Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
38


__ADS_3

Setelah satu jam perjalanan mereka sudah sampai di kota tujuan.Maliq terlebih dahulu mengantarkan Linda ke rumahnya.


"Sayang nggak mampir dulu??".tanya Linda pada Maliq setelah Maliq mengeluarkan koper Linda dari bagasi mobil.


"Lain kali yaa,ngga enak sama Syifa kayanya dia capek sekali".ujar Maliq sambil tersenyum pada Linda.


"Ya udah hati hati di jalan yaa sayang,besok kita ketemuan di tempat biasa yaa sayang!!".Seru Linda pada Maliq.


"Iya,,nanti Aku kabarin yaa".ujar Maliq sambil masuk ke dalam mobil.


"Syifa,pindah ke depan".Seru Maliq pada Syifa.


Syifa pindah ke depan tanpa menanggapi seruan Maliq.


"Kami pergi dulu yaa Linda,,bye...!!Seru Maliq pada Linda sambil melambaikan tangannya pada Linda.Sementara Syifa cuek tanpa ekspresi.


POV Linda


"Ada apa dengan Maliq,sejak dari tadi pagi dia sepertinya sangat aneh.Dia kaya takut mesra mesraan di hadapan Syifa,kalau Aku manja padanya kaya kaku gitu??.Trus nggak mau panggil Aku sayang lagi"


"Apalagi Syifa,cewek kok datarnya minta ampun.Dingin kaya kulkas.Trus kaya benci gitu sama Aku.Aku harus cari tahu ada apa dengan mereka".


POV Linda end.

__ADS_1


***


"Syifa,maaf yaa..!!"Ucap Maliq tiba tiba memecah kesunyian.


"Maaf untuk apa Kak??".Tanya Syifa sambil memandangi wajah Maliq dengan intens.


"Ehhmm...maaf dengan sesuatu yang kamu tidak inginkan terjadi sekarang".Ujar Maliq sambil menepikan mobilnya,lalu berhenti di tepi jalan.


"Kenapa berhenti Kak??.Ujar Syifa sambil mengernyitkan keningnya heran.


"Kita harus bicara dulu sebelum sampai di rumah"


"Mau bicara apa lagi Kak??"


"Kalau Kakak sudah tau bahwa orang tua Kakak tidak merestui hubungan Kakak,kenapa Kakak masih mau jalan sama Linda?"tanya Syifa sarkas.


"Kakak sangat mencintai Linda,Kakak tidak bisa meninggalkannya"Ujar Maliq lirih.


"Nyees..".serasa ada seribu belati menghujam hati Syifa mendengar kata kata Maliq.


"Sangat mudah kata kata itu keluar dari mulut Kak Maliq,tanpa memikirkan bagaimana perasaan seorang istri yang mendengar ungkapan kata cinta suaminya untuk wanita lain"Batin Syifa menjerit.


"Ya udah,tinggal bilang aja ke Mamahnya Kak Maliq.bahwa Kakak cinta sama Linda,gampangkan??Pekik Syifa menyembunyikan kepedihannya.

__ADS_1


"Tidak bisa Syifa,Aku takut mengecewakan Mamahku,Linda tidak seiman denganku"


ujar Maliq lirih.


"Kak Maliq takut mengecewakan Mamah Kak Maliq,tapi tanpa sadar Kak Maliq sudah mengecewakan Mamah Kak Maliq.ujar Syifa.


"Dan kamu sudah sangat menyakitiku,Kak".Batin Syifa


"Yaah...sudah..intinyanya kamu jangan cerita ke siapa siapa perihal Linda,nanti suatu saat Aku akan membujuk Mamah agar merestui hubungan kami"Pekik Maliq frustasi,sambil menjalankan kembali mobilnya.


"Deg...."artinya kamu akan tetap menceraikanku Kak?".batin Syifa merasa sangat perih.


Syifa diam tanpa kata kata.Pun begitu dengan Maliq.Mereka terdiam dengan benak mereka masing masing.


Sampai mereka memasuki pekarangan rumah Maliq.


"Kita sudah sampai Syifa"Ujar Maliq.


"Ooo...ee..Iya,rupanya sudah sampai"Syifa tersentak mendengar ucapan Maliq.


"Ayo turun"Ajak Maliq sambil mengeluarkan koper dari dalam bagasi.


Syifa gugup.Dia takut seperti apa sikap orang orang yang ada di dalam rumah nanti.Syifa terpaku.

__ADS_1


"Sudah jangan takut,Mamah orangnya baik dan lembut.Aku yakin Mamah akan sayang padamu"Ujar Maliq menatap Syifa sambil meraih tangan Syifa dengan lembut untuk menuntun Syifa masuk ke dalam rumah.


__ADS_2