Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
119


__ADS_3

"Darah AB+ Itukan golongan darahku..." Gumam Hendra sambil mondar mandir di depan UGD.Tiba tiba pintu terbuka.


"Bagaiman Dok dengan istri Bos saya " Tanya Hendra pada dokter yang baru keluar.


" Pasien Kritis kami sudah melakukan tindakan,menjahit luka pasien.Tapi pasien banyak kehilangan darah dan membutuhkan donor darah.Golongan darah pasien AB+,sayang stok darah tersebut kosong " Tutur dokter lesu.


" Golongan darah saya AB+ dok..." Ucap Hendra pada dokter dengan antusias.


" Haah...kalau begitu Bapak kami lakukan pemeriksaan dulu " Ujar Dokter sambil memerintahkan perawat untuk memeriksa Hendra.


" Ikuti perawat itu Pak...untuk memeriksa Bapak." Titah dokter


" Baik,Pak ".


Setelah melakukan pemeriksaan.Hendra mendonorkan darahnya buat Syifa.


Syifa segera di pindahkan ke ruang ICU karena dalam keadaan kritis.Luka yang dialami Syifa cukup dalam dan lambat ditangani sehingga Syifa mengalami Shock hipovolemik. Syifa membutuhkan donor darah 4 kantong.Untuk saat ini Syifa sudah bisa ditolong satu kantong darah dari Hendra. Berarti masih sisa tiga kantong lagi yang dibutuhkan.Hendra bingung mau cari di mana sementara tubuhnya masih lemas karena habis mendonorkan darahnya.Walaupun dia masih lemas dia harus menelpon teman temannya atau karyawan kantor untuk meminta bantuan andai ada yang mempunyai golongan darah yang sama denga Syifa.


***

__ADS_1


Tap..tap..tap


Suara tapak sepatu bersahutan menyusuri koridor rumah sakit.Wanita paruh baya bersama anak perempuannya berjalan setengah berlari menuju ruang perawatan.


Mamah Maliq dan Ayin datang ke rumah sakit setelah Hendra datang ke rumah Mamah Maliq,mengabarkan bahwa Maliq sedang ada di rumah sakit.


"Hendra...Maliq di ruang mana??" Tanya Mamah Maliq pada Hendra yang sedang berjalan di belakang mereka.


" VVIP di lantai 2,Tante.." Jawab Hendra.


"Ooo..ok " Mamah Maliq makin mempercepat langkahnya,dia khawatir terhadap Maliq.Waktu di rumah tadi Mamah Maliq sempat memarahi Hendra,kenapa semalam Hendra tidak memberi kabar tentang Maliq.Tapi Hendra menjelaskan bahwa ini permintaan Maliq.Mamah hanya menghela napasnya kesal.


Maliq yang sedang melamun langsung tersentak. "Mamah...!!Alhamdulillah,aku nggak apa apa ,Mah...ini lagi nunggu dokter...katanya mungkin hari ini aku sudah bisa pulang,kalau tekanan darahku sudah stabil " Ujar Maliq sambil menatap Mamahnya dengan tatapan gelisah.


"Alhamdulillah...Mamah sudah kembali hangat padaku.Setelah dua tahun terakhir ini selalu bersikap dingin.Tapi andai Mamah tau bahwa Syifa lagi kritis,apa kata Mamah nanti ??!" Gumam Maliq di dalam hati.


"Kak...kenapa bisa Kakak seperti ini ??!" Ayin mendekat ke arah Maliq lalu memeluk Maliq.


" Iya Maliq..gimana ceritanya kok sampai kaya gini ??" Tanya Mamah penasaran pada Maliq.Hendra memang belum menceritakan kronologi kejadiannya pada Mamah Maliq,sebab dia juga belum tau pasti bagaimana kejadiannya.

__ADS_1


"Ooh..iya,Syifa mana ??Kok Syifa nggak keliatan ??atau Syifa belum tau kamu masuk rumah sakit yaa..??


" Deg "....


Maliq tersentak dengan pertanyaan Mamah.Sekilas diliriknya Hendra.Asistennya itu malah membuang mukanya ketempat lain.


" Glek.."Maliq menelan salivanya yang terasa pekat.


" Mah...Syifa sudah tau Maliq masuk rumah sakit " Ujar Maliq lirih hampir tak terdengar.


" Ooh..trus Syifanya mana ??" Tanya Mamah lagi.


" Mm...it..itu..."


" Drrtt...drtt..dŕtt..." Ponsel yang berada di dalam tas Syifa yang terletak di atas nakas begetar.Tadi pagi tas Syifa di bawa masuk oleh Hendra saat dia menemukannya di dalam mobil Maliq.


Maliq melirik dan meraih tas Syifa.Dirogohnya ponsel Syifa di dalam tas.


" Kak Nurul " Desis Maliq membaca nama penelpon di ponsel Syifa.

__ADS_1


" Deg..pasti dia mau bicara dengan Syifa " Batin Maliq."Aku harus bilang apa ??!!"


__ADS_2