Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
78


__ADS_3

"Hmmm"..Maliq bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi,tanpa sedikitpun mau melihat keberadaan Syifa.


Syifa bergegas merapikan tempat tidur Maliq dan menyiapkan pakaian Maliq untuk ke kantor,setelah itu dia keluar dari kamar Maliq dan menunggu Maliq untuk sarapan.


Tiga puluh menit kemudian,Syifa melihat Maliq menuruni tangga...


"Kaak...sarapan dulu"Seru Syifa yang melihat Maliq berjalan menuju mobilnya yang sedang di panaskan oleh Jhon sopir pribadinya.


Maliq berbalik menghadap Syifa.


"Heeh...jangan cari cari perhatian denganku,kamu pikir dengan seperti ini kamu bisa mengambil hatiku haa??Ingat,setelah lulus kuliah nanti...aku akan tetap menceraikanmu.Dan satu lagi,jangan suka cari perhatian pada Mamah atau memprovokasinya agar membenci Linda.Sekeras apapun kamu menghalangi hubunganku dengan Linda lewat Mamah,maka semakin yakin juga Aku akan menceraikanmu.Camkan itu!!".Pekik Maliq pada Syifa dengan tatapan membunuhnya.Dia berpikir bahwa Syifa yang memepengaruhi Mamah untuk menghalangi hubungannya dengan Linda.


"Astagfirullahaladzim..."Syifa terkejut mendengar ucapan Maliq.Dia tidak menyangka Maliq menuduhnya memprovokasi Mamah.Tapi saat ini,Syifa tidak ingin mendebat Maliq.Dia hanya menundukkan kepalanya,dia malu ada Jhon di situ akan mendengarkan pertengkaran mereka.


Maliq mendengus kesal lalu melengos pergi.Dia masuk ke dalam mobil tanpa menunggu Jhon membukakan pintu.


Jhon segera menjalankan mobil membawa majikannya ke kantor.Syifa hanya bisa menatap pilu kepergian Maliq.

__ADS_1


Syifa melangkah masuk ke dalam rumah dengan lesu.


***


Hari ini Syifa berniat untuk membeli ponsel dari uang bonusnya ikut lomba karya ilmiah,setelah itu dia akan ke kampus.Dia pergi dengan menaiki taksi menuju toko ponsel.


Setelah mendapatkan ponsel yang di inginkannya,dia langsung menuju kampus.Saat Syifa turun dari taksi,dia berpapasan dengan Zidan.


"Assalamualaikum Syifa".Sapa Zidan pada Syifa dengan lembut.


"Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh"Jawab Syifa sambil menundukan pandangannya.


"Selamat yaa Syifa...kamu telah memenangkan lomba.Jadi kapan kamu berangkat ke Jakarta?".Zidan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Syifa yang melangkah terburu buru.


"Terima kasih Kak.Insyaa Allah lusa Kak...".Jawab Syifa masih dengan langkah lebarnya dan tanpa menatap lawan bicara.


"Syiiifaaa..."tiba tiba suara cempreng Gladis berhasil menghentikan langkah Syifa dan Zidan.Syifa membalikan badannya menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Astagfirullah...Gladis,bisa tidak itu suara di kecilin dikit volumenya!!.Anak gadis kok ngga ada anggun anggunnya"Gerutu Syifa sambil menatap Gladis yang cengengesan."Tuh...liat orang orang pada liat ke aku semua"Imbuhnya lagi.


Zidan tersenyum melihat Syifa cemberut."Lucu...manis sekali dia kalau lagi cemberut"


"Eeh...Kak Zidan kok bisa bareng Syifa??"Tanya Gladis menyelidiki.


"Oh..ya,Aku Gladis teman Syifa..kenalin"Ujar Gladis sambil menyodorkan tangannya ke arah Zidan.


Zidan tersenyum lalu menyambut tangan Gladis."Zidan"Jawabnya singkat.


"Tanpa Kakak sebut nama,Aku sudah tau siapa nama Kakak.secara kan Kakak itu ketua BEM siapa memangnya yang tidak kenal dengan Kak Zidan"


Zidan tersenyum kikuk.."ada ada saja kamu Gladis".


"Oo..Iya Syifa,lusa kan kamu mau ke Jakarta,hari ini Aku mau ijin,aku ikut kamu.Biar kita berangkatnya bareng bareng...gimana hmm?"Bisik Gladis di telinga Syifa.


"Ehhmmm...itu lagi bisikin apa...boleh kepo nggak".Seloroh Zidan sambil tersenyum ke arah Gladis dan Syifa.

__ADS_1


"He..he..he..rahasia Kak"Gladis terkekeh menanggapi Zidan.


__ADS_2