Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
185


__ADS_3

Maliq terpaku di tempatnya mendengar ucapan Ati." Ya Allah...jangan jangan Syifa sudah tau tentang Sandra.Astagfirullah...aku belum siap menjelaskan semua pada Syifa " Maliq bergumam frustasi.


" Pak...Pak Maliq !!! bagaimana ini.Saya khawatir dengan Nak Syifa " Ucapan Ati membuyarkan lamunan Maliq.


" Astagfirullah...!! " Maliq tersentak panik.


" Ambil kunci cadangan,Bu ...!! " Titah Maliq pada Ati lalu mengetuk ngetuk pintu kamar sembari memanggil nama Syifa.


Gegas Ati berlari menuju lantai bawah mencari kunci cadangan di laci lemari bufet yang ada di ruang keluarga.


" Ini kuncinya,Pak !! " Ati menyodorkan anak kunci cadangan pada Maliq dengan nafas yang masih tersengal sengal karena berlari naik turun tangga.


Segera Maliq memasukkan anak kunci di lubang kunci pintu kamar.Tapi,sepertinya ada yang mengganjal dari sebelah dalam.


" Sepertinya kunci menancap di lubang kunci, Bu ...!! " Gumam Maliq resah.


" Aku akan mendobrak pintunya !! "


Maliq mengambil posisi hendak menerjang pintu kamar.


" Ceklek " Tiba tiba pintu terbuka seiring dengan tubuh mungil Syifa keluar dari balik pintu.


" Dek...!! " Gumam Maliq membeku di tempatnya berdiri.


Syifa menarik bibirnya membentuk sebuah senyum tipis.Dia menatap wajah Maliq dengan tatapan dingin,sorot matanya sarat dengan kekecewaan.


" Glek " Maliq menelan salivanya dengan susah payah.Tiba tiba rasa bersalah menyergap hatinya.Dia tidak tau apa yang akan dijelaskan pada Syifa nantinya.Tatapan Syifa terasa mengintimidasinya.


Seketika mata Syifa beralih pada Ati." Ada apa,Bu Ati ?? sepertinya aku mendengar suara berisik " Ujar Syifa datar.


Ati melirik sekilas ke arah Maliq. " Mm..Maaf, Nak Syifa !! .Saya khawatir Nak Syifa dari pagi belum keluar kamar.Nak Syifa belum makan dari pagi.Jadi saya coba menggedor pintu kamar". Tutur Ati dengan suara lirih.Dia merasa aura di tempatnya berdiri terasa mencekam.Tatapan dingin dari Syifa membuatnya bergidik ngeri.


" Ooh..saya lagi puasa sunnah " Ucap Syifa singkat.


" Oo...Maaf kalau sudah mengganggu Nak Syifa " Ujar Ati merasa tidak enak.


" Tidak apa apa, Bu Ati.Terima kasih sudah mengkhawatirkanku "


" Sama sama,Nak Syifa.Kalau begitu saya permisi ke dapur dulu,Nak !!" Ati pamit sambil mengangguk hormat pada Maliq dan Syifa.


Syifa menatap datar kepergian Ati.Seketika suasana menjadi hening setelah kepergian Ati.

__ADS_1


Syifa masih posisi berdiri di ambang pintu. Dan Maliq tetap berdiri di posisinya semula.


" Dek...!! Maaf,aku tidak tau kalau adek sudah kembali " Lirih suara Maliq sambil mencoba meraih tangan Syifa.


Syifa tersenyum getir lalu mencium takzim tangan Maliq." Tidak apa,Kak.Tidak sepenting itu juga hingga Kakak harus minta maaf " Ujar Syifa datar dengan ekspresi wajah yang datar juga.


" Deg !!" Maliq merasakan perih mendengar ucapan Syifa.Seketika tubuhnya menjadi kaku tanpa tau harus berkata apa untuk menimpali ucapan Syifa.


" Maaf,Kak..boleh aku istrahat lagi ??" Ujar Syifa terdengar seperti mengusir Maliq secara halus.


Maliq tersentak dan mecoba memeluk tubuh Syifa." Dek..Kakak rindu !!" Bisiknya dengan suara bergetar.


Tubuh Syifa menegang.Jujur dia sangat merindukan Maliq.Dia sangat merindukan aroma tubuh suaminya.Mungkin pengaruh hormon kehamilannya hingga dia sangat merindukan aroma itu.


Maliq memeluk erat tubuh mungil Syifa tanpa ada balasan dari Syifa.Syifa gamang.Bayangan percakapan keluarga Maliq masih terus melintas di benaknya.


" Kak...!! malu nanti dilihat orang " Lirih suara Syifa sambil mendorong pelan tubuh Maliq.


Maliq terkekeh pelan." Kalau begitu kita masuk yuk...!! biar tidak dilihat orang " Ujar Maliq sambil membimbing tubuh Syifa masuk ke dalam kamar.


