
Maliq panik..Dia membongkar isi tas kecil yang dibawa Syifa tadi.
"Ckk...mana minyak kayu putih yang di pakainya di dalam mobil tadi sih!!".
Akhirnya Maliq mendapatkan yang dicarinya.Dioleskannya minyak kayu putih di cuping hidung Syifa.Dioleskan di sekitar dahi dan tengkuk Syifa juga.
"Eeuhhm..."Tiba tiba Syifa melengguh dan membuka matanya.Dikerjap kerjapkannya matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya.
Manik matanya menangkap bayangan wajah Maliq yang khawatir yang sedang duduk di tepi ranjang.
Syifa merasa pusing ketika hendak bangkit,di pegangnya kepalanya yang terasa berat.
"Jangan bangun dulu,kamu pingsang tadi,ada yang sakit???Ujar Maliq lembut.
"Kepala sama perutku sangat sakit"Keluh Syifa sambil terpejam.
"Ya sudah aku telpon pihak restoran dulu mau pesan makanan,kamu makan di dalam kamar saja,biar badanmu kembali segar"Ucap Maliq sambil berdiri dan meraih gagang telpon yang ada di atas nakas,Dia menelpon restoran memesan makanan untuk Syifa.Setelahnya Dia menuju ke dalam kamar mandi.
Setelah 15 menit kemudian,Maliq sudah menyelesaikan ritual mandinya.Dia keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan memakai handuk dengan memperlihatkan dadanya yang bidang.Syifa yang melihat pemandangan itu sangat terkejut dan segera menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa kamu tutup matamu hmm...kamu takut tergoda hmmm??"kekeh Maliq menggoda Syifa.
__ADS_1
Syifa tak bergeming,di balikkan badannya menghadap diding sambil menggerutu kesal.
"Dasar laki laki nggak ada akhlak"
Maliq terkekeh kecil sambil menggelengkan kepalanya,Dia merasa lucu melihat tingkah Syifa.
***
"Tok..tok..."Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
"Pasti makanannya sudah sampai"Gumam Maliq sambil membuka pintu kamar.
"Oo..iya silahkan di letakkan di sana"tunjuk Maliq ke arah meja dan memepersilahkan pelayan untuk masuk.
Pelayan itu masuk dan menyusun makanan di atas meja di dalam kamar.
"Silahkan dinikmati pak..."Ujar pelayan membungkukkan badannya dan berlalu pergi.
"Hmmm...terima kasih,sahut Maliq datar.
"Syifa bangun,kamu makan dulu biar badanmu agak enakkan".perintah Maliq membagunkan Syifa.
__ADS_1
"Kakak...pakai baju dulu,baru Aku makan".Ujar Syifa masih dengan posisi membelakangi Maliq yang sama seperti tadi.
"Hhmmm..ok,Aku pakai baju dulu."Sahut Maliq memutar bola matanya jengah.
"Sudah,sekarang kamu boleh makan,Aku keluar sebentar".Ucap Maliq setelah selesai memakai bajunya.
"hmm...Sahut Syifa datar.Tak ada niatnya untuk menanyakan kenapa Maliq nggak makan sama sama dengannya.
Maliq meraih gagang pintu kamar dan membukanya.Dia berlalu dari dalam kamar,Dia ingin makan di restoran yang ada di resort tersebut.Sebenarnya niatnya ingin mengajak Syifa juga tapi karena Syifa lagi sakit terpaksa dia pergi sendiri.
Maliq masuk ke dalam restoran,mengedarkan pandangannya mencari tempat yang di inginkannya.Dipilihnya tempat yang dibagian sudut ruangan.Maliq duduk lalu melambaikan tangannya pada pelayan,untuk memesan makanan.Restoran ini menyediakan berbagai macam masakan nusantara.Maliq memilih memesan nasi putih, ikan bakar bandeng ,dan sop kondro.
Beberapa saat kemudian pelayan datang meyajikan makanan yang dipesan oleh Maliq,Maliq menikmati hidangannya dengan santai.
"Andai Dia tidak sakit,pasti seru makan bersama dengan gadis kecil itu..he..he.Gumam Maliq sambil terkekeh sendiri.
Beberapa setelah Maliq menyelesaikan acara makannya.
"Maliq....!!
Tiba tiba Maliq mendengar suara lembut memanggilnya.Suaranya sangat Familiar di telinga Maliq.
__ADS_1