Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
170


__ADS_3

" Dek..buka matamu !!! jangan buatku khawatir,dek...!! beri aku kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahnku.Aku mohon,dek!!! " Maliq mengelus tangan Syifa yang tidak terpasang infus sambil terus mengecup punggung tangan Syifa.


Air mata Maliq tidak terbendung kala melihat keadaan Syifa yang dipenuhi alat medis yang entah apa namanya.


Sepanjang malam,Maliq tidak beranjak dari tempatnya.Tak sedikitpun dipejamkannya matanya.Dia hanya duduk sambil terus memandangi wajah Syifa yang pucat pasi.


Willy datang mendekati Maliq lalu menepuk bahu Maliq dengan pelan.


" Liq...sarapan dulu !!! itu aku beliin kamu sarapan tadi dan kalau bisa habis sarapan kamu balik saja dulu ke apartemen untuk istrahat.Dari semalam kayanya kamu tidak tidur.Syifa biar aku sama Gladis yang tungguin ".Willy menyodorkan paper bag yang berisi makanan pada Maliq.


Maliq menggeleng pelan. " Aku tidak akan meninggalkan Syifa,sebelum dia siuman.Aku ingin saat dia siuman nanti,akulah orang pertama yang dilihatnya" Ujar Maliq dengan suara serak.


" Kamu harus fikirkan juga kesehatanmu.Kalau kamu sakit nanti siapa yang akan mengurus Syifa " Ujar Willy sambil menatap Maliq dengan iba.


Willy menatap mata Maliq yang sudah membentuk kantung di bawah matanya." Apa sepanjang malam kamu tidak tidur,Liq ??"


Maliq tidak menjawab pertanyaan Willy.Dia hanya menghela nafasnya berat.


" Aku akan makan.Tapi tidak akan meninggalkannya " Ucap Maliq final lalu meraih paper bag yang disodorkan oleh Willy.


" Biar aku makan di kantin rumah sakit.Tolong jagain Syifa,aku hanya sebentar saja !!! ".


Willy mengangguk." Gladis akan menemaninya di sini " Ucap Willy lalu mengikuti Maliq keluar.


" Sayang...kamu boleh masuk !! " Ujar Willy pada Gladis yang sedang menunggu di depan ruang ICU.


Gladis bergegas masuk ke dalam ruang ICU.Dari semalam dia ingin melihat keadaan Syifa.Tapi dokter tidak mengijinkan orang yang masuk lebih dari satu orang.


Maliq sebagai suami Syifa tidak sedikitpun beranjak dari samping Syifa.Terpaksa Gladis,Willy dan Evren memutuskan pulang untuk istrahat.


Sedangkan Qenan,belum menampakan batang hidungnya sampai saat ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.Gladis terkejut dengan kehadiran Qenan.


" Bagaimana keadaan Syifa ??? " Gladis tersentak mendengar suara dari belakangnya.


Sontak Gladis berdiri dan menarik tangan Qenan dengan kasar.


" Dokter melarang orang masuk lebih dari satu orang " Geram Gladis sambil menghempaskan tangan Qenan setelah mereka berada di luar ruang ICU.


" Aku hanya ingin mengetahui kabar Syifa " Qenan mendelik ke arah Gladis.


" Syifa masih koma " Ketus Gladis.


Seketika Qenan menerobos masuk ke dalam dan menghampiri Syifa yang masih setia dengan tidur panjangnya.


" Sweetie...sampai kapan kamu akan tertidur ??? aku rindu wajah datarmu.Aku rindu suara ketusmu " Gumam Qenan lirih.Qenan hendak mengangkat tangannya ingin membelai kepala Syifa yang tertutup oleh nurse cap.


Maliq meminta pada dokter untuk menutupi kepala Syifa dengan nurse cap dan menutupi leher Syifa dengan kain agar tidak dapat diekspos oleh orang lain.Karena saat oprasi dan selesai oprasi tim medis membuka khimar Syifa.


Qenan membalikan badannya dan menatap ke arah Maliq yang sedang menatapnya dengan nyalang.


Maliq menarik tangan Qenan dengan kasar untuk keluar.


" Aku tau kamu peduli pada istriku.Aku mengucapkan banyak banyak terima kasih atas bantuanmu.Tapi aku rasa kamu harus tau batasanmu !!!! " Tegas suara berat Maliq menekan Qenan.


" Istri ???" Beo Qenan.


Maliq tersenyum sinis lalu menatap tajam ke arah Qenan. " Iya...Syifa istriku.Bukan Adikku seperti apa yang ada di benakmu !! Jadi jangan pernah coba coba mendekati atau berani mencintai wanita yang telah bersuami !!! "


" Jjdarrr !!! " Bak di sambar petir.Qenan lemas mendengar pengakuan Maliq.


Qenan nelangsa.Dia memundurkan langkahnya perlahan mencari sandaran untuk menopang tubuhnya.

__ADS_1


Maliq masuk ke dalam ruangan kembali tanpa memperdulikan Qenan lagi.


Willy mendekati Qenan" Bro...Syifa memang istri Maliq.Mereka menikah sudah tiga tahun !!! " Tutur Willy sambil menepuk bahu Qenan.


Willy tak bergeming.Tatapannya kosong.Nampak raut kesedihan terukir di wajah tampannya.


Willy dan Gladis hanya bisa menatap Qenan dengan tatapan prihatin.


" Selamat pagi " tiba tiba suara Evren memecah kesunyian.


Serentak Willy dan Gladis menoleh ke arah Evren ." Pagi !! "


" Bagaiman keadaan Syifa ?? "


" Masih koma !! " Jawab Gladis lemah.Setelah itu suasana kembali menjadi sunyi.


Evren mendekat ke arah Qenan yang sedang duduk di kursi tunggu.


" Dari kapan di sini ?? " Tanya Evren pada Qenan.


Qenan diam tak bersuara dengan tatapan kosong.


" Hei...kamu kenapa ?? " Evren menggoyang bahu Qenan.


Qenan hanya melirik Evren dengan tatapan sendunya tanpa menjawab pertanyaannya.


" Aku pamit sebentar !!! " Ucap Qenan sambil berdiri meninggalkan Evren dengan wajah bingungnya.


" Eeh...Qenan kenapa ??" Gumam Evren sambil melirik ke arah Gladis.


Gladis menggeleng lemah lalu melempar pandangannya ke arah Willy.

__ADS_1


__ADS_2