Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
158


__ADS_3

" Ini apartemen siapa Will??" Tanya Maliq pada Willy.Matanya menatap ke arah pintu apartemen.


" Apartemenku !!!" Jawab Willy singkat sambil kembali menekan bel apartemen.


" Kenapa tidak langsung masuk saja.Ini kan apartemenmu ??pake bunyiin bel segala " Ujar Maliq sambil mentap heran pada Willy.


Willy tidak mengindahkan ucapan Maliq.


" Hmm..kemana dia ??" Gumam Willy.


"Ekhhem.. permisi,cari siapa ?? " Tiba tiba suara bariton mengejutkan Maliq dan Willy.


Serentak Willy dan Maliq membalikan badannya ke arah sumber suara.


Willy mengernyitkan dahinya. " Cari orang yang tinggal di apartemen ini " Ujar Willy singkat.


" Ohh..dia lagi keluar kayanya tadi " Ucap Qenan.


" Oo..iya terima kasih infonya "Ujar Willy sambil merogoh saku celananya mengeluarkan kunci cadangan apartemen.


" Eeh..kalian siapa ?? penghuninya lagi keluar kenapa kalian seenaknya masuk ke dalam apartemen orang !!" Qenan mencegah Willy untuk membuka pintu apartemen.


" Aku pemilik apartemen ini.Yang tinggal di sini adalah sepupuku " Sahut Willy sambil menatap tajam ke arah Qenan.


" Oo..iya maaf...aku hanya tidak ingin terjadi apa apa dengan temanku ".


" Teman ?? kamu berteman dengan orang yang tinggal di apartemen ini ???" Cecar Willy pada Qenan.


" Iya...dia teman sekelasku di kampus.Aku juga tinggal di apartemen sebelah " Jelas Qenan pada Willy.


"Ooh.." Willy melirik sekilas ke arah Maliq sambil mengukir senyum smirknya.

__ADS_1


" Mampus kamu Maliq,ternyata di sini dia di jagain sama bule tampan.Dan kayanya ni bule suka sama Syifa " Batin Willy.


" Ok ..Bro..kami masuk dulu " Pamit Willy pada Qenan sambil mengajak Maliq yang masih bengong di tempatnya untuk masuk ke dalam apartemen.


Saat ini Willy dan Maliq berada di Jerman.


Falashback On


"Bro...kamu nggak ikut ke Jerman denganku ??skalian liburan dan siapa tau kamu bisa ketemu istrimu di sana " Ujar Willy mengajak Maliq ke Jerman.Saat ini mereka berada di showroom milik Willy.


" Mau ngapain aku ke Jerman.Habisin waktu saja dan belum tentu juga istriku ada di sana.Pihak kampus saja tidak memberikan keterangan jelas di mana istriku kuliah.Kata mereka Syifa tidak ke Jerman " Gerutu Maliq lesu.


Maliq tidak tau bahwa Mamanya sudah mendatangi kampus Syifa dan melarang pihak kampus untuk membocorkan informasi tempat kuliah Syifa kepada siapa saja termasuk pada Maliq.


" Lagian,masa sih tunanganmu tidak tau tentang Syifa.Sementara mereka itu bersahabat"Imbuh Maliq lagi.


" Yah..mau diapakan pada kenyataannya memang tunanganku tidak tau keberadaan Syifa" Ujar Willy.


" Enak aja..memangnya aku sudah semiskin itu harus dibeliin tiket sama kami !!aku bisa beli sendiri kalau aku mau ." Ucap Maliq gusar.


"Makanya itu ayo kita ke Jerman,aku punya kejutan untukmu di sana "


" Kejutan??" Beo Maliq sambil menatap tajam ke arah Willy.


" He..he..hee..iya,aku jamin kamu tidak akan menyesal ikut aku ke sana.Bahkan aku yakin kamu tidak ingin kembali ke Indonesia setelah melihat kejutanku" Bujuk Willy sok misterius lalu terkekeh.


" Ckk..nggak jelas.ok aku ikut.Tapi tidak boleh lebih dari seminggu di sana "


" Ok.siip...aku pegang kata katamu.Tidak boleh lebih dari seminggu di sana "


" Eeh...tambah tidak jelas " Gumam Maliq mendelik kesal pada Willy.

__ADS_1


Flashback off


"Ayo masuk Maliq!!! " Ajak Willy pada Maliq.


Maliq mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan.


" Sangat rapi.Pasti penghuninya orang yang suka dengan kerapian dan kebersihan " Gumam Maliq tapi masih dapat didengar oleh Willy.


" Iya,dia gadis yang sangat rapi dan bersih " Ujar Willy.


" Oo..sepupumu perempuan??"


" Iya " Jawab Willy singkat lalu mendudukan bokongnya di sofa di ruang tamu.


" Will...ini koper ditaruh di mana??"


" Tunggu penghuninya dulu baru kita boleh masuk ke dalam ".


" Ehh...kenapa kamu sepertinya sungkan masuk ke dalam apartemenmu sendiri " Ujar Maliq heran.


Willy tersenyum misterius " Sabar sedikit,tidak sopan kalau kita menerobos masuk sementara penghuninya seorang perempuan "


" Ok...baiklah.Tau begini mending kita ke hotel saja " Gerutu Maliq tidak sabar.Dia merasa sudah sangat gerah.


" Sabarlah Bro...setelah ini pasti letihmu akan hilang..."


" hfff..." Maliq menghela nafasnya lalu menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dan memejamkan matanya yang terasa berat.


Willy terkekeh kecil melihat tingkah Maliq.


" Sabar sahabatku,sebentar lagi kau akan tau tujuanku membawamu kesini.Dan aku yakin,kau akan mengucapkan beribu ribu terima kasih padaku. " Batin Willy.

__ADS_1


__ADS_2