
Setelah keluar dari cafe tempatnya makan tadi,Maliq langsung pulang ke rumahnya.Dia merasa malas ke kantor.Dia hanya menelpon Hendra asistennya untuk bisa menghandle pekerjaannya dulu.
Sesampainya di rumah.Maliq langsung masuk ke dalam kamar Syifa.
" Baru sehari kamu meninggalkanku,aku sudah merindukanmu Syifa.Andai Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk bersatu denganmu,aku janji tidak akan menyakitimu lagi " Gumam Maliq sambil mengelus ranjang Syifa.
"Semoga saja Mamah akan mendapatkan alamat Syifa.Aku akan menyusulnya,kalau bisa aku akan menemaninya di jerman nanti.Biar urusan kantor,Hendra yang akan menanganinya" Monolog Maliq sambil tersenyum senyum sendiri.Dia membayangkan jika akan bertemu Syifa nantinya,dia akan meminta maaf pada Syifa dan akan menemani Syifa menyelesaikan pendidikannya.
" Drrt...drrt..." Ponsel Maliq bergetar.
"Ckk...siapa lagi sih..!" Ucap Maliq sambil meronggoh kantongnya.
" Willy ??" Desis Maliq.
" Ya..Hallo Will...ada apa menelponku ??"
" Bro..kita bisa ketemu ??"
" Mm...bisa.Tapi jangan skarang,soalnya aku lagi sumpek dan nggak pengen ke mana mana " Ujar Maliq lemah
" Tapi ini penting Bro..kalau kamu nggak sibuk,aku pengen ketemu secepatnya " Ujar Willy.
" Ok..sore aja deh.Sekarang aku lagi pengen istrahat dulu " Ucap Maliq finish.
" Ok..sore,aku ke rumahmu..gimana ??"
" Ok...sip " Maliq mengakhiri pembicaraannya dengan Willy.
" Hhffft...apa yang Willy akan bicarakan yaa..katanya penting.Tapi saat ini badanku rasanya lemas semua.Aku pengen istrahat saja dulu." Gumam Maliq sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.Tak lama kemudian Maliq terbuai ke alam mimpi.
Sekitar satu jam kemudian,tidur Maliq terusik dengan suara berisik dari lantai bawah.
" Astagaa...kenapa berisik sekali di bawah.Siapa sih yang bikin keributan ??" Kesal Maliq sambil berdiri dari tempatnya.
__ADS_1
Maliq berjalan ke luar dari kamar lalu menuruni tangga menuju sumber suara berisik.
Maliq melihat Bu Aty sedang berdebat dengan Linda.
" Maaf Non Linda,Pak Maliq sedang istrahat.Kalau Nona ingin ketemu,sebentar Nona balik lagi " Ujar Aty tegas.
" Heeh...siapa kamu berani mengusirku???Kamu itu cuma pembantu di sini.Maliq itu kekasihku dan sebentar lagi kami akan menikah,dan aku pastikan kalau aku sudah jadi nyonya di rumah ini,orang yang pertama aku singkirkan adalah dirimu !!" pekik Linda kesal pada Aty.
" Ooh...silahkan..andai memang Pak Maliq menikah dengan anda,tanpa dipecatpun aku akan berhenti kerja di sini.Ogah banget punya majikan songong kaya anda ..cih.." Pekik Aty tak kalah sengit.Dia kesal melihat sikap Linda yang angkuh.
"Linda !!! Bu Aty !!" Tiba tiba suara bariton menginterupsi perdebatan Linda dan Aty.
" Sayaang...!!" Pekik Linda senang sambil berlari ke arah Maliq lalu bergelayut manja di lengan Maliq.
" Maaf Pak...Non Linda memaksa masuk" Ujar Aty sambil menunduk hormat.Diliriknya sekilas wajah Linda dengan tatapan sinis.
" Dasar belatung ****** !! " Maki Aty dalam hati.
" Iya...Nggak apa apa Bu Aty !!" Ujar Maliq pada Aty
" Iih...kenapa sih...dia kan hanya pembantu" Rajuk Linda pada Maliq.
" Jaga sikap kataku..!!!dan sudah aku katakan kemarin,kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi.Kita sudah putus " Tegas Maliq pada Linda sambil menepis tangan Linda dari lengannya.
Sebenarnya dia tidak tega berkata seperti itu pada Linda,tapi dia tidak ingin memberikan harapan lagi pada Linda.Niatnya sudah bulat,dia akan mengejar cinta Syifa.
