Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
214


__ADS_3

" Sadaqallahuladziim !! " Syifa mengakhiri bacaan ayat sucinya ketika mendengar suara berisik dari lantai bawah.


" Siapa yang datang yaa ?? kenapa berisik sekali ?? Gumam Syifa sambil melipat mukenanya dan menggantikan dengan khimar untuk disematkan di kepalanya.


" Hai Syifa...!! apa kabar ?? terkejut yaa...aku masih ada di rumah ini ?? tenang...!! aku masih istri Maliq kok..Maliq tidak menceraikanku dan tidak akan pernah !! " Sapa Sandra sambil tertawa sinis ketika berpapasan dengan Syifa yang baru keluar dari dalam kamarnya.


" Dan perlu kau tahu...Kakek semakin mendesak Maliq untuk tetap menjadikan aku sebagai istri Maliq yang sesungguhnya ketika kakek tau aku lagi hamil.Yaa..aku sudah hamil lho Syifa !! " Imbuh Sandra mengelus perut buncitnya lagi sengaja menggiring pikiran Syifa,bahwa yang menghamilinya adalah Maliq.


Syifa menghela nafasnya pelan kemudian berlalu dari hadapan Sandra tanpa menanggapi sedikitpun kata kata provokatif dari Sandra.


" Heh...disapa baik baik malah cuek aja !! Cih..sakit yaa..!! pasti sakit banget tuh,tidak berhasil nyingkirin aku !! Pekik Sandra kesal diabaikan oleh Syifa.

__ADS_1


Syifa melangkahkan kakinya menuju dapur tapi seketika berhenti melihat keberadaan Kak Dewi,Kakek,Nenek dan Ayin.Ada keinginan hatinya menyapa keluarga suaminya itu,tapi Syifa berfikir mungkin hal itu akan menjadi membuat keadaan tidak seperti yang diinginkannya.Mereka pasti akan menghina Syifa lagi tanpa sebab.


" Heeh..Syifa !! mana Maliq " Sapa Kak Dewi ketus ketika melihat Syifa melintas di dekat mereka.


Syifa menoleh sekilas ke arah mereka.


" Kantor Kak !! " Syifa berhenti seketika menjawab pertanyaan iparnya dengan datar tanpa ekspresi dan emosi lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur.


" Iya nih...sudah tahu ada kakek sama nenek,malah dicuekin.Dasar memang yaa mungkin tidak pernah diajarkan sopan santun dan adab oleh orang tuanya !! " Sandra tiba tiba menimpali ucapan Kakek dengan nada provokatif.


Seketika tubuh Syifa menegang,mendengar ucapan Sandra menyinggung orang tuanya.Tangannya terkepal dengan erat.Syifa membalikan tubuhnya dengan anggun dan mengikis jaraknya dengan Sandra.

__ADS_1


" Sandra..!! Jangan pernah menyinggung orang tuaku dengan mengatakan aku tidak pernah diajarkan sopan santun dan adab.Aku tanya..apa kau punya sopan santun atau adab di sini ?? "


" Orang yang punya adab seperti apa setiap bicara hanya cacian dan hinaan yang keluar dari mulutnya ?? orang yang mempunyai adab seperti apa orang yang masuk dalam rumah orang tanpa permisi ?? " Sarkas Syifa sambil melirik sinis sekilas ke arah kakek dan Kak Dewi.


" Heeh...kau menyindirku perempuan kampung ?? berani kau menyindirku !! aku tidak perlu ijin masuk ke dalam rumah cucuku sendiri.Kau tidak punya hak apa apa di sini.Kau hanya perempuan yang kebetulan entah dengan alasan apa dinikahi oleh cucuku.Kalau aku mau,saat ini juga aku akan mengusirmu dari sini !! " Bentak kakek mendelik ke arah Syifa.


" Nyees...!! terasa sakit sampai di ulu hati Syifa mendengarkan hinaan yang keluar dari mulut Kakek.Sebisa mungkin ditegarkannya hatinya,dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang yang sedang berusaha melemahkan mentalnya saat ini.


Sandra,Kak Dewi,Ayin dan Nenek terlihat menyunggingkan senyum sinis mencibir pada Syifa.


" Lagian juga yaa..kenapa aku harus permisi dulu masuk dalam rumah suamiku sendiri.Aku ini istrinya Maliq juga,jadi terserah aku dong..kapan mau masuk dalam rumah ini ".Sandra menimpali.

__ADS_1


Syifa tersenyum dengan wajah tenangnya. " Istri ?? kapan kau sah menjadi istri Kak Maliq ?? " Sarkas Syifa.


__ADS_2