Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
174


__ADS_3

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰Assalamualaikum...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.Selamat menyambut Tahun Baru 2022.Semoga Tahun ini semua akan lebih baik dari tahun kemarin.Dan semoga juga virus yang menguasai dunia segera lenyap dan tidak kembali lagi..Aamiin 🀲🀲


🌷🌷🌷🌷


" Gladis,kapan kamu datang ???" Tanya Syifa pada Gladis dengan suara lirih.


Saat ini Gladis sedang menemani Syifa di kamar rawatnya.Syifa menyuruh Maliq balik ke apartemen untuk istrahat.Dia kasian melihat Maliq yang sepertinya kurang istrahat.


" Subuh sebelum kamu tertembak " Jawab Gladis sambil mengusap punggung tangan Syifa dengan lembut.


" Ooh..'


" Plend...!!" Ucap Gladis ragu ragu.


" Hmmm ?? " Syifa menatap Gladis dengan tatapan tanda tanya.


" Ii itu...kamu sama Kak Maliq gimana ?? maksudku,apa kalian sudah baikan ??"


Syifa menghela nafasnya berat.


" Entahlah ...aku masih bingung.Satu sisi hatiku sangat sakit.Tapi di sisi lain aku merasa berdosa karena dia masih sah menjadi suamiku."


" Mm..plend !! aku rasa Kak Maliq sudah berubah.Sekarang dia sangat menyayangimu.aku lihat kesungguhan hatinya saat merawatmu dengan sepenuh hati.Saat kamu koma,dia sangat frustasi.Tak sedikitpun dia meninggalkanmu.Dia tidak mengijinkan orang lain menungguimu termasuk aku.Katanya saat dirimu siuman ,dia ingin dirinyalah orang pertama melihatmu siuman." Tutur Syifa.


" Kulihat raut kegelisahan di wajahnya.Dia sangat takut kehilanganmu " Imbuhnya lagi.


" Hff...aku pun ingin memberinya kesempatan lagi.Tapi entahlah..biarlah waktu yang akan memperbaiki semua " Gumam Syifa sambil memejamkan matanya sejenak.Dia tiba tiba merasa pusing dan telinganya berdengung.


Gladis yang melihat wajah Syifa yang tiba tiba pucat langsung panik." Plend...kamu kenapa ??"


Syifa menggeleng lemah." Sepertinya aku butuh istrahat.


" Iya,istrahatlah plend...!! aku tugguin kamu.


Syifa mengangguk lemah dan membalikan badannya memunggungi Gladis.


Gladis memperbaiki selimut Syifa lalu berjalan menuju sofa.


" Sepertinya Syifa belum pulih benar !! " Gumam seseorang di balik pintu.


Orang itu adalah Qenan.Setiap hari dia akan datang menjenguk Syifa tapi tidak datang langsung menemuinya.Dia hanya melihat Syifa dari jauh saja,menurutnya itu sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduannya pada Syifa.


" Qen...kenapa hanya berdiri di situ ??? " Sapa Evren dari belakang Qenan.


Qenan terlonjak kaget " Astaga..!!! Evren bikin kaget saja "

__ADS_1


" He..he..Sory.Habisnya kamu kenapa cuman berdiri di situ,nggak masuk saja !! " Evren terkekeh melihat Qenan yang terkejut.


" Mm..aku nggak jadi masuk kayanya Syifa lagi istrahat " Dusta Qenan.


Evren mengernyitkan keningnya" Ooh...Syifa lagi tidur ?? " tanya Evren.


" Ii iya..dia lagi tidur " Qenan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Ya udah..kalau kamu mau masuk,masuk saja.Aku balik dulu " Ujar Qenan lalu beranjak meninggalkan tempatnya berdiri.


" Eeh.." Evren melongo.


" Aneh !!! " Gumam Evren lalu mengetuk pintu kamar rawat Syifa.


" Masuk !! " seru suara dari dalam.


" Haii...!! "sapa Evren pada Gladis setelah membuka pintu ruangan.


" Hai...!! ayo masuk". Sambut Gladis ramah pada Evren.


Evren masuk dengan langkah pelan.Dia tidak ingin menggangu istrahat Syifa.Tapi sayangnya,Syifa yang belum tidur terlanjur mendengar suara Evren.


Syifa membalikan badannya lalu tersenyum pada Evren. " Hai Kak !!!"


" Maaf ..aku mengganggu istirahatmu yaa.??"


" Aahh...tidak Kak.Aku tidak tidur,cuma sedikit agak pusing " lirih Syifa sambil menyungging senyum.


" Ooh...kata Qenan kamu lagi tidur.


" Qenan ?? apa Qenan ada di sini ???" Tanya Syifa sambil mengernyitkan keningnya.


" Iya..tadi aku ketemu di depan pintu " jawab Evren.


" Tapi selama aku siuman,aku belum pernah melihat Qenan.Bahkan aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya,dia sudah menolongku saat penjahat itu mengeroyokku!! "


" Oohh..dia tadi ada di depan pintu,tapi kayanya dia urung masuk " Tutur Evren.


