
Sebenarnya Syifa tadi sudah membujuk Mamahnya,agar Mamahnya mengijikannya utuk tidur di kamar Mamahnya.Tapi Mamah Syifa menolak dengan tegas dan menasihati Syifa,bahwa Syifa itu sekarang sudah menjadi istri Maliq.Akan sangat berdosa seorang istri yang mengabaikan suaminya.Begitu nasihat dari Mamah Syifa.Dan Syifa yang sangat takut dengan dosa terpaksa kembali ke kamarnya.
Syifa menghela nafasnya dengan berat dimiringkannya tubuhnya memunggungi Maliq,Dia takut badannya bersentuhan dengan badan Maliq.Dan akhirnya dia terbuai dalam mimpi.
****
Pukul setengah lima subuh,Syifa yang terbiasa bangun untuk Sholat subuh menggeliatkan badannya,tapi Dia merasa ada benda berat menimpa perutnya.
"Aaakhhh..."Syifa berteriak kaget melihat ada sosok lain di dalam kamarnya.Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.
Maliq terkejut mendengar teriakan Syifa....
"Siapa kamu haa??..kenapa kamu ada di dalam kamarku??"pekik Syifa sambil memukul maliq dengan bantal gulingnya.
"Heii...heii...Aku Maliq suami kamu.Apa kamu lupa kamu itu sudah menikah??"pekik Maliq kesal karena terkejut.
"Haaa...suami??"
"Menikah??"
"Astagfirullah...Syifa beristigfar sambil menepuk jidatnya setelah kesadarannya sudah pulih.
"Ada ada saja,,pagi pagi sudah bikin kacau."..gerutu Maliq karena merasa terganggu.
__ADS_1
"Maaf.."ucap Syifa kepada Maliq.
Maliq acuh dan membalikkan badannya memunggungi Syifa.Dia ingin melanjutkan tidurnya yang terganggu karena Dia masih sangat mengantuk.
Syifa beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar untuk berwudhu.Syifa bersiap melaksanakan Sholat Subuh.
Di luar Syifa melihat sudah ada Nurul dan Irman berdiri di depan keran air untuk berwudhu.Syifa memilih berhenti agak jauh dari tempat Nurul dan Irman,agar mereka tidak melihat kehadiran Syifa.
Setelah Nurul dan Irman selesai berwudhu dan masuk ke dalam kamarnya barulah Syifa mengambil air wudhu dan melaksanakan Sholat subuh di dalam kamarnya.
Sementara itu Maliq sudah terbuai kembali ke alam mimpinya.Syifa menggelengkan kepalanya.
"Ini orang,apa nggak sholat yaa..??"
"Apa Aku bangunkan saja yaa...gumam Syifa sambil memandangi Maliq yang masih terlelap.
"Alah biarlah Dia bangun sendiri..kalau nggak sholat bukan Aku yang rugi".
Syifa mengambil mukenanya dan menggelar sajadahnya.Dia duduk berdzikir sambil menunggu adzan subuh berkumandang.
Setelah selesai sholat subuh,seperti biasa Syifa mengaji dulu sebelum beraktifitas.Syifa membaca ayat suci Al'Quran dengan lembut.Suaranya merdu hingga membangunkan Maliq dari tidurnya.
"Suaranya merdu juga"..gumam maliq dalam hati.Maliq tidak beranjak dari tempat tidurnya.Dia pura pura masih tidur sambil menikmati suara merdu Syifa yang sedang mengaji.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Syifa sudah selesai mengaji.Dia melipat mukena dan sejadahnya lalu meletakkannya di atas nakas bersama Al'Quran kemudian beranjak keluar dari kamarnya.Dia menuju ke dapur untuk membantu Mamah dan Nurul menyiapakan sarapan pagi.
"Selamat pagi Mah...Kak."Sapa Syifa pada Mamahnya dan Kakaknya yang sedang sibuk di dapur...
"Pagi sayang.."
"Pagi Deek..."
Jawab Mamah dan Nurul serentak.
"Loh ...pengantin baru sudah bangun too??"ujar Nurul sambil tersenyum usil.
"Bagaimana aa..haaa.."lanjut Nurul sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Syifa.
"Apaan sih kaak..."rengek Syifa sambil tersipu malu.wajahnya merah menahan malu.
"Sudah...sudah jangan rusuh pagi-pagi..cepat selesaikan masakanmu Nurul.Jangan Kau goda itu pengantin barunya,nanti Dia sembunyi dalam lemari karena malu..ha...ha...seru Mamah bukannya menengahi tapi ikut menggoda Syifa...
"Mammaaah..."pekik Syifa berlari memeluk Mamahnya dengan manja lalu menyembunyikan wajahnya di balik punggung Mamahnya.
Mamah dan Nurul terbahak melihat tingkah manja Syifa.
Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan drama mereka sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Hmmm...ternyata anak manja".Gumam pemilik mata itu sambil berlalu menuju ke arah ruang tamu.