" Maliq ..!!! " Suara merdu tiba tiba menahan langkah Maliq dan Syifa.


" Tap"


" Tap "


Sandra melangkah dengan anggun mendekati Maliq dan Syifa.


" Hallo Syifa..!! kamu sudah balik ?? " Sandra menyapa Syifa dengan senyum sinis.


" Maaf kamu pasti terkejut menyaksikan kalau aku sudah menjadi istri dari Maliq " Sarkas Sandra tanpa ada rasa bersalah.


" Sandra !!! lancang kamu !!" Pekik Maliq geram.Dikepalnya kedua tangannya menahan emosi.Dia beranjak ingin mendekati Sandra,tapi Syifa menahan dengan mengamit lengan Maliq sambil mengusap lembut bahu Maliq.Matanya menatap mata Maliq seolah mengatakan " Biarkan Sandra bicara sesukanya ".


" Maaf ,sayangnya aku tidak terkejut.Aku sudah menduga sejak bertemu denganmu pertama kali.Kamu adalah type perempuan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisimu.Tenang saja,aku bukan type perempuan yang mudah terprovokasi dengan ucapan ucapan murahan seperti ini" Ujar Syifa dengan nada lembut tapi penuh penekanan.


Maliq menatap kagum mendengar ucapan Syifa menanggapi provokasi Sandra.


" Dek...!! Desah Maliq sambil tersenyum mesra lalu mengecup pucuk kepala Syifa yang tertutup Khimar.


Sandra geram.Dikepalnya kedua tangannya hingga buku buku jarinya memutih. " Kurang ajar kamu,Syifa !! kamu akan menyesali ucapanmu hari ini "

__ADS_1


Syifa hanya tersenyum sekilas mendengar makian Sandra lalu mengamit lengan Maliq dan menariknya masuk ke dalam kamar.


Maliq mengikuti langkah Syifa tanpa memperdulikan kehadiran Sandra di situ.Sekilas Syifa melirik ke arah Sandra yang terpaku di tempatnya dan tersenyum tipis dengan sorot mata menegaskan bahwa "Maliq hanya milikku ".


Sandra tersentak ketika melihat pintu kamar telah ditutup dari dalam. "Maliiiqq !! " Pekiknya geram lalu menggedor pintu kamar Syifa dengan keras.


" Ceklek " Syifa kembali membuka pintu kamarnya hanya setengah terbuka lalu melongokan kepalanya dari dalam.


" Maaf..kami ingin istrahat.Tolong jaga sikapmu.Ini kamarku !!" Tegas Syifa dengan mata mengintimidasi Sandra.


" Maliq suamiku juga !!" pekik Sandra geram.


Syifa terkekeh lalu menatap Sandra dengan datar." Semalam kamu sudah bersama Kak Maliq,hari ini dia hanya boleh bersamaku.Dan untuk selanjutnya,aku tidak ingin berbagi apa yang sudah menjadi milikku.Aku bukan seperti wanita yang ada di sinetron atau di cerita novel,yang rela berbagi suami dengan seorang pelakor.Sekali lagi, Ingat...!! aku perempuan serakah dan egois yang tidak suka berbagi "


" Mm..dan yaa...aku beri tau..seorang wanita cantik alangkah baiknya tutur katanya juga cantik seperti wajahnya ".Ujar Syifa tenang tanpa emosi.


Sandra terpaku mendengar ucapan Syifa.Tanpa dia sadari pintu kamar Syifa telah tertutup dengan sempurna.


" Syifaaa !! awas kamu aku akan mengadukannya pada Kakek.!! " Pekik Sandra dari luar kamar.


Di dalam kamar....


Maliq duduk di tepi ranjang dengan gelisah.


" Dek " panggil Maliq pada Syifa sambil menatap Syifa yang keluar dari kamar mandi.


" Hmm " Syifa menanggapi sekilas lalu beranjak ke sebrang ranjang tempat Maliq duduk.


" Aku akan menjelaskan semuanya " Maliq beringsut mendekati Syifa.


" Tidak sekarang !!!.Otakku masih capek untuk mencerna semua hal yang terjadi hari ini.Saat ini aku hanya ingin istirahat.Jadi aku mohon,biarkan aku istirahat dulu " Syifa menimpali ucapan Maliq sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi membelakangi Maliq.


" Dek...kamu marah sama Kakak ??"


" Iya...!!"Ketus Syifa.


" Dek...!! boleh peluk ???"


" mmm... belum boleh " Tegasnya lagi.


Maliq beringsut lalu memeluk Syifa dengan posesif lalu menghirup dalam dalam aroma tubuh Syifa.

__ADS_1


" Astagaaa...Kak Maliq !! aku masih marah "


__ADS_2