" Ada apa dengan Qenan,kulihat matanya tadi menyimpan kerinduan buat Syifa.Tapi kenapa dia seperti menghindar bertemu Syifa ?? " Batin Evren.Dia memang belum tau Qenan yang lagi patah hati dan dia belum tau juga bahwa Syifa sudah menikah.


Gladis yang mendengar pembicaraan Evren dan Syifa tidak ikut nimrung,dia lebih fokus memainkan ponselnya.


" Ceklek " Pintu terbuka seiring tubuh kekar Maliq masuk dan disusul oleh Willy.


Evren menoleh seketika ke arah Maliq dan Willy dan tersenyum ramah.

__ADS_1


" Siapa mereka sebenarnya??? kalau mereka keluarga Syifa,kenapa mereka berwajah eropa sedangkan Syifa lebih ke wajah asia ?? " Gumam Evren dalam hati.


Willy mendekat ke arah Gladis." Beb..!! malam ini kita berangkat.Mamih tadi nelpon aku !! " Ujar Willy sambil mendudukan bokongnya di samping Gladis.


Gladis mengangguk lalu melirik ke arah Syifa." Berarti Syifa tidak bisa menghadiri pernikahan kita " Ujar Gladis sendu.


Maliq yang duduk di sofa bersebrangan dengan Willy hanya diam.


" Mau gimana lagi,beb...!! Syifa masih belum pulih kaya gitu.Seandainya undangan belum disebar,kita bisa menunggu Syifa pulih dulu " Willy meraih tangan Gladis sambil mengusapnya dengan lembut.


" Maafkan aku, Gladis.Aku tidak bisa menghadiri hari bahagiamu.Padahal disetiap aku butuh,kamu selalu ada untukku "sesal Syifa mendengar percakapan Willy dan Gladis.


Gladis beranjak menuju ranjang Syifa." Plend,aku butuh doamu !!! Siapa yang sangka saat seperti ini kamu justru dapat musibah " Ucap Gladis sambil memeluk tubuh Syifa.


Evren yang melihat itu langsung terharu walau dia tidak tau apa yang mereka bicarakan.Soalnya Syifa dan yang lainnya berbicara pakai bahasa Indonesia.


Sekilas Gladis melihat Evren yang menatapnya memeluk Syifa langsung tersenyum." Aku akan menikah minggu depan.Aku datang ingin menjemput Syifa.Tapi siapa yang bisa mengira Syifa mendapat musibah seperti ini" Tutur Gladis menjelaskan seperti mengerti apa yang Evren fikirkan.


Evren mengangguk.


" Dia sahabat terbaikku sejak kami kuliah sama sama di Indonesia " Imbuh Gladis sambil mengelus rambut Syifa.


Syifa hanya terkekeh." Dia lah yang terbaik untuk jadi sahabatku.Dia selalu ada disetiap kesusahanku.Aku sangat bahagia menjadi sahabatnya" Ucap Syifa di sela kekehanya.


" Deg.." Maliq merasa tersindir mendengar ucapan Syifa.Sebagai suami dia tidak pernah sekalipun memberikan perhatian pada Syifa.Tapi justru Willy dan Gladis yang nota benenya bukan siapa siapa akan selalu ada buat Syifa.


" Kalian memang pantas bersahabat.Aku iri dengan persahabatan kalian.Awalnya aku mengira kalian adalah saudara.Tapi aku heran,kalau kalian saudara kenapa yang satu berwajah asia dan yang lainnya berwajah eropa " Tutur Evren sambil menatap ke arah Willy dan Maliq.


Gladis terbahak." Kami semua memang bersaudara.Saudara baru ketemu dewasa.Ha..haaa !!"


" Aku sahabat ketemu saat masuk kuliah.Kak Will itu tunanganku sekaligus sahabat Kak Maliq dan Kak Maliq itu suami Syifa " Imbuh Gladis menjelaskan.


" Suami ??" Beo Evren dan seketika menoleh ke arah Maliq lalu menatap Syifa dengan wajah penuh tanya.


Syifa bungkam sambil membuang pandangannya sembarang arah.


" Iya,Kak Maliq itu suami Syifa.Mereka menikah dari tiga tahun lalu " Jelas Gladis pada Evren.


" Woow...Syifa..!! kamu tidak pernah cerita ke aku !! " Pekik Evren lalu menatap Syifa meminta penjelasan.


Syifa setia dengan kebungkamannya.Maliq menatap Syifa sekilas.


" Dia memang tidak mau mengakuiku sebagai suaminya. Ternyata sesakit ini menjadi orang yang tidak dianggap" Batin Maliq perih.Dia merasa sakit melihat sikap Syifa yang tidak mau menceritakan pernikahan mereka pada Evren.


" Apa karena ini sampai Qenan tidak mau menemui Syifa ??? Mungkin saja Qenan sudah mengetahui status Syifa "Batin Evren.

__ADS_1


__ADS_2