
"Kak aku ambil tasku dulu di ruanganku " Pamit Syifa pada Maliq setelah keluar dari dalam kamar mandi.Wajahnya sudah cerah kembali setelah dibasuh dengan air segar.
"Tidak usah,biar Hendra saja yang ambilkan.Kamu selesaikan ini saja" Cegah Maliq sambil menyodorkan map berisi berkas pada Syifa dan lap topnya.
Syifa mengangguk kecil lalu menyambut map dan laptop yang di sodorkan Maliq.
"Hendra,ke ruanganku sekarang !!" Titah Maliq berbicara melalui intercom.
"Tok.."
"Tok.."
"Tok.."
Pintu diketuk dari luar.
"Masuk !!"
Pintu terbuka seiring masuknya Hendra.
"Hendra,kamu ambil tas milik Syifa di ruangannya dan bawa ke sini.Setelah itu kamu siapkan cemilan dan makan malam,hari ini kita lembur !!" Titah Maliq pada Hendra.Hendra mengangguk dan menoleh sekilas pada Syifa yang tak sedikitpun melirik ke arahnya.Dia serius menatap layar laptop.
"Kenapa gadis itu masih berada di ruangan Pak Bos "Batin Hendra.
***
__ADS_1
Di tempat lain....Linda sedang kalap berbelanja.Dia sangat senang mendapat transferan dari Maliq.Dia ditemani oleh seorang laki laki.
"Lumayan 10 juta satu kali transfer...tidak percuma aku bertahan dengan laki laki tidak romantis ini...hi..hi..hi..." Ujar Linda sambil terkikik.
"Sayang,bagaiman kalau kita ke rumah temanku,kita jenguk istrinya yang baru lahiran..." Ajak laki laki bersama Linda.
"Ahh...nggak ah sayang,kamu pergi aja.Aku masih ingin belanja " Tolak Linda sambil menggeleng.
"Loh kok gitu sih,sayang.Trus aku pergi naik apa kalau kamu tidak pergi ??" Ujar laki laki itu lembut.Laki laki itu bernama Marco.Laki laki yang selalu diajak Linda bersenang senang ketika tidak bersama Maliq.Dia tau hubungan Linda dengan Maliq.Dan hubungannya dengan Linda tidak memiliki status.Hanya karena sama sama membutuhkan kesenangan.
"Kamu bawa mobilku saja,aku suruh Maliq jemput aja di sini "Ujar Linda mendesah manja.Linda bergelayut manja di lengan Marco.Marco mencubit pipi Linda dengan gemas.
Marco terkekeh.."Kamu memang terbaik sayang..kalau begitu aku pergi dulu yaa...!!Ujar Marco sambil mengecup bibir Linda sekilas.Linda tersenyum.
"Ekhhemm..."Tiba tiba suara orang berdeham.
Linda terperanjat dan membalikkan badannya menghadap asal suara.
"Wi..Willy ??!!" Desis Linda terkejut.
Willy menatap Linda dengan tatapan tajam seolah mau meremukkan tubuh Linda.
"Glek "Linda menelan salivanya.Dia tidak menyangka akan bertemu Willy sekarang.
"Pasti dia melihatku dengan Marco tadi "Batin Linda.
__ADS_1
"Dasar ya...kalau dasarnya seorang ja***g,pasti selamanya akan menjadi ja***g" Ujar Willy sinis.
"Hati hati dengan omomganmu Willy..ini bukan seperti apa yang kau lihat " Elak Linda membela diri.
"Ha...haa...ha..sudah kepergok basah masih juga ngelak,dasar manusia ular!!! " Desis Willy sambil tergelak.
"Sory Kak...Kakak nunggu lama ya...??"Tiba tiba suara ceria seorang gadis menginterupsi perdebatan Willy dan Linda.
Serentak Willy dan Linda menoleh ke asal suara.Willy tersenyum lembut ke arah gadis yang datang menghampirinya.
"Gladis ??"Gumam Linda.
"Kak Linda..!!??" Ujar Gladis datar.
"Kak Willy kenapa ada di sini dengan Kak Linda ?? Cecar Gladis tidak suka pada Willy.Wajahnya seketika jadi cemberut.
"Tidak sengaja ketemu ..Dek !!" jelas Willy lembut.
"Hmmm...ada pasangan backstreet di sini...bagaimana kalau uncle Jems yang lihat yaa...seperti apa nanti reaksinya "Ujar Linda dengan tatapan mengintimidasi lalu tersenyum sinis.
Willy dan Gladis saling menatap satu sama lain lalu tergelak. "Ha...haa...Kak Will ada yang ngancam tuh,kok aku jadi takut yaa...hiii". Ujar Gladis mengejek Linda sambil menggedikkan bahunya.
Willy tersenyum sinis. "Linda,kalau kamu ingin mengadu pada uncle mengadu saja nggak usah di tunda tunda.Dengan senang hati aku mau diadukan...ha...haa".
Linda terpaku melihat sikap Willy dan Gladis."Kenapa mereka sudah tidak takut lagi dengan ancamanku ??" Batin Linda.
__ADS_1