Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
62


__ADS_3

Sudah panjang author menulis cerita ini ...Author liat pembacanya sudah banyak tapi likenya belum banyak 🤭🤭


Atau memang karya author kurang menarik....maafkan,author baru pemula✌✌✌


Kembali ke kisah


****


"Maliq,Mamah tau tujuanmu untuk pindah rumah.Kau ingin bebas berhubungan dengan kekasihmu itu"Sarkas Mamah pada Maliq.saat ini mereka berada di ruang kerja Mamah.


Maliq mengangkat kepalanya dan menatap wajah Mamah yang dingin.Maliq tak berani menyela ucapan Mamah.


"Mamah tidak menyangka,cintamu pada gadis itu sudah membutakan mata hatimu.Kau tidak peduli lagi dengan perasaan Mamah,terutama perasaan istri sahmu.Kau berhati batu Maliq.Mamah sangat kecewa padamu.Andai memang kau nekat menikahi kekasihmu itu,Mamah mohon jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan Mamah."

__ADS_1


Maliq tersentak mendengar ucapan Mamah.


"Mamah,maafkan Maliq...maliq janji akan belajar mencintai Syifa.Maliq mohon jangan bicara seperti itu,Maliq sangat menyayangi Mamah.Mamah adalah segalanya buat Maliq."Bergetar suara Maliq menghiba pada Mamah.


"Cih..segalanya buatmu katamu???Jika Mamah segalanya buatmu,mengapa kau tidak pernah mendengarkan nasihat dan peringatan Mamah.Kau tetap berhubungan dengan gadis itu.Sekeras apapun Mamah memintamu,kau tetap berhubungan dengannya".


"Maliq akan berusaha Mah...Maliq mohon Mamah jangan marah lagi sama Maliq.Maliq tersiksa kalau Mamah tidak mau berbicara dengan Maliq."


"Mamah mau tanya padamu.Sebenarnya kesalahan Syifa di mana??Apa kau pernah memberikannya perhatian???hatimu hanya dikuasai oleh wanita yang bukan pasangan halalmu itu.Sadarlah Maliq,sebelum kau akan menyesali atas semua tindakanmu.Syifa hanyalah manusia biasa yang suatu saat nanti berada di titik jenuh.Dan jika saat itu tiba,kau akan baru bisa menyadari waktu itu tidak akan diputar kembali.Camkan kata kata Mamah ini."Mamah menatap Maliq dengan tajam.


Maliq hanya tertunduk lesu mendengar kata kata Mamah.Entah apa yang ada di benaknya.Saat ini dia hanya ingin Mamah tidak marah lagi padanya.


Sementara itu di balkon kamar,Syifa termenung sambil menatap bintang.

__ADS_1


"Mah..Pah..Adek rindu..apa kabar kalian di sana,maafkan adek tidak bisa datang men jenguk kalian,suami adek sangat sibuk..saking sibuknya setiap hari dia pulang larut malam.Seperti Nasihat Mamah,Adek akan jadi istri yang baik.Selalu menurut pada suami.Dan selalu ikhlas menerima perlakuan suami.Begitu kaan nasihat Mamah??Alhamdulillah Adek lagi belajar jadi istri yang baik,walaupun tidak baik baik amat Mah..setidaknya ada sedikit baiknya he..hee..he.."Gumam Syifa sambil terkekeh sendiri,seolah dia sedang berdialog dengan orang tuanya.


Tanpa Syifa sadari Maliq berada di balik jendela kamar dan mendengarkan keluh kesah Syifa yang sedang berbicara sendiri.


Ada perasaan sakit dirasakan oleh Maliq mendengar setiap ucapan Syifa.Tapi egonya kembali menampiknya.


"Hfftt...Maafkan Aku Syifa"Gumam Maliq.


Maliq berbaliq ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.


Syifa terkejut mendengar suara gemercik air di kamar mandi.


"Kak Maliq lagi mandi kayanya.Kapan masuknya tu orang.Aku harus menyiapkan pakaian tidurnya."Syifa berdiri dari tempatnya duduk lalu berjalan ke arah lemari pakaian Maliq dan menyiapkan pakaian ganti buat Maliq.

__ADS_1


__ADS_2