
POV Syifa
Kubuang pandanganku menghindari pemandangan di depanku yang membuatku muak.Sungguh dua manusia yang tidak tahu malu.Bermesraan di depanku seolah Aku makhluk tak kasat mata.
Mobil yang dikendarai Kak Maliq terasa sangat lamban berjalan,atau memang pengendaranya yang sengaja memperlambat jalannya biar mereka bisa lama menikmati dosa mereka.
Selesai sarapan tadi kami memilih melanjutkan perjalanan ke kota Kak Maliq,dan tentunya ada Linda yang ikut menumpang di mobil Kak Maliq.Linda sengaja minta duduk di samping Kak Maliq dan Aku terpaksa mengalah,duduk di kursi penumpang bagian belakang
"Hffft...apa mereka tidak takut dosa,berpelukan dengan yang bukan muhrim".
Aku memang memilih diam dan tak mau pusing.Tapi hati kecilku berkata,Aku tidak bisa membiarkan suamiku terlena dengan dosanya,Aku harus menyadarkannya.Biar bagaimanapun dia adalah suami sahku.Aku yang wajib mengingatkannya ketika dia khilaf.
"Ekhhhmm...Kak Maliq,!!Kakak ngga mampir dulu di mesjid buat sholat dzuhur??ini sudah waktunya sholat Dzuhur loh Kak..Seruku tiba tiba untuk mengingatkan Kak Maliq untuk sholat.
"Ee..iya,Ini sudah jam berapa Syifa??Sahut Maliq sambil melirikku sekilas di kaca Spion."
__ADS_1
"Sudah jam 12..itu kayanya ada mesjid di depan".Ujarku sambil menunjuk ke arah mesjid di depan kami.
"Linda!!,Aku sholat dulu yaa...kamu nggak apa apakan nunggu Aku sholat sebentar hmm!!Ucapa Kak Maliq pada Linda dengan lembut.
"Iyaa..nggak apa sayang,sholat aja dulu,Aku nunggu di mobil aja yaa.Ujar Linda dengan suara manjanya.
Kak Maliq menepi dan menghentikan mobilnya tepat di depan mesjid,lalu buru buru turun untuk sholat.
"Syifa,tidak sholat?"Tanya Kak Maliq padaku sebelum turun dari mobil.
"Belum bisa sholat Kak..masih berhalangan"Ujarku sambil tersenyum lembut pada Kak Maliq.
"Linda,sebenarnya Aku kasihan juga pada Linda,sudah di bohongi oleh Kak Maliq.Seandainya dia mengetahui statusku apa dia mau melepas Kak Maliq atau malah sebaliknya??.Kita lihat saja nanti.
"Ehmm...Syifa,kamu sudah kuliah atau masih SMA?".Tanya Linda tiba tiba memecah kesunyian.
__ADS_1
"Aku??ini baru mau mendaftar kuliah".Jawabku singkat tak ingin basa basi.
"Oo...jadi mau kuliah jurusan apa?"lanjut Linda lagi.
"Ekonomi".jawabku datar.
"Oo..ok".gumam Linda salah tingkah dengan jawabanku yang sangat singkat.
Lima belas kemudian,Kulihat Kak Maliq keluar dari Masjid selesai melaksanakan Sholat.
"Lama yaa nunggunya?"Tanya Kak Maliq entah pada siapa,yang jelas dia melirik sekilas padaku.Akupun tersenyum lembut padanya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Nggak kok sayang".seru Linda masih dengan mode manjanya.
"Yuk lanjut Kak,biar cepat sampai"Ujarku jengah melihat sikap Linda yang semakin menjadi jadi manjanya.Kulihat Kak Maliq salah tingkah melihat sikap Linda.
__ADS_1
Kupejamkan mataku saat Kak Maliq mulai menjalankan mobilnya.Kupaksakan agar Aku tertidur,Aku butuh energi untuk memastikan bagaimana pernikahanku kedepannya nanti.Aku tidak ingin menghianati janji suci di hadapan Allah,Aku ingin mempertahankan ibadah sakralku ini.Aku pastikan akan bertahan sampai batas takdir yang akan ditentukan oleh Allah.
POV Syifa end