
***Bismillah....Author mengucapkan banyak terima kasih pada readerku yang sudah memberikan support pada author dengan membagikan like, komen dan votenya.Support kalian adalah mood booster buat author untuk lebih semangat lagi untuk up date.πππsekali lagi big thanks buat kalian...jangan bosan tetap bagi like,komen and vote buat karya recehku...
lop yu pullπππ***
π·π·π·
" Dek..!! Kakak mau pergi dengan papah mau liat pembangunan gedung rencana tempat bengkel variasi mobil ". Ucap Maliq yang baru keluar dari kamar mandi sehabis mandi.
Syifa menautkan keningnya tidak mengerti." Bengkel variasi mobil siapa,Kak ??".
" Hmm...maaf kakak belum sempat cerita,yaa ?? " Ujar Maliq sambil nyengir kuda.Dia meraih pakain casual yang sudah disiapakan oleh Syifa di atas ranjang lalu mengenakannya.
" Cerita apa,Kak ?? " Timpal Syifa.
" Kemarin,waktu adek masih di Jerman.Kakak sama papah berencana akan buka usaha bengkel variasi mobil.Dan sekarang menurut papah,pembangunan gedungnya sudah 90%,tinggal finishing saja" Tutur Maliq sambil duduk di sofa bed di samping istrinya.Dia sudah berpakaian lengkap.
" Ooh...ceritanya banting stir nih ?? " Seloroh Syifa pada Maliq.
Maliq terkekeh." Bukan banting stir,dek...!! tapi kakak liat peluang usaha itu cukup menjanjikan.Jadi apa salahnya kita manfaatkan peluang usaha itu.Hitung hitung bisa buka lapangan kerja buat pemuda pemuda di sini juga "
" Malah Insyaa Allah rencananya Kakak ingin buka show room mobil juga di sini.Kakak liat show room mobil di sini masih jarang..dan rencananya Kakak mau gandeng Willy untuk kerja sama " Tutur Maliq panjang lebar.
Syifa manggut manggut." Tapi Kak..nanti bengkelnya sebentar nanti siapa yang kelola.Papah kan sudah sibuk di toko " Ucap Syifa ragu.
__ADS_1
" Mm..kalau masalah itu gampang..kita bisa seleksi sepupu kamu yang bisa di percaya dan minimal punya ijazah SMA.Nanti setiap bulan kita bisa datang kontrol ke sini ".
" Baiklah,Kak..mana baiknya menurut Kakak" Kata Nurul.
" Kak..adek ikut yaa...mau liat pembangunan gedung !! " Mohon Syifa sambil menatap Maliq dengan puppy eyesnya.
" Jangan,dek..di sana banyak debu semen.Nanti sudah rampung pengerjaannya,adek baru boleh ke sana.Hari ini adek istrahat dulu,capek kemarin dari perjalanan jauh.Soalnya Insyaa Allah besok kita ke kota tetangga berkujung ke sentral yang di sana.Jadi,hari ini adek istrahat total biar dede bayinya sehat " Jelas Maliq dengan lembut.Sekilas dia lihat ada kekecewaan di mata Syifa.Tapi dia tidak ingin Syifa jadi kelelahan karena tidak istirahat.
" Hhff..baiklah.Ayo,adek antar ke depan " Ujar Syifa sambil bangkit dari tempat duduknya.
" He..heh..jangan ngambek dong,sayang.Nanti adek di temani oleh Zahrah di sini " Bujuk Maliq melihat wajah Syifa yang cemberut.
Syifa melempar senyum tipisnya " Siapa yang ngambek " gumam Syifa kesal.
Syifa mengangguk lalu tersenyum ke arah Maliq.
Syifa duduk di ruang keluarga sambil nonton tv sendiri.Mamah menggantikan Papah jaga tokoh.Dan Zahrah lebih senang menemaini Mamah di toko.
" Kak Nurul..!! kakak kenapa ?? " Syifa terkejut dengan kedatangan Nurul yang langsung memeluknya sambil terisak.
" Hikss..hiks..hikss...!! Nurul masih tetap terisak dalam pelukan Syifa.
" Kakak kenapa,Kak ?? cerita sama adek !! " Ujar Syifa sambil mengelus punggung Nurul yang bergetar menahan isakannya.
__ADS_1
" Abinya Zahrah sudah menikah lagi !! " Ucap Nurul dengan suara lemah setelah tangisnya reda.
" Astaghfirullah...kapan kak ?? siapa bilang ?? " Syifa terkejut lalu beristighfar.
" Tiga bulan yang lalu..sebelum aku sama Zahrah balik ke sini " Ujar Nurul dengan tatapan kosong.
Nurul menceritakan pada Syifa semua peristiwa yang terjadi dalam rumah tangganya hingga cerita madunya yang telah hamil.
" Astaghfirullah...yang sabar,Kak..!! Allah berikan kita ujian berarti Allah menilai kita itu mampu melewatinya.Adek percaya,Kakak pasti bisa melewati semua ujian ini " Tutur Syifa membesarkan hati Kakaknya.
" Iya..dek !! kakak tidak menyangka,rumah tangga kakak akan berakhir seperti ini.Ternyata menikah atas dasar cinta tidak menjamin rumah tangga itu akan langgeng.Beda sama kamu,walau adek menikah dengan Kak Maliq atas dasar terpaksa,tapi Alhamdulillah kalian tetap langgeng dan tidak ada pelakor yang mengganggu " Ujar Nurul sambil menyandarkan kepalanya di bahu adiknya.
" Deg.. !! " Syifa tersentak mendengar kata kata Nurul.
" Kata siapa Kak ?? andai kakak tau,kita senasib saat ini " Batin Syifa.Perlahan di usapnya air matanya yang menetes dari sudut matanya.
" Ayo Kak...adek antar ke kamar..sebaiknya kakak istrahat dulu " Kata Syifa sambil mengusap punggung Nurul dengan lembut.
Nurul bangkit dari tempat duduknya mengikuti langkah Syifa yang memapahnya menuju kamarnya.
Mereka tidak menyadari kehadiran seseorang di ruangan itu dan turut mendengarkan cerita Nurul dari awal hingga akhir.
Perlahan sepasang mata bening itu meneteskan air mata.Seketika ada kilatan kebencian terpancar dari sepasang mata itu.
__ADS_1