Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
79


__ADS_3

๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’— Author sebenarnya mau up 3-4 Bab perhari.Tapi Author jadi nggak semangat,soalx para reader pelit like n votex.Padahal pembaca karya author lumayan banyak.Kalau memang karyax kurang menarik bisa dikomen komen dong biar author semangat memperbaiki karya author...Ok๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘ŒAuthor masih tetap nunggu komen para readers...tapi komennya pake hati yaa...soale Author gampang nangis loh๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


๐ŸŒท๐ŸŒทKita lanjut kisahnya lagi yaa๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐ŸŒท๐ŸŒท


Syifa dan Gladis berjalan menuju perpustakaan,di ikuti oleh Zidan yang mengekor dari belakang.


"Eeh..Kakak mau ke perpustakaan juga?"...Tanya Gladis pada Zidan sambil membalikkan badannya menghadap Zidan.


Zidan salah tingkah"kenapa juga Aku ngintilin mereka yaa"Batin Zidan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ee..iy..iya..Aku mau keperpus juga..he..he.."Ujar Zidan terkekeh malu.


"Oo...ya udah,ayo masuk,Kak !"Ajak Gladis pada Zidan setelah mereka berada di depan perpustakaan.


Syifa tidak memperdulikan percakapan Gladis dan Zidan.Dia terus saja masuk dan menuju rak buku yang dibutuhkannya.Gladis menyusul Syifa dan duduk di samping bangku Syifa.

__ADS_1


"Syifa...aku ikut kamu yaa...please!!Aku akan menemanimu di sana"


Syifa melirik sekilas ke arah Gladis.."Tapi kan kamu kuliah Gladis,nanti kamu ketinggalan mata kuliah..gimana coba".Ujar Syifa pada Gladis.Dia khwatir temannya akan ketinggalan mata kuliah.


"Ntar aku minta ijin...he..he..Nanti di Jakarta kita nginap d rumahku,yah..yah..please๐Ÿ™๐Ÿ™"Bujuk Gladis pada Syifa.Dia ingin menemani Syifa ke Jakarta.


"Serah deh...nanti kalau ketinggalan mata kuliah,tanggung sendiri".


"Kecil itu..ntar kalau di kasi tugas sama dosen kan ada kamu...he..he.."


"Hedeh..."Syifa memutar bola matanya jengah,dia pura pura kesal..padahal dia sangat terharu dengan perhatian sahabatnya.


"Dis..terima kasih mau jadi sahabatku,kamu begitu perhatian denganku.Disaat Aku tidak mendapatkan tempat Aku berbagi,kamu selalu ada untukku"Ujar Syifa lirih.


Gladis tersentuh dengan ucapan Syifa.Diraihnya tangan Syifa."Fah...walau kita beda tapi Aku senang bersahabat denganmu.Kamu adalah sosok yang apa adanya dan selalu tulus.Banyak hal positif yang kudapat sejak bersahabat denganmu.Aku merasa kita bukan hanya sekedar sahabat tapi lebih berasa saudara.Jadi please...jangan pernah sungkan berbagi suka dan duka denganku"Ujar Gladis lembut sambil menggenggam tangan Syifa.

__ADS_1


Syifa tersenyum lembut pada Syifa sambil mengangguk pelan.Zidan yang duduk di seberang tempat Gladis dan Syifa,memperhatikan mereka dengan intens.Zidan terpesona dengan senyum Syifa yang ditujukannya pada Gladis."Masyaa Allah...ternyata dia memiliki senyum yang sangat manis,tapi sayang dia tidak pernah menampakkan senyumnya itu"Gumam Zidan lirih.


Perlahan Zidan melangkah mendekati Syifa dan Gladis.


"Ekhmm...Kalian berdua nggak ada mata kuliah??"Tanya Zidan pada Syifa dan Gladis.


Gladis mendongakan kepalanya menatap Zidan.Tapi Syifa tetap fokus pada buku yang dibacanya.


"Eh..Kak Zidan!!,Iya..kita masuk nanti siang"


"Kalau begitu..kita ke Cafe di sebrang kampus yuk..nanti aku traktir"Ajak Zidan pada Syifa dan Gladis.


Gladis tersenyum senang mendengar ajakan Zidan.


"Fah...kita diajakin Kak Zidan tuh ke cafe,kita pergi yahh!"Bujuk Gladis pada Syifa.

__ADS_1


Syifa melirik ke arah Gladis,lalu menghela napasnya berat.


"Sebentar lagi Aku harus menghadap rektor..ada urusan yang mau kuselesaikan tentang keberangkatanku ke Jakarta.Kamu nggak apa apa yaa..duluan saja dulu sama Kak Zidan,nanti Aku nyusul"Tutur Syifa lembut pada Gladis.


__ADS_2