Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
130


__ADS_3

Syifa membuka pintu kamarnya..." Siapa Bu..??


" Itu..teman Nak Syifa yang sering antarin Nak Syifa.


" Ooo..iya suru masuk aja Bu,nanti Syifa temuin " Gegas Syifa memakai kaos kakinya lalu menemui Gladis yang sudah duduk di ruang tamu.


" Dis..!!" Seru Syifa mendekat pada Gladis.


"Plend...miss u !!" Rengek Gladis memeluk Syifa.


" Syifa terkekeh." Baru juga bertemu kemarin..sudah rindu aja !!"..


" Yukk..kita ke taman belakang " Ajak Syifa pada Gladis.


" Plend..bantuin..ini banyak bawaan " rajuk Gladis.


" Haa..kamu bawa apa semua ??"


"Ini,aku bawa makanan masakan Mamih.Katanya Mamih spesial buatmu" Ujar Gladis sambil menyodorkan rantang tiga susun pada Syifa.


"Masyaa Allah Mamih...pake ngirim makanan segala.Bilang ke Mamih terima kasih yaa." Ujar Syifa menyambut rantang dari tangan Gladis.


" Tadi juga aku sempat singgah di swalayan dekat sini,beli snack " Imbuh Gladis lagi sambil nyengir.


" Ckk...yang di rantang aja kebanyakan,mau makan snack lagi " Gerutu Syifa pura pura marah.


Gladis terkikik " Nambah berat badan,plend...!!"


" Ingat timbangan !!"


" Ha..ha..haa..itu urusan belakangan"


" Ya udah..kita ke gazebo belakang yukk!!" Ajak Syifa sambil berjalan ke arah belakang rumah.


Gladis mengekor di belakang Syifa.


" Oh my god...halamannya sangat asri " Pekik Gladis terpesona melihat tanaman di taman belakang.


" Plend..ini kamu yang rawat tanamanya ??


" Iya.."


" Waah...indah sekali !!!"


Syifa tersenyum melihat tingkah Gladis." Dis kita duduk di sana " Ujar Syifa sambil menunjuk gazebo di samping taman.


" Ayoo..."


" Tunggu di sana,aku mau ngambil piring dulu "


Gladis meletakkan gitar yang di sampirkannya di bahu di atas gazebo beserta paper bag yang penuh berisi snack.

__ADS_1


" Hhfft...segarnya !!" Gladis menghirup dalam dalam udara yang terasa segar.


Syifa dan Bu Aty datang membawa piring dan teko berisi minuman.


" Terima kasih Bu.." Ujar Gladis sambil tersenyum pada Bu Aty.


" Sama sama Non..." Bu Aty mengangguk hormat.


" Plend..suamimu mana ??" Bisik Gladis menanyakan Maliq.


" Syifa tersenyum,mungkin di kamarnya " Jawab Syifa tanpa menatap Gladis.Ada kepedihan yang dia rasakan ketika harus mengingat Maliq.


" Ooh.."


Syifa mengambil makanan yang di bawa Gladis tadi dan menuangkannya di piring lalu menyantapnya dengan lahap.


" Plend...kamu lapar ??" Gladis menatap Syifa dengan intens.


" Hmm..aku belum sarapan " Gumam Syifa pelan." Kamu nggak makaan ???" Imbuhnya bertanya pada Gladis.


Gladis menggeleng." Aku sudah sarapan di rumah tadi "


Gladis meraih gitarnya dan mulai memetik senarnya menghasilkan nada merdu di telinga.Syifa mendengarkan petikan gitar Gladis sambil menikmati makanannya.


" Plend...nanti aku akan menyusulmu di Jerman.Kita akan sama sama lagi kuliah di tempat yang sama.Aku tidak sanggup jauh jauh darimu..." Ujar Gladis dengan nada dibuat buat,berdialog bak drama di tv.


" Ha..haaa...haa..lebay...!!! Ihhh jijik !!" Syifa terbahak sambil bergidik dengan wajah dibuat jijik.Dia merasa terhibur dengan kehadiran Gladis.


" Teruslah bahagia sahabatku " Gumam batin Gladis lagi.


Syifa sudah menyelesaikan makannya dan membawa piring kotor ke dapur.


" Syifa..kamu bisa bernyanyi ??" Tanya Gladis pada Syifa saat Syifa kembali dari dapur.


" Mm..sedikit.." Jawab Syifa menjentikkan jari kelingkingnya.


" Ok...Ladies and getlemen...mari kita saksikan penampilan dari Nona Syifa !!" Pekik Gladis berlagak jadi MC.


Syifa tersenyum sambil menggeleng melihat kekonyolan sahabatnya.


" Jreng...jreng...jreng..."


" Ayo Syifa mulai !!!"


Syifa menatap Gladis." Aku nggak bisa nyanyi "


" pasti bisa...cuman kita berdua juga di sini .Mau bagus atau tidak yang penting happy "


" Ok...ekhmm " Syifa mulai menyanyi.Gladis mengambil nada .


...🎶🎶🎶🎶...

__ADS_1


...Ketika semuanya harus berakhir...


...Ketika peluhku tak lagi berhenti...


...Kau memilih tuk akhiri kisah ini...


...Kau hempaskan aku tak berdaya...


...Telah kuberikan yang mampu kuberi...


...Namun tak jua puaskan hatimu...


...Kau memilih tuk akhiri kisah ini...


...Kau hempaskan aku tak berdaya...


...Aku takkan pernah jadi sempurna...


...Seperti yang kau pinta...


...Aku takkan bisa meski tlah kucoba...


...Kau memilih tuk akhiri kisah ini...


...Kau hempaskan aku tak berdaya...


...Aku takkan pernah jadi sempurna...


...Seperti yang kau pinta...


...Aku takkan bisa meski tlah kucoba...


... 🎶🎶🎶 Naff 🎶🎶🎶...


Syifa bernyanyi penuh penghayatan.Suaranya sangat merdu menyentuh hati yang mendengarkannya.Lagu yang dibawakannya seolah mewakili perasaannya.Tanpa sadar,Syifa meneteskan air matanya.Hatinya pedih mengingat perjalanan rumah tangganya yang sebentar lagi akan hancur.


Gladis tersentak melihat Syifa menyanyi sambil meneteskan air matanya.Direngkuhnya tubuh mungil sahabatnya itu.


" Plend..jangan menangis...kamu harus kuat.Ini ujian dari Tuhan untukmu.Semoga setelah ini kamu akan menemukan kebahagiaanmu " Ujar Gladis menghibur Syifa.Kata kata yang keluar dari mulutnya terbata bata karena sedang menahan tangis.Gladis mengusap pelan bahu Syifa.


Syifa menghapus air mata yang menetes dari sudut matanya.


" Insyaa Allah aku kuat...terima kasih yaa...selalu ada untukku " Gumam Syifa lirih sambil menundukkan kepalanya.


" Itulah sahabat...selalu ada di saat suka maupun duka " Ujar Gladis sambil mengusap punggung tangan Syifa yang berpangku di atas paha Syifa.


Syifa tersenyum dan menghempasakan napasnya yang terasa sesak di dada.


" Yukk..nyanyi lagi !!"


" Hmm.."

__ADS_1


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari tadi.


__ADS_2