
"Maaf Pak,perusahaan Bapak di rekomendasikan pihak kampus untuk saya ajukan permohonan magang.Sebelumnya saya ikut interview dulu, dan saya dinyatakan lulus.Saya magang di sini tidak memiliki tendensi apa apa.Murni ingin menimba ilmu,bukan mau pamer ilmu.Andai itu membuat Bapak tidak nyaman,saya mohon maaf jika hal ini sangat mengganggu Bapak.Sekarang keputusan ada di tangan Bapak,dan saya terima apapun itu "Ucap Syifa tegas dan lugas.'Tatapannya dingin menghujam ke arah Maliq.
Maliq tertegun mendengar ucapan Syifa.
"Maaf pak,kalau sudah tidak ada lagi yang akan disampaikan ,saya pamit kembali ke tempat saya untuk bersiap siap menunggu keputusan bapak selanjutnya ".Ujar Syifa sambil menunduk hormat dan membalikkan badannya hendak melangkah keluar dari ruangan Maliq.
"Stop di situ !!siapa yang menyuruhmu pergi ??"Pekik Maliq.
Syifa menghentikan langkahnya dan diam sesaat tanpa membalikkan badannya.
"Hhfft...apa lagi sih ?"gumam Syifa lirih.
"Kembali ke tempat dudukmu "Titah Maliq.
Syifa membalikkan badannya menuju tempat duduknya tadi.Dia diam sambil menatap Maliq dengan tatapan datar.
" Baiklah kamu bisa tetap magang di sini.Tapi,ada syaratnya" Ujar Maliq,setelah beberapa saat diam.
__ADS_1
Syifa mengernyitkan keningnya dan tetap mengarahkan pandangannya tanpa menimpali ucapan Maliq.
"Kamu tidak bertanya apa syaratnya ??" imbuh Maliq.Dia menunggu tanggapan Syifa.
"Apa Syaratnya ??" ucap Syifa datar.
"Hff..ini cewek...kaku banget kaya kanebo kering.Kenapa seolah olah dia yang lagi mengintimidasiku sih..niatnya mau bikin dia memohon padaku,kenapa faktanya jadi terbalik, ck." Batin Maliq kesal.
"Syaratnya...pertama,kamu tidak boleh makan di kantin (Yap..Maliq yang sempat melihat Ivan tadi mendekati Syifa di kantin,dan dia merasa tidak rela ada yang mendekati Syifa sebab itulah dia melarang Syifa makan di kantin).Kedua,kamu harus temani aku kalau setiap aku lembur.Dan ketiga,tiap pagi kamu yang harus mengantarkanku kopi di ruanganku.Mudah kan? " Tutur Maliq sambil menyeringai licik.
"Siap Pak.." Ujar Syifa singkat.
"Apa masih ada yang lain,pak?"
"Hmm..itu saja,kamu boleh kembali.Dan yaa..syaratnya mulai berlaku detik ini..." Ujar Maliq.
"Baik,Pak.Saya permisi dulu "Ujar Syifa kemudian berdiri dari tempat duduknya,lalu berjalan keluar.
__ADS_1
"Hhftt...tidak di rumah,tidak di kantor selalunya bikin kesal, ck..untung suami."Gumam Syifa sambil berjalan menuju ruangannya.
Maliq menatap nanar punggung Syifa yang berlalu dari ruangannya.Tiba tiba dia teringat dengan permintaan Linda.
"Hhfft...kalau aku menikahi Linda,bagaimana dengan Syifa.Belum lagi Mamah pasti akan sangat membenciku.Tapi aku tidak ingin kehilangan Linda lagi untuk yang kedua kalinya.Ckk..andai aku tau Linda akan kembali,aku pasti tidak menikahi gadis kecil itu "Gumam Maliq sambil memutar mutar kursinya.Dia merasa sangat dilema.
"Kalau hanya perkara menceraikan Syifa aku merasa tidak kesulitan(Dasar Maliq,dipikirnya Syifa itu tidak punya perasaan😡😡.POV author).Tapi,aku tidak mampu menerima kemarahan Mamah.Aaargghhh...." Maliq frustasi.
"Ceklek "...Tiba tiba pintu terbuka seiring dengan masuknya Linda.
"Sayaaang....!!!"
"Linda..??!!"
"Ngapain sih??kenapa telponku tidak dijawab,sms tidak di balas "Rajuk Linda manja.Dia mendekati Maliq dan duduk di pangkuan Maliq.
"Astagaa Linda,jangan kaya gini.Ini di kantor tidak enak kalau ada yang melihat "Ujar Maliq risih dengan sikap Linda.
__ADS_1
"Apaan sih sayang..aku kan kangen...hmm...kamu nggak kangen sama aku ??"