
Sesuai dengan yang dikatakan Maliq bahwa hari minggu Maliq dan Syifa akan pindah ke rumah Maliq.Maliq membeli rumah itu sebelum menikah dengan Syifa,tepatnya dibeli 3 tahun lalu.Saat itu Maliq sedang memperjuangkan restu keluarga untuk menikahi Linda.Tapi,tiba tiba Linda menghilang tanpa jejak membuat Maliq menghentikan proses renovasi rumah yang dibelinya sudah jadi ini.
Maliq melanjutkan proses renovasi rumahnya kembali ketika lamarannya diterima oleh orang tua Syifa.Sebenarnya hal ini akan menjadi kejutan yang indah buat Syifa,tapi keadaan yang berbalik tidak sesuai benak sehingga kepindahan ini membuat Syifa merasa tidak dianggap. Sebenarnya rumah ini tidak jauh dari rumah Mamah,masih satu blok.
"Nggak usah kamu packing pakaianku,biar saja dalam lemari ini supaya kalau Aku ke sini tidak perlu bawa baju.Kalau pakaianmu terserah kamu"Titah Maliq pada Syifa.Dia melihat Syifa sedang memasukkan baju bajunya ke dalam koper.
"Baik Kak"..Ujar Syifa singkat.
***
"Hhfft...untungnya rumahnya sudah rapi semuanya,jadi Aku tidak perlu repot repot lagi merapikannya"Gumam Syifa sambil memperhatikan seluruh ruangan beserta isinya.
"Itu kamarmu,bawa pakaianmu ke sana"Ucap Maliq sambil menunjuk kamar yang ada d lantai dua.
"Haah...kamarmu??"beo Syifa.
"Iya kamarmu,kamarku ada disebelah kamarmu.Kita disini tidur pisah kamar.Kau pasti masih ingat apa yang kukatakan dulu,Aku akan menceraikanmu setelah kau lulus kuliah.Jadi,jangan pernah berharap lebih dariku"Tutur Maliq datar tak berperasaan.
__ADS_1
"Pasti Aku sangat mengingatnya Kak,karena itu adalah kado terindah pernikahan terpaksaku"Sarkas Syifa sambil menatap tajam mata elang Maliq. Sengaja dia menekan kata terpaksa,dia ingin menjelaskan pada Maliq,tidak sepantasnya Maliq menghinanya seperti ini.Maliq hanya mendengus kesal mendengar jawaban Syifa,lalu melenggang pergi ke kamarnya tanpa memeperdulikan Syifa yang lagi kesusahan menarik koper besarnya.
"Non,mari saya bantu"tiba tiba ada suaranya yang menghentikan langkahnya.Sontak Syifa menoleh ke arah suara.
"Siapa kamu?,"Syifa mengernyitkan keningnya menatap sosok asing di depannya.
"Maaf Non,saya Ati...pembantu di sini.Tapi saya tidak nginap,saya datang jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore".Sosok perempuan berumur 45 tahun itu memeprkenalkan diri sambil membungkuk hormat.
"Ooo...Iya,Saya Syifa.Jangan panggil saya Nona.Panggil saja Nak..seperti asisten rumah tangga Mamah manggil saya"Tutur Syifa pada Ati.
"Nggak usah Bu Ati,biar saya bawa sendiri".Tolak Syifa lembut pada Ati.
"Kalau begitu saya buatkan teh hangat untuk Nak Syifa dan Tuan Maliq saja"
"Iya,Bu Ati...terima kasih sebelumnya".
Syifa melanjutkan langkahnya menuju kamar yang ditunjuk oleh.
__ADS_1
***
Keesokan harinya..setelah sholat subuh Syifa sudah menyiapkan sarapan untuknya dan Maliq.Jam 9 pagi ini Syifa ada jadwal mata kuliah.
Setelah selesai menyiapkan sarapan,Syifa menuju kamar Maliq untuk membangunkan Maliq.
"Tok..tok...tok.."
"Kak Maliq...sudah pagi,Saya masuk yaa Kak !!"
Rupanya pintu tidak di kunci,hingga Syifa memberanikan diri untuk masuk.Syifa menyingkap tirai jendela hingga sinar matahari pagi bebas masuk ke dalam kamar Maliq.
"Eeghhum...jam berapa ini Syifa,,tutup kembali tirainya.Aku masih sangat mengantuk".Maliq memang tidur larut malam tadi malam.Dia memeriksa laporan keuangan yang menurutnya ada kejanggalan,tapi sampai dia sudah sangat mengantuk dan tertidur dia belum mendapatkan di mana letak kesalahan laporan keuangan itu.
"Memangnya Kak Maliq tidak ke kantor hari ini??tanya Syifa ..
"Aahhhh...berisik,mau Aku ke kantor atau tidak itu bukan urusanmu.Cepetan tutup kembali tirainya"Bentak Maliq setengah berteriak,lalu melanjutkan kembali tidurnya.
__ADS_1