Aty tersenyum sinis pada Linda." Maaf saya permisi ke belakang dulu,Pak !!" Pamit Aty pada Maliq.
Maliq hanya mengangguk.
" Linda..ayo silahkan duduk dulu " Ajak Maliq pada Linda.
" Maliq...aku benar benar tidak bisa berpisah denganmu.Aku sudah berusaha menepis perasaanku ini,tapi aku tidak bisa.Kebersamaan kita yang sekian tahun yang membuatku sulit melupakanmu " Ujar Linda lemah.Dia menundukkan kepalanya lalu terisak.
__ADS_1
Maliq tersentak mendengar Linda terisak.
" Linda,maafkan aku.Ternyata setelah Syifa pergi meninggalkanku,aku baru sadar bahwa aku mencintai Syifa " Lirih suara Maliq sambil mentap Linda yang tertunduk.
Linda mendongakan kepalanya.
" Ooh..ternyata Syifa sudah pergi..yess !!!lanjut drama lagi kalau begitu " Sorak Linda dalam hati.
" Maliq..kamu jahat,setelah sekian tahun hubungan kita,dengan mudahnya kamu memutuskanku.Aku masih sangat mencintaimu Maliq.hiks..hiks..."
Maliq ingin meraih tubuh Linda dan membawanya ke dalam pelukannya untuk menghiburnya.Tapi hatinya telah berjanji..dia akan menjaga diri dan hatinya buat Syifa,walau saat ini Syifa tidak bersamanya.
" Maaf.Bagaimanapun Syifa itu istriku dan aku telah mencintainya" Jelas Maliq sambil membuang pandangannya dari tatapan Linda.
" Aku tidak boleh menatapnya agar aku tidak tergoda dengannya lagi.Aku akan menjaga diriku sebagai seorang yang sudah memiliki istri " Batin Maliq.
Sejak semalam dia sudah berjanji pada dirinya sendiri,dia akan berubah menjadi lebih baik lagi.Dia ingin menjadi muslim yang sesungguhnya,perlahan dia akan menjauhi sesuatu yang dilarang oleh agama.
Maliq sadar selama ini dia sudah sangat jauh dengan Allah.Dia jarang beribadah.Dia sering sengaja bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrimnya,walaupun itu tidak sampai berzinah..tapi dia merasa sudah sangat jauh dari syariat agama.
" Aku mohon Maliq,ak...aku tidak bisa berpisah darimu " Ucap Linda menghiba dengan suara tersendat sendat.Dia berusaha meraih tangan Maliq tapi Maliq segera berdiri menghindarinya.
" Maaf Linda,ternyata selama ini aku sudah tidak mencintaimu.Aku selama ini hanya terobsesi denganmu " Tegas Maliq tanpa perasaan pada Linda.
Sontak Linda berdiri lalu menghapus air mata yang menetes di pipinya." Mungkin saat ini kamu masih shock dengan kepergian Syifa,jadi kamu belum bisa berpikiran jernih,aku maklum.Aku tidak marah dengan kata katamu.Setelah tenang kamu bisa menemuiku lagi,Maliq!!.Aku pamit dulu.Ingat cinta kita itu sangat kuat.Kita tidak bisa saling melupakan" Ujar Linda lembut,sebisa mungkin ditekannya kemarahannya mendengar kata kata Maliq.
" Aku akan merebut hatimu kembali Maliq.Sebisa mungkin aku tidak akan marah padamu,aku tau kelemahanmu..kamu sangat memuja sikapku yang lemah lembut " Gumam Linda dalam hati.
" Aku pergi,sayang...banyak banyak istrahat.Jangan terlalu stres,ingat kesehatanmu " Ujar Linda dengan suara dibuat selembut mungkin.Setelah itu dia melangkah pergi dari hadapan Maliq.
Maliq hanya tertegun di tempatnya.Jujur dia sangat tersentuh dengan sikap Linda barusan.
" Maafkan aku Linda.Kamu perempuan baik dan lembut.Tapi aku tidak bisa memilihmu,Syifa adalah istri sahku " Batin Maliq sambil menatap punggung Linda yang perlahan menghilang di balik tembok rumahnya.
__ADS_1
Tanpa Maliq sadari,ada sepasang mata sedang menyaksikan pembicaraan Maliq dengan Linda.
" Syukurlah,Pak Maliq benar benar sudah bisa melepaskan belatung ***** itu.Lanjut bikin laporan...he..he" Gumam Pemilik sepasang mata itu** sambil terkekeh***.