duyu balu bobo..." rengek Zahrah ketika Nurul akan menggendongnya.


Anak umur 17 bulan itu menggeleng dengan keras sambil mengerucutkan bibir mungilnya. "Ala nda mau..Ala mau tium Ante dulu ".


Mamah Maliq gemas melihat tingkah Zahrah."He..he..he..rindu yaa sama Ante ??ntar lagi ante pulang..kalau begitu sama Oma dulu,mau ??"Bujuk Mamah Maliq sambil mengulurkan tangannya mau menggendong Zahrah.

__ADS_1


"Butan oma...Oma Ala lumah Ala..nanis Ala tinggal "Zahrah menggeleng keras,dia tau Omanya cuma Mamah Irman dan Mamah Nurul dipanggilnya nenek.


"Ha..ha...ha "seketika tawa Mamah Maliq pecah mendengar kata kata Zahrah yang menggemaskan."Ini juga Oma loh,sayang sama seperti Oma Ara yang di rumah.


"Betul,Ummi ??itu Oma juda ??" Tanya Zahrah dengan polos.


"Iya,sayang...itu Oma Ara juga..ayo sama Oma "Ujar Nurul lembut,sambil mengelus pipi gembil anaknya.


Zahrah turun dari pangkuan Irman,lalu berjalan tertatih ke arah Mamah Maliq yang sedang mengulurkan tangannya.Seketika Zahrah naik ke pangkuan Mamah Maliq yang sudah sangat gemas dengan gadis bertubuh gembul itu,lalu menghujani ciuman di pipi bakpao itu.


***


Syifa keluar dari dalam kelas dengan terburu buru menuju gerbang kampus untuk menunggu taxi.Hari ini Gladis tidak mengantarnya pulang,sahabatnya itu sudah lebih dulu balik soalnya dia hanya masuk kuliah pagi,sedangkan Syifa harus mengikuti mata kuliah semester atas dulu di sore hari.

__ADS_1


"Syifaa...tunggu..!!"Tiba tiba suara bariton menginterupsi langkah Syifa.


__ADS_2