
Maliq bingung mencari keberadaan Syifa.
" Kemana mereka membawa Syifa ???" Gumam Maliq sambil menelisik ruang ICU.
Setelah menerima panggilan dari Hendra tadi,Maliq kembali lagi ke ruang ICU.Tapi dia sudah tidak menemukan keberadaan Syifa.
" Sus..istri saya dipindahkan ke mana ?? Tanya Maliq pada perawat yang melintas di depannya.
" Ooh..Nona Syifa dipindahkan ke ruang VVIP di lantai 3 " Jawab perawat tersebut sambil tersenyum ramah pada Maliq.
" Oo..iya terima kasih,sus !! "
" Eeh..tunggu dulu Sus.Saya kan belum sempat pesan kamar, tapi kenapa istri saya langsung dibawa ke ruang VVIP ??"
" Ooh..itu sesuai pesanan Tuan Qenan.Beliau sudah menyelesaikan semua administrasi pengobatan Nona Syifa " Tutur perawat.
" Qenan ?? " Beo Maliq.
" Iya Tuan,kemarin Tuan Qenan sudah booking kamar buat nona Syifa "
"Baiklah Tuan,saya permisi dulu " Ujar perawat sambil berlalu dari hadapan Maliq.
" Qenan..rupanya kamu masih berupaya menarik simpati istriku !! " geram Maliq.
" Hhfft..aku akan mengurusnya nanti !! " Gumam Maliq.
Maliq bergegas menuju lantai 3 sesuai petunjuk perawat tadi.
" Kak Maliq !!! " Suara cempreng seorang gadis memanggil nama Maliq yang hendak masuk ke dalam lift.
Maliq membalikan badannya.
" Mau ke mana..Liq ?? " Tanya Willy.
" Syifa sudah dipindahkan ke ruang perawatan "
" Ooh..Syifa sudah sadar,Kak ??" Gladis antusias.
" Belum.Tapi menurut dokter,dia sudah melewati masa kritisnya.Dan mungkin sebentar lagi akan siuman "
" Puji Tuhan !! " seru Gladis dan Willy serentak.
" Ayo..kita ke ruangannya Syifa " Ajak Maliq lalu masuk ke dalam lift.
Sebelum pintu lift tertutup sempurnah,tiba tiba seorang dokter cantik masuk dengan terburu buru.
" Ehh...Tuan Maliq !! " Sapa Sharon tersenyum manis lalu berdiri di samping Maliq.
Maliq hanya mengangguk pelan lalu membuang pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
" Syifa sudah dipindahkan ke ruang perawatan ?? " Tanya Sharon basa basi.
"Iya..! " jawab Maliq singkat.Dia mulai merasa risih dengan sikap Sharon.
" Ting "...Pintu lift terbuka.
Maliq buru buru keluar dari lift tanpa peduli lagi dengan Sharon yang terus menatapnya dengan tatapan mendamba.
Gladis melirik sekilas ke arah Sharon lalu mencibir. " Dokter ganjen !! " Umpat Gladis pakai bahasa Indonesia sehingga Sharon tidak men gerti dengan apa yang diucapkan oleh Sharon.
" Sayang...!!! " Willy menggeleng ke arah Gladis lalu menarik Gladis segera keluar dari lift.
" Kenapa Kak ?? memang dia dokter ganjen !!" Ujar Gladis sambil mengerucutkan bibirnya.
" Astagaaa...bar bar banget sih, yang !! ".
" Kakak juga senang yaa...liat dokter centil kaya gitu ??!!! " Gladis mendelik ke arah Willy sambil berkacak pinggang.
Willy mengacung dua jarinya." Peace,yang !!! ngapain liat cewek lain.Ada gadis cantiknya Kak Wil di sini !! " Ujar Willy merayu Gladis.
"Cih ..gombal !! " Gladis berdecih lalu mengayun langkahnya lebar lebar meninggalkan Willy yang terbengong.
" Ceklek " Gladis mendorong pelan pintu kamar rawat Syifa.
Maliq menoleh ke arah Gladis sekilas kemudian menatap Syifa kembali dengan tatapan sendu.
