Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
31


__ADS_3

Syifa masuk ke dalam kamar dengan lesu,di tutupnya kembali pintu kamar,lalu Dia masuk ke dalam kamar mandi.Dia ingin membersihkan badannya yang sudah terasa lengket,dinyalakannya shower lalu berdiri di bawah shower tanpa membuka pakaiannya.Dia mencoba melupakan kesedihannya dengan mengguyur badannya dengan air shower.Syifa terisak pelan...


"Papah,Mamah..ternyata menantu pilihan kalian bukan seperti apa yang kalian bayangkan.Aku sangat berharap ketika Aku menikah dengan laki laki pilihan kalian,Aku bisa membahagiakan kalian.Tapi kenyataannya sekarang sangat jauh dari apa yang kubayangkan".Gumam Syifa di sela sela tangisnya.


"Aku takut mengecewakan kalian...hikss...hikss...Aku harus bagaimana??Pah,Mah?"pekik Syifa sambil menepuk nepuk dadanya.


Tanpa sadar Syifa berada di dalam kamar mandi sudah setengah jam lebih,tapi tak ada tanda tanda Dia akan mengakhiri mandinya,Dia masih setia berdiri di bawah guyuran air sampai bibirnya sudah memucat.


Sementara itu Maliq yang baru kembali dari mengantar Linda di kamarnya,masuk dengan dengan mendorong pintu pelan pelan.Di edarkannya pandangannya mencari Syifa,tapi Dia tak menemukan Syifa.Maliq mendengar gemercik air di dalam kamar mandi.


"Oo...lagi mandi"..gumam Maliq.


Lama Maliq menunggu Syifa keluar dari kamar mandi hingg membuat Maliq menjadi gelisah.

__ADS_1


"Ini anak lagi mandi atau sedang bertelur sih..."Gumam Maliq kesal.


"Tok..tok...tok...Syifa,kamu ngapain di dalam???teriak Maliq sambil mengetuk pintu kamar mandi


Syifa tersentak dari lamunannya,bergegas dibukanya baju yang masih melekat dibadannya,dikeringkannya badannya dengan handuk lalu dipakainya baju yang sudah disiapkannya tadi sebelum masuk kamar mandi.


"Syifa....kamu ada di dalam??"pekik Maliq lagi...


Syifa tidak menjawab,dibiarkannya Maliq yang berteriak makin kesal.


"Berapa lama kamu mandi,sampai wajahmu pucat seperti itu??".Tanya Maliq sambil menatap ke arah Syifa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Satu jam"Jawab Syifa singkat.

__ADS_1


"What???Ini sudah malam Syifa,kamu mau sakit ya??"Pekik Maliq kesal.


"Nanti kalau kamu sakit,akhirnya Aku juga yang repot tau...!!sambung Maliq sambil berlalu ke arah kamar mandi.


"Nyess"...sakit,itu yang Syifa rasakan.Dia fikir Maliq mengkhawatirkannya ternyata Maliq hanya tidak ingin direpotkan.


Syifa tersenyum miris.Syifa berjalan ke arah jendela dan berdiri terpaku di sana sambil menatap langit yang mulai gelap.Ditariknya nafas dengan berat.


"Hhfft...Aku harus kuat,Mamah dan Papah tidak boleh tahu.Aku harus tetap bertahan dengan pernikahan semuku ini.Semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan kesabaran kepadaku..Aamiin.Gumam Syifa pelan.


Tak lama kemudian Maliq sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan berpakaian lengkap.


"Syifa,,,Aku mau makan malam dengan Linda sebentar di restoran,kalau kamu mau ikut bersiap siaplah.tapi kalau tidak nanti Aku akan pesankan makan malam untukmu,bagaimana hmm??"seru Maliq pada Syifa sambil duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Tidak usah Kak,Aku masih kenyang.Aku mau tidur saja".Jawab Syifa dingin tanpa membalikkan badannya dari jendela.Tatapannya tetap mengarah keluar kamar.Segurat kekecewaan yang sangat dalam terlukis di netra tajamnya.


__ADS_2