Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
41


__ADS_3

Malam kian larut,namun tanda tanda kedatangan Maliq belum terlihat.Syifa merasa matanya perlu untuk diistrahatkan,memutuskan untuk tidur.


"Mungkin Aku nggak usah nunggu Kak Maliq balik,mataku sudah sangat mengantuk"Gumam Syifa sambil menguap.


Diambilnya selimut dan bantal,dia memutuskan untuk tidur di sofa di dalam kamar Maliq.Dia merasa ragu untuk tidur seranjang dengan Maliq setelah mendengar kata kata Maliq waktu di resort.


"Hhff..jangan sampai Aku tidur di tempat tidurnya cuma bikin masalah,mendingan Aku tidur di sofa saja".Dibaringkannya tubuhnya di sofa setelah membaca doa tidur.Perlahan matanya tertutup dan alam bawah sadarnya hanyut dalam mimpi.


***

__ADS_1


Pukul 02.05


"Ceklek"...Pintu terbuka,perlahan Maliq masuk ke dalam kamar.Di arahkan pandangannya kesetiap sudut kamar yang remang remang diterangi oleh lampu tidur.Maliq melihat tubuh mungil Syifa tertidur dengan tenang di sofa berbungkus selimut yang menutupi tubuhnya sampai sebatas leher.


"Ternyata dia tidur di sofa.Maafkan Aku Syifa,Aku masih bingung.Aku sangat mencintai Linda.Andai Aku tahu Linda akan bertemu denganku lagi,Aku tidak akan menarikmu kedalam pernikahan ini".Gumam Maliq sambil memperhatikan dengan intens wajah Syifa yang tertidur dengan pulas.Maliq berjongkok,dirapikannya anak rambut Syifa yang menutupi wajah Syifa.


"Dia gadis yang sangat cantik,tapi hatiku telah dikuasai oleh Linda.Syifa adalah istriku dan Aku menikahinya atas kemauanku sendiri.Memang benar kata Syifa,Aku telah merampasnya dengan paksa dari orang tuanya.Betapa berdosanya Aku yang telah melukai hatinya"Gusar Maliq dalam hati.Diusapnya wajahnya dengan kasar,lalu berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.


"Aargggh...kenapa jadi begini sih!!Gusar Maliq sambil menyugar rambutnya dengan kasar.Maliq membolak balikkan badannya,diliriknya jam yang terletak di atas nakas telah menunjukan pukul 03.00.Dia tidak bisa tidur karena kegelisahannya.

__ADS_1


"Eheùumm..."tiba tiba Syifa menggeliatkan badannya.Maliq melihat Syifa bangkit dan menuju kamar mandi.


Syifa yang sudah terbiasa bangun jam 3 subuh untuk sholat tahajud,seperti ada alarm yang membangunkannya.Walaupun hari ini dia belum bisa sholat,tetap dia akan terbangun dijam seperti ini.


Syifa merasa ingin buang air kecil,bergegas dia ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.


"Ternyata Kak Maliq sudah pulang,entah jam berapa dia balik tadi".Gumam Syifa yang baru keluar dari kamar mandi tapi masih bisa tertangkap indra pendengaran Maliq yang pura pura tidur setelah melihat Syifa terbangun.


Syifa kembali membaringkan tubuhnya di sofa.Tapi karena kebiasaannya terjaga di jam seperti sekarang,akhirnya Syifa hanya termenung tanpa bisa memejamkan matanya kembali.Dia kembali teringat dengan pernikahannya yang diambang perpisahan.

__ADS_1


"Mungkin Kak Maliq memang akan menceraikanku nanti,tapi semoga dia akan menepati janjinya untuk menyekolahkan Aku.setidaknya selama sekolah Aku masih bisa bersama sama dengan Kak Maliq.Dan orang tuaku tidak akan curiga bahwa Kak Maliq tidak menginginkan Aku.Jika tiba waktunya Kak Maliq akan menceraikanku,setidaknya Aku sudah menyelesaikan sarjanaku dan itu akan menjadi bekalku melanjutkan hidupku yang akan menjadi janda"Gumam Syifa.


__ADS_2