
Dan akhirnya pada hari ini,Syifa akan memulai hidup yang baru dengan berusaha menjadi jiwa yang baru.Dia bertekad akan berubah,walau Dia tahu itu tak semudah apa yang dibayangkannya,apalagi Dia akan memulai hidup baru dengan orang yang tidak dikenalnya sama sekali.
Syifa lama menatap bayangan tubuhnya di depan cermin,ada rasa yang tak dapat dijelaskannya.
"Dek...!!".Tiba-tiba Nurul masuk untuk memanggil Syifa.Nurul sengaja pulang ke kotanya untuk menyaksikan pernikahan adiknya.Dia datang bersama anak dan suaminya.
"Masyaa Allah Dek!! ini kamu Dek??"kamu cantik sekali Dek!!".seru Nurul sambil menatap Syifa takjub.Ditangkupnya wajah Adiknya,dikecupnya dengan penuh kasih.matanya berkaca-kaca.Dia sangat terharu,ternyata Adik kecilnya yang sedari kecil dimanjakannya sudah mau menikah.
"Kaaak",seru Syifa manja sambil memeluk Nurul.Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya lolos juga.Syifa memeluk Nurul sambil terisak.
"Sudah Dekk..kenapa kamu menangis hmm??"
__ADS_1
"Harusnya kamu bahagia,ini hari bahagiamu.Jangan cemberut nanti cantiknya luntur"Canda Nurul,padahal dalam hatinya sudah mencelos.
"Ak-aku takut Kaak..hiks..hiks...Aku takut tidak bisa beradaptasi.Aku takut suamiku tidak bisa menerima kekuranganku,Dia tidak mengenalku,Aku juga tidak mengenalnya".Isak Syifa di pelukan Nurul.
"Kalau kamu takut ,kenapa kamu menerima perjodohan ini Deek??".Tanya Nurul sambil menatap wajah Syifa dengan intens.
"Aku kasihan sama Mamah dan Papah,Aku merasa sangat membebani orang tua...hikss..hikss."
"Kenapa kamu bicara seperti itu Dekk...Orang tua kita sangat tulus menyayangi kita.Mereka tidak merasa terbebani dalam merawat kita.Sahut Nurul terkejut mendengar penjelasan Syifa.
"Sudahlah Kaak...Aku ikhlas.Biarlah takdir yang menuntunku seperti apa Aku nantinya.Aku akan mencoba menjadi pribadi yang baru,agar Mamah dan Papah bahagia".Ujar Syifa sambil membuang nafasnya yang terasa sesak di rongga dadanya,tatapannya menjadi dingin dan sangat datar.
__ADS_1
Nurul tertegun,Dia sangat mengerti apa yang sedang Adiknya rasakan.Terlihat dari Raut wajah Syifa yang sarat dengan beban.Nurul sangat paham aura yang dikeluarkan oleh Syifa,dengan aura seperti ini tandanya Syifa sedang bergelut dengan batinnya.Tapi apa boleh buat,Syifa sudah mengambil keputusan jalan hidupnya sendiri,mungkin ini sudah menjadi jalan takdir Syifa.
Yah...Syifa memang mengambil keputusan ini tanpa paksaan dari kedua orang tuanya.Setelah mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dengan Tantenya,Syifa sudah bulat tekadnya akan menerima lamaran dari Maliq.
"Baiklah Deek...kalau memang kamu sudah ikhlas,hapus air matamu dan jangan menagis lagi,Kakak sayang padamu".Ujar Nurul sambil mengusap air mata Syifa dengan tissu yang diambilnya diatas meja rias.
"Mba..minta tolong diperbaiki riasannya lagi,soalx sudah berantakan".Seru Nurul pada MUA yang merias Syifa.
"Baik Bu..."
Nurul terpaku menatap dengan sendu kearah Syifa.Hatinya sedikit sakit juga melihat adik tercintanya harus menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya.Adiknya yang tidak pernah merasakan jatuh cinta terhadap lawan jenisnya,Adiknya yang selalu betah dengan dirinya sendiri.Apakah akan mampu berhadapan dengan orang-orang baru dihidupnya nanti,ragu Nurul di dalam hati.Dia hanya bisa berdoa dalam hati semoga pernikahan Adiknya menjadi Sakinah Mawadah Warrahmah.
__ADS_1
"Deek...kamu siap-siap yaa..Kakak liat tadi sebelum ke sini,rombongan pengantin Laki-laki sudah sampai".Seru Nurul setelah beberapa saat senyap.
Syifa hanya menoleh sekilas ke arah Kakaknya sambil menekuk bibirnya membentuk senyum tipis lalu mengangguk pelan.