Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
235


__ADS_3

" Fany..!! kau sekarang datang ke rumah sakit yang di jalan.xxx.Kakak lagi di rumah sakit sekarang "


°°°°°°


" Tidak..!! bukan kakak yang sakit,tapi teman kakak.Teman kakak itu perempuan,dan dia itu paling tidak suka berinteraksi dengan lawan jenis.Makanya kakak menyuruhmu menemani kakak untuk menungguinya ".


°°°°°°


" Kakak tidak tahu di mana alamatnya.Dia teman kakak dari kota kita.Adik kelas kakak waktu SMK "


°°°°°


" Ok..kakak tunggu sekarang !! ".


" Hhff...untung ada Fany di sini,kalau tidak aku tidak tahu bagaimana caraku untuk menemani Syifa di sini " Pria berwajah rupawan itu mendesah pelan sambil menatap pintu ruang UGD yang belum juga terbuka.


" Pak..kami akan membawa istri anda ke poli kandungan.Dokter obgyn akan melakukan USG untuk mengetahui kondisi kandungan istri anda " Ujar perawat tiba tiba dari arah pintu.


" Eeh...haaa !! istri ?! " Gumam pria tersebut membeo.


" Ii iya baik sus !! "


" Ok baiklah mari ikut kami pak..!! " Ucap perawat sambil mendorong kursi roda Syifa yang sudah siuman.


" Ff Fandy ?! " Gumam Syifa saat netranya menangkap sosok Fandy di sisi kursi rodanya.


Fandy tersenyum tipis ke arah Syifa lalu mengangguk pelan.


" Berarti orang yang menolongku itu Fandy, bukan Kak Maliq.Dan perawat di dalam tadi sudah salah sangka,mereka mengira Fandy itu suamiku " Batin Syifa sedikit kecewa.Tadinya dia sangat senang ketika nakes yang merawatnya tadi mengatakan bahwa suaminya yang membawanya ke rumah sakit.


" Aku terlalu berharap,Kak Maliq kembali menjemputku " Batin Syifa menjerit perih.


" Kandungannya baik baik saja.Mungkin ibu terlalu capek atau stres sehingga keluar flek.Sebaiknya ibu lebih banyak istrahat dan hindari stres " Nasihat dokter obgyn ketika selesai melakukan USG.


" Tapi,apa tidak berbahaya dok,aku keluar flek ? " Tanya Syifa dengan nada cemas.


" Mm..ibu mengalami palsenta previa.Yaitu dimana plasenta menutupi sebagian atau seluruhnya serviks ".


" Dalam banyak kasus, plasenta previa bisa hilang, bagi beberapa ibu hamil.Penempatan plasenta bukan menjadi masalah lagi ketika kehamilan berlanjut.Sebagian besar plasenta previa akan sembuh dengan sendirinya.Seiring bertumbuhnya janin,ia akan menarik plasenta dan posisinya akan kembali normal, asalkan tidak ada pendarahan hebat ".

__ADS_1


" Yang kulihat, pendarahan yang ibu alami cuma pendarahan ringan.Dan penyebab ibu pingsan tadi,karena tekanan darah ibu sangat rendah.Oleh sebab itu ibu harus dirawat dulu untuk satu hari ini " Tutur dokter cantik itu dengan lemah lembut.


" Baiklah dok..!! saya mengerti ".


" Kenapa suami ibu tidak ikut masuk ?? " Dokter menatap wajah sendu Syifa dengan intens.


Syifa mengangkat wajahnya lalu tersenyum getir." Itu bukan suami saya,dia teman saya".


" Ooh..maaf saya kira itu suami ibu.Baiklah bu, ibu harus dirawat dulu sehari di sini.Mungkin besok sudah boleh pulang "


" Sus..pasien boleh dibawa ke ruang perawatan !! " Ujar dokter santai tapi cahaya matanya menjelaskan keprihatinannya pada Syifa.


" Kemana suaminya ?? kenapa temannya yang mengantarnya berobat ?? " Batin sang dokter cantik tanpa melepas pandangannya dari Syifa.


" Maaf Syifa..aku tidak bisa menghubungi keluargamu untuk mengabarkan keadaanmu.Jadi,aku langsung membawamu sendiri ke sini " Ujar Fandy seraya membuang pandangannya menghindari kontak mata dengan Syifa.Dia sangat tahu bahwa Syifa selalu risih berinteraksi dengan lawan jenisnya.Saat ini mereka sudah berada dalam kamar rawat Syifa.


" Tapi,aku sudah menelpon adikku untuk menemanimu di sini,dan mungkin sebentar lagi dia akan sampai.Atau kau boleh memberitahu alamatmu,biar aku ke sana mengabarkannya ". Imbuhnya lagi.