Sesaat kemudian Willy menyusul masuk dan ikut duduk di samping Gladis.
Gladis membuang mukanya kesal pada Willy.
Maliq berjalan ke arah Willy." Kapan kalian balik ke Indonesia ?? "
" Tunggu Syifa siuman dulu " Bukan Willy yang menjawab tapi Gladis.
" Sebenarnya jadwal hari ini kami berangkat.Tapi aku ragu meninggalkan Syifa " Imbuh Gladis sendu.
Maliq hanya membuang nafasnya berat.
Gladis beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju ranjang Syifa.
" Plend...kapan sih kamu siuman ??? kamu nggak niat yaa menghadiri pernikahanku?? Aku akan menikah minggu depan,plend...!!! Rajuk Gladis pada Syifa sambil terisak.Digenggamnya tangan Syifa dengan lembut.
" Aku bingung mau memberi kabar buat keluarga di Indonesia " Gumam Maliq.
" Sabar,bro..!! semoga Syifa segera siuman" hibur Willy sambil menatap wajah Maliq yang terlihat kuyu.
" Mending kamu istrahat dulu !!! Lihatlah penampilanmu sangat kacau "
Maliq hanya tersenyum getir sambil terkekeh pelan.
__ADS_1
" Nih..baju gantimu !! " Ujar Willy sambil menyodorkan paper bag yang ditentengnya dari tadi.
" Makasi,Will !! " Ucap Maliq menyambut paper bag yang disodorkan oleh Willy.
" Ha aa uus !! " ******* pelan nyaris tak terdengar dari bibir Syifa.
Gladis yang sedang menunduk terisak sontak memekik pelan " Syifa sudah siuman !! ".
Willy dan Maliq serentak berdiri dari tempat duduknya.
" Plend..kamu siuman ??" pekik Gladis senang sambil menekan nurse call.
" Gla ddi ss !" ucap Syifa lemah.
" Ceklek ..."
" Ada yang bisa dibantu ??" Tanya perawat yang baru datang.
" Istriku sudah siuman,sus !! " Jawab Maliq dengan wajah sumringah.
" Oh..iya saya panggil dokter dulu " Ujar perawat sambil berjalan keluar.
Tak berselang lama,dokter Sharon masuk dengan senyum manis." Hallo Nona Syifa !! apa kabar,hmm ???" tanya Sharon lembut dengan senyum tetap menghiasi bibir s*k*inya.
Maliq,Willy dan Gladis memberikan ruang pada Sharon untuk memeriksa Syifa.
" Ok...semuanya baik dan normal.Semoga dua hari lagi nona sudah bisa pulang " Tutur Sharon setelah memeriksa Syifa lalu membelai lengannya dengan lembut.
Syifa hanya mengangguk lemah dan tersenyum pada Sharon." terima kasih,dok !!".
" Baiklah, saya pamit dulu " Ucap Sharon sambil mengerling manja pada Maliq.
Maliq mengangguk hormat." Terimah kasih,dok !! "
Gladis mendengus kesal." Modus !!" Dia sangat kesal melihat tingkah Sharon yang berusaha menggoda Maliq.Dia tidak rela sahabatnya harus berhadapan dengan pelakor lagi.
Sementara di tempat lain tapi masih di area rumah sakit.Qenan tetap mengawasi perkembangan Syifa.Dia lega mendengar kabar dari perawat suruhannya bahwa Syifa sudah siuman.
" Syukurlah dia sudah siuman.Terima kasih Tuhan..Kau telah mengembalikan Syifa kembali " Gumam Qenan.
Walaupun dia tidak mungkin lagi meraih cinta Syifa.Dia tetap mengawasi Syifa dari jauh.Dia akan mencintai Syifa dengan caranya sendiri.
🌹🌹🌹
Hai readerku...Author masih tetap menanti apresiasi dari readerku 🙏🙏
Autor lihat pembaca beratus ratus tiap hari tapi yang nyumbang like cuman beberapa orang.
NB: Like mu menjadi semangat buat author buat menulis.
__ADS_1