Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
191


__ADS_3

Jarum jam terus berputar mengikuti waktu.Matahari beranjak menuju puncak rotasinya.Waktu telah menunjukan pukul 12.00 siang.Sayup terdengar suara adzan menyentak jiwa Syifa yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Syifa menggeliatkan tubuh mungilnya dan mengurai dekapan Maliq yang masih memeluknya dengan posesif.Ternyata mereka terlelap saat rasa yang berbeda menggelayut dalam bathin mereka.Maliq dengan rasa bersalahnya pada Syifa.Dan Syifa dengan rasa sakit dan kecewa yang entah mau dia alamatkan pada siapa.


" Kak..!! kita sholat dzuhur dulu,Kak !! ". Bisik Syifa di telinga Maliq dengan lembut.


"Bangun..!! Sudah adzan lho,Kak...! " Bisiknya lagi sambil menepuk pelan pipi Maliq.


" Eeuhmm...masih ngantuk...Dek..!! " gumam Maliq sambil menggeliatkan tubuhnya.


Syifa terkekeh." Sudah siang,Kak..!! sholat dulu baru lanjut lagi.


Maliq bangkit lalu merengkuh tubuh Syifa." Maafkan Kakak,dek..!! "Bisik Maliq saat kesadarannya telah kembali sepenuhnya.


" Sudahlah,Kak..tidak perlu Kakak minta maaf terus "


" Ini sakit..hmm ?? " Tanya Maliq sambil mengelus lembut pipi Syifa.


" Sedikit "... lirih suara Syifa menepis pelan tangan Maliq lalu bangkit berjalan menuju kamar mandi.


Maliq menatap nanar punggung Syifa yang menghilang dibalik pintu kamar mandi." Maafkan aku,dek.Aku telah membawa sengsara dalam hidupmu " Desah Maliq dengan nada penuh penyesalan.




" Kak..kita tunda saja dulu keberangkatan kita ke kampungku.Bagaimana kalau minggu depan saja..? ". Ucap Syifa saat mereka telah menyelesaikan sholat dzuhur berjamaah.



" Kenapa dek..?? Kakak sudah jadwalkan besok kita berangkat.pekerjaan sudah Kakak serahkan pada Hendra " Ujar Maliq sambil mengernyitkan dahinya.



" Kakak juga sudah rindu pada Mamah dan Papah " Imbuhnya lagi.



Syifa menggeleng pelan lalu menatap tajam lantai marmer tempatnya berpijak." Biar memar di pipiku sembuh dulu,Kak " Lirihnya.



" Adek takut Mamah sama Papah berprasangka yang tidak baik pada Kakak "


__ADS_1


" Asragfirullah..maaf,dek...Kakak lupa.Ini semua salah Kakak !! " Maliq tersentak, seketika rasa bersalah kembali menyergap batinnya." Saat seperti ini pun kau masih tetap menjaga nama baikku " Batin Maliq



Syifa tersenyum sekilas." Kita makan siang dulu Kak !! Adek lapar !!" Ucap Syifa mengalihkan pembicaraan.



Maliq mendesah pelan." Yuk...Pasti dede bayinya sudah kelaparan juga " Ujar Maliq sambil mengelus pelan perut Syifa yang masih rata.



" Dek..bagaimana selesai makan Adek ikut Kakak ke kantor.Biar pas pulang kantor kita mampir ke klinik periksa kandungan ?? " Ucap Maliq saat mereka sedang makan di meja makan.



" Adek malu,pipi adek bengkak.Nanti diliat sama karyawan Kakak " Ucap Syifa sambil menggeleng pelan.



Maliq tertegun dan mendesah pelan dengan mata berkaca kaca." Kakek keterlaluan !! " Geram Maliq dalam hati.



" Adek pake *face mask* saja,bagaimana ?? " usul Maliq antusias.Saat ini dia masih ragu meninggalkan Syifa di rumah.Dia takut Sandra atau kakek kembali berulah dan mencelakai Syifa.Makanya dia ingin mengajak Syifa untuk ikut dengannya ke kantor.




Maliq beringsut mendekati Syifa lalu menangkup wajah Syifa dengan mesra." Kakak tidak terganggungu..malah sebaliknya,Kakak jadi semangat kerjanya " Ujar Maliq setengah berbisik lalu mengecup mesra kening Syifa.



Syifa menunduk tersipu mendapat perlakuan.Wajahnya merona.



" Eekh..istri Kakak malu malu " Goda Maliq melihat rona pipi Syifa yang tersipu.



" Iiikh..Kakak..!!" rajuk Syifa dengan manja.


__ADS_1


Seketika Maliq memeluk Syifa lalu menghujani kecupan di pipi dan kening Syifa dengan bertubi tubi.



" Astagaa !! Kakak..malu..!! nanti diliat orang !!" pekik Syifa sambil mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.Dia takut jangan sampai ada orang lain di situ.



" He..he..biarin.Adek kan istri halal Kakak.Kenapa harus malu !!" Maliq terkekeh menggoda Syifa.



" Iikkhh..." Seketika Syifa beranjak dari tempatnya tapi sebelumnya Maliq kembali menarik tubuhnya hingga kembali jatuh di pangkuan Maliq.



" Kakak..!! Adek marah nih..!!" pekik Syifa terkejut sambil pura pura mendelik marah pada Maliq.



Maliq terbahak bahagia melihat Syifa yang masih malu malu padanya.



" Iya..iya..*sorry*..!! sini Kakak gendong !! Goda Maliq kembali sambil menaik turunkan alisnya.



" Isshh..tidak mau " Sontak Syifa bangkit lalu berlari menuju kamarnya meninggalkan Maliq.



" Astagfirullah..jangan lari lari dek ..!! " Teriak Malik melihat Syifa yang berlari dan dia pun berlari menyusul Syifa.



Syifa tidak perduli teriakan Maliq.Dia ingin buru buru pergi dari situ.Dia malu dengan perlakuan Maliq.



Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata sedang memperhatikan kemesraan mereka.Dua pasang mata itu punya rasa yang berbeda melihat pertunjukan itu.



" Bahagia terus,Nak...!! semoga duri dalam rumah tangga kalian akan segera pergi dan berganti dengan kebahagiaan tanpa ada gangguan " Gumam seseorang yang berdiri di tempatnya.

__ADS_1



" Sialan Syifa !!...dia terus menggoda Maliq.Dia terus menempel padanya..awas saja...!! tertawalah sekarang,akan tiba waktunya kau akan mengganti tawamu itu dengan tangis kesedihanmu !! " Geram seseorang di sisi yang lain.Rahangnya mengatup menahan kemarahannya.


__ADS_2