Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
200


__ADS_3

" Dek..!! " ngapain di sini ?? Abi cari di dapur tidak ada ternyata kamu ada di sini " Irman mendekati Nurul yang sedang duduk termenung di gazebo dekat pohon rambutan di belakang rumah.


Nurul memilih tidak kembali ke ruang keluarga untuk mengantarkan minum buat suaminya tadi.Dia mengabaikan perintah Mamahnya.Hal ini menyebabkan Irman menyusul Nurul ke dapur dan dia tidak menemukan kebaradaan Nurul di sana.


Nurul diam tak menoleh sedikitpun ke asal suara yang menyapanya.


" Dek..Abi minta maaf !! " Lirih suara Irman saat dia duduk di samping Nurul.


Nurul bungkam.Tak ada niatnya untuk menanggapi ucapan Irman.


" Dek...Abi datang untuk menjemputmu dan Zahrah.Abi rindu kalian.Maafkan kalau Abi sudah kasar padamu,Abi khilaf " Ucap Irman lagi dengan suara memelas sambil meraih kedua tangan Nurul yang berpangku di atas pahanya.Dikecupnya sekilas tangan wanitanya itu dengan lembut.


Nurul menoleh ke arah suaminya.Ditatapnya wajah laki laki yang berstatus sebagai ayah dari anaknya ini dan masih sah menjadi suaminya.


" Abi..minta maaf atas khilaf yang mana,Bi ?? " Sergah Nurul dengan Suara datar dan tatapan tajam menghunus ke arah Irman.


Irman tersentak.Selama dia menikahi Nurul,baru kali ini dia melihat tatapan seperti ini dari istrinya.Aura dingin menguar dari netra bening milik istrinya itu.Jujur hal ini membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


" Khi..khilaf kalau Abi sudah kasar padamu " Jawab Irman gagap.


Nurul terkekeh dengan wajah penuh kepedihan." Itu tidak masalah, itu sudah sepantasnya diterima oleh perempuan yang tidak bisa memberikan anak laki laki buat 'keluarga suaminya '.Wajar diterima oleh perempuan yang sudah tidak memiliki harga lagi di hadapan suaminya.Tidak apa,aku ikhlas ! " Sergah Nurul dengan suara datar tanpa emosi.


Irman semakin membulatkan matanya.Dia seperti melihat sosok lain ada di depannya.Bukan lagi sosok istrinya yang lemah lembut dan selalu ceria.


" Dek..jangan ngomong seperti itu..Kamu tetaplah sangat berharga buat Abi.Biar bagaimanapun kamu itu adalah ibu dari anakku " Irman menangkup kedua pipi mulus istrinya.Ditatapnya dalam dalam mata yang dulu selalu menatap teduh padanya.Iya..itu dulu,tapi saat ini Irman sudah tidak menemukan itu.Mata itu sekarang menatapnya dengan penuh kekecewaan.


Nurul menepis tangan Irman dengan kasar lalu berdecih." Cih...!! Kalau aku berharga,Abi pasti tidak ingin menikah lagi "


" Bu bukan seperti itu,dek...aarghhh...Abi bingung menjelaskannya.Abi hanya mau kita sekarang ke rumah tante aku.Abi sama Umi menunggumu di sana.Nanti di sana Abi akan menjelaskan semuanya. Intinya,Abi mohon jangan tinggalkan Abi "


" Tidak bisa di sini,dek...tidak enak sama Mamah dan Papah.Jadi,ayo kita temui Abi sama Umi di rumah tanteku "


Nurul membuang pandangannya ke sembarang arah.Dia bimbang saat ini.Jika ditanya apakah hatinya sudah bisa memafkan Irman,jujur belum..hatinya masih sangat sakit.Tapi jika ditanya apakah dia masih mencintai suaminya itu,Jujur...masih sangat,bahkan tidak berkurang sedikitpun rasa cintanya itu.


" Dek..pliss !! demi rumah tangga kita dan demi Zahrah " Mohon Irman dengan wajah penuh pengharapan.

__ADS_1


" Hhff..baiklah.Kita ke rumah tantemu menemui Abi dan Umi " Ternyata rasa cinta Nurul lebih besar dari pada rasa kecewanya pada suaminya itu.Dan akhirnya dia memilih mengikuti kemauan suaminya.


Irman sumringah. " Alhamdulillah....terima kasih,sayang...Abi percaya kamu memang istri terbaik buat Abi " Ucap Irman antusias lalu mengecup kepala Nurul berulang ulang.


Nurul yang tadinya sangat kecewa dan marah,perlahan hatinya meleleh dengan perlakuan Irman.Wajahnya merona bahagia.Tapi sebisa mungkin dia sembunyikan.


" Semoga Abi dan Umi..membatalkan perjodohan Abinya Zahrah dengan gadis itu " .Batin Nurul berharap.


" kemana Zahrah sama yang lain,Bi ?? " Tanya Nurul pada Irman ketika melihat suasana rumah yang sepi.


" Zahrah lagi sama kakek dan neneknya di toko.Kalau Syifa dan Kak Maliq,Abi tidak tau.Mungkin mereka lagi keluar " Jawab Irman sambil menggandeng mesra tangan istrinya.


" Zahrah biar kita titip sama Mama dulu dek...!! biar kita leluasa bicara sama Abi dan Umi " Ujar Irman sebelum keluar dari dalam rumah.


Nurul mengernyit." Kenapa Bi ?? nanti dia nyariin aku " Timpal Nurul.


" Biar Abi yang pamit sama Zahrah..biasanya juga dia lebih senang kalau diajak sama Nenenknya " Ucap Irman.

__ADS_1


Nurul hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.


__ADS_2