" Tidak perlu !! biar aku yang akan menelpon suamiku " Tukas Syifa lirih.


" Aku tidak tahu,apakah suamiku mencariku atau tidak.Yang pasti saat ini dia lebih mencemaskan mantannya dari pada aku " Ucap Syifa sendu di dalam hati.


" Fany !! " Gumam Fandy lalu mengangkat panggilan dari adiknya.


" Ya Hallo..Fany..sudah di mana ?? "


°°°°°


" Di kamar VVIP lantai dua "


Fandy segera menutup panggilan setelah memberitahukan kamar rawat Syifa.


" Itu Fany,adikku.Dia sudah ada di lobi rumah sakit.Dia akan menemanimu di sini " Jelas Fandy pada Syifa.


" Terima kasih,Fandy.Tapi,aku rasa tidak perlu ditemani.Mungkin sebentar lagi suamiku akan datang." Ujar Syifa merasa sungkan.


" Baiklah..sementara suamimu belum datang,biar adikku yang akan menemanimu " Kekeh Fandy dengan nada lembut.


Sementara itu di tempat lain.

__ADS_1


" Dek..!! adek di mana ?? " Pekik Maliq ketika memasuki rumah mewahnya.Dia memasuki rumah dengan setengah berlari.


" Ada apa,Maliq ?? " Tanya Sandra mengernyitkan dahinya.


" Syifa...apa Syifa sudah pulang ?? " Ujar Maliq menoleh sekilas ke arah Sandra seraya melanjutkan langkahnya menuju kamar di lantai dua.


" Syifa ?? bukannya Syifa pergi bersamamu ?? " Beo Sandra.


Langkah Maliq terhenti." Jadi Syifa belum pulang ?? " Tanya Maliq.


" Setahuku dia belum pulang dari tadi saat pergi denganmu "


Maliq kembali melanjutkan langkahnya sambil bergumam." Mungkin dia lagi di kamar "


" Dek..!! adek di mana ?? " Pekik Maliq menelisik setiap sudut kamar.Dia membuka pintu balkon,untuk memastikan keberadaan Syifa.Tak lupa dia memeriksa kamar mandi juga,tapi nihil.Dia tidak menemukan Syifa di semua sudut dalam kamarnya itu.


" Aahh..mungkin dia lagi di taman belakang !! " Gumam Maliq lagi dengan penuh harap.


" Bu Ati..!! apa Syifa ada di taman belakang ?? " Tanya Maliq pada asisten rumah tangganya itu.


Ati menggeleng pelan. " Saya belum melihat Syifa dari tadi,Pak..dan sepertinya Nak Syifa tidak ada di taman belakang,soalnya saya baru saja dari sana " Tutur asisten rumah tangga Maliq dengan nada sedikit cemas.


Wajah Maliq semakin panik.Dia bingung mau cari Syifa dimana lagi.Dia sudah mengeceknya ke klinik langganan Syifa, dan ternyata kata dokter di klinik, Syifa tidak datang berkunjung.


" Kemana Syifa ?? di mini market tidak ada,di klinik tidak ada.Lalu kemana dia ?? bodoh..bodoh kau Maliq..kenapa kau bisa meninggalkan istrimu !! Aaarghh..!! " Maliq bergumam geram pada dirinya sendiri.Dihempaskannya tubuhnya di sofa seraya meremas rambutnya dengan kasar.


" Apaaa ?? kau meninggalkan Syifa ?? " Pekik Sandra ketika mendengarkan gumaman Maliq.


Maliq terjengkit kaget mendengar teriakan Sandra.Dia menatap tajam ke arah Sandra. " Jangan ikut campur !! "


" Kenapa aku tidak bisa ikut campur ?? Syifa sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.Dan teganya kau meninggalkan Syifa dalam keadaan hamil.Di mana kau meninggalkannya ?? " cerocos Sandra mendelik geram.


" Sampai terjadi apa apa dengan Syifa,aku akan melaporkanmu pada tante Hanum !! " Sandra mengancam Maliq sambil menudingkan telunjuknya ke arah Maliq.


Maliq tersentak. " Mamah..!! mungkin Syifa ke rumah Mamah " Gumamnya lalu bangkit melangkah ke arah pintu utama.


" Maliq...mau kemana kau ??" Sandra berteriak seraya menyusul langkah lebar Maliq menuju garasi mobil.


Maliq tidak menghiraukan seruan Sandra.Bahkan saat Sandra ikut masuk ke dalam mobilnya, dia tidak memperdulikannya.Saat ini dia hanya fokus dan berharap bahwa Syifa ada di rumah